Kamis, 29 Desember 2011

Cara Membasmi Hama Ulat

Kehadiran hama ulat seringkali menjengkelkan. Betapa tidak,tanaman yang tadinya subur
dengan daun hijau yang segar tiba-tiba berubah menjadi meranggas dan nyaris gundul.

Nah, untuk membasmi hama ulat sebetulnya ada banyak cara. Dari yang manual hingga menggunakan pestisida. Tetapi, yang terakhir ini hanya boleh dilakukan jika cara lain sudah tidak efektif lagi.

Apa saja cara aman itu ?
Pertama, dengan membuang telur-telur kupu–kupu yang melekat pada bagian bawah daun. Cara ini tentu membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. Tetapi hasilnya akan sangat memuaskan.

Kedua, dengan cara menggenangi tempat persemaian dengan air dalam jumlah banyak sehingga ulat akan bergerak ke atas sehingga mudah untuk dikumpulkan dan dibasmi.

Terakhir, atau jurus pamungkas. Jika kedua cara diatas tidak berhasil, maka dapat dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pertisida.

Sabtu, 24 Desember 2011

Cara Membasmi Walang Sangit

Walang sangit (Leptocorisa acuta) merupakansalah satu hamayang juga meresahkan petani.
Hewan ini jika diganggu, akan meloncat dan terbang sambil mengeluarkan bau.

Walang sangit ini berwarna hijau kemerah- merahan. Walang sangit menghisab butir – butir padi yang masih cair. Biji yang sudah diisap akan menjadi hampa, agak hampa, atau liat. Kulit biji iu akan berwarna kehitam – hitaman.

Faktor – faktor yang mendukung yang mendukung populasi walang sangit antara lain sebagai berikut:
a. Sawah sangat dekat dengat perhutanan.
b. Populasi gulma di sekitar sawah cukup tinggi.
c. Penanaman tidak serentak

Pengendalian hama walang sangit dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Menanam tanaman secara serentak.
b. Membersihkan sawah dari segala macam rumput yang tumbuh di sekitar sawah agar tidak menjadi tempat berkembang biak bagi walang sangit.
c. Menangkap walang sangit pada pagi hari dengan menggunakan jala penangkap.
d. Penangkapan menggunakan unmpan bangkai kodok, ketam sawah, atau dengan alga.
e. Melakukan pengendalian hayati dengan cara melepaskan predator alami beruba laba – laba dan menanam jamur yang dapat menginfeksi walang sangit.
f. Melakukan pengendalian kimia, yaitu dengan menggunakan insektisida.

Walang sangit muda (nimfa) lebih aktif dibandingkan dewasanya (imago), tetapi hewan dewasa dapat merusak lebih hebat karenya hidupnya lebih lama. Walang sangit dewasa juga dapat memakan biji – biji yang sudah mengeras, yaitu dengan mengeluarkan enzim yang dapat mencerna karbohidrat.

Jumat, 23 Desember 2011

Cara Membasmi Hama Wereng


Wereng adalah sejenis kepik yang menyebabkan daun dan batang tumbuhan berlubang –
lubang, kemudian kering, dan pada akhirnya mati. Hama wereng ini dapat dikendalikan dengan cara – cara sebagai betikut :

a. Pengaturan pola tanam, yaitu dengan melakukan penanaman secara serentak maupun dengan pergiliran tanaman. Pergiliran tanaman dilakukan untuk memutus siklus hidup wereng dengan cara menanam tanaman palawija atau tanah dibiarkan selama 1 – 2 bulan.

b. Pengandalian hayati, yaitu dengan menggunakan musuh alami wereng, misalnya laba – laba predator Lycosa Pseudoannulata, kepik Microvelia douglasi dan Cyrtorhinuss lividipenis, kumbang Paederuss fuscipes, Ophinea nigrofasciata, dan Synarmonia octomaculata.

c. Pengandalian kimia, yaitu dengan menggunakan insektisida, dilakukan apabila cara lain tidak mungkin untuk dilakukan. Penggunaan insektisida diusahakan sedemikan rupa sehingga efektif, efisien, dan aman bagi lingkungan.

Rabu, 21 Desember 2011

Pengendalian Hama Secara Mekanik

Pengendalian hama secara mekanik mencakup usaha untuk menghilangkan secara langsung
hama serangga yang menyerang tanaman. Pengendalian mekanis ini biasanya bersifat manual.

Mengambil hama yang sedang menyerang dengan tangan secara langsung atau dengan melibatkan tenaga manusia telah banyak dilakukan oleh banyak negara pada permulaan abad ini. Cara pengendalian hama ini sampai sekarang masih banyak dilakukan di daerah - daerah yang upah tenaga kerjanya masih relatif murah.

Contoh pengendalian hama secara mekanis yang dilakukan di Australia adalah mengambil ulat-ulat atau siput secara langsung yang sedang menyerang tanaman kubis. Pengendalian mekanis juga telah lama dilakukan di Indonesia terutama terhadap ulat pucuk daun tembakau oleh Helicoverpa sp.

Untuk mengendalikan hama ini para petani pada pagi hari turun ke sawah untuk mengambil dan mengumpulkan ulat - ulat yang berada di pucuk tembakau. Ulat yang telah terkumpul itu kemudian dibakar atau dimusnahkan.

Rogesan sering dipraktekkan oleh petani tebu (di Jawa) untuk mencari ulat penggerek pucuk tebu (Scirpophaga nivella) dengan mengiris sedikit demi sedikit pucuk tebu yang menunjukkan tanda serangan. Lelesan dilakukan oleh petani kopi untuk menyortir buah kopi dari lapangan yang terserang oleh bubuk kopi (Hypotheneemus hampei)

Sentra Tanaman Kunyit

Di Indonesia, sentra penanaman kunyit di Jawa Tengah, dengan produksi mencapai 12.323
kg/ha. Di India, Srilanka, Cina, Haiti, dan Jamaika dengan produksi mencapai lebih dari 15 ton/ha.

Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal, dan menyembuhkan kesemutan.

Manfaat utama tanaman kunyit yaitu, sebagai bahan obat tradisional, bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan bumbu masak, peternakan dll. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba,
pencegah kanker, anti tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah.

Sabtu, 17 Desember 2011

Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang
tersebar di seluruh daerah tropis. Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan/bekas kebun. Kunyit Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl, ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India.

Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom. Pada tahun 77-78 SM, Dioscorides menyebut tanaman ini sebagai Cyperus menyerupai jahe, tetapi pahit, kelat, dan sedikit pedas, tetapi tidak beracun. Tanaman kunyit banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India, Cina Selatan, Taiwan, Indonesia (Jawa), dan Filipina.

Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. Batang merupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak).

Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10-15 cm dengan
mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm, berwarna putih/kekuningan.
Ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun yang rata. Kulit luar rimpang berwarna
jingga kecoklatan, daging buah merah jingga kekuning-kuningan.

Jenis Curcuma domestica Val, C. domestica Rumph, C. longa Auct, u C. longa Linn, Amomum curcuma Murs. Ini merupakan jenis kunyit yang paling terkenal dari jenis kunyit lainnya.

Rabu, 14 Desember 2011

Budidaya Kemangi

Penggemar lalapan pasti kenal dengan kemangi. Tumbuhan berdaun kecil yang memiliki aroma khas menyegarkan. Selain untuk lalapan, kemangi juga banyak digunakan sebagai bumbu sayur untuk memberi aroma dan memperkaya rasa.

Sayangnya, saat ini belum begitu banyak petani yang secara khusus membudidayakan kemangi. Padahal, potensi pasarnya lumayan besar loh. Apalagi sekarang banyak bertebaran warung makan yang menyajikan lalapan segar. Barangkali anda tertarik untuk membudidayakan kemangi dalam skala besar ?

Budidaya kemangi tergolong murah. Kemangi tidak menuntut syarat tumbuh yang rumit. Dapat dikatakan semua wilayah di Indonesia bisa ditanami kemangi. Yang jelas tanahnya bersifat asam.

Kemangi juga toleran terhadap cuaca panas maupun dingin. Perbedaan iklim ini hanya mengakibatkan penampilan tanacnan sedikit berbeda. Kemangi yang ditanam di daerah dingin daunnya lebih lebar dan lebih hijau. Sedang kemangi di daerah panas daunnya kecil, tipis, dan berwama hijau pucat.

Benih Kemangi diperbanyak dengan biji. Biji diperoleh dari buah kemangi yang masak di batang. Ciri biji yang tua ialah berwama - hitam dan kering. Biji kemangi harus disemai terlebih dahulu sebelum ditanam. Tanah untuk persemaian diolah hingga gembur. Campur dengan sedikit pupuk kandang.

Bila tanah terlalu lengket tambahkan pasir. Lantas taburkan biji kemangi dan tutupi dengan lapisan tanah tipis-tipis. Rawatlah tanaman yang sudah tumbuh di persemaian. Tanaman yang terlalu rapat dikurangi. Cabut tanaman yang lemah atau pertumbuhannya terganggu.

Setelah berumur sekitar 4 minggu tanaman muda ini sudah bisa dipindah ke lahan. Kebutuhan benih kemangi untuk penanaman satu hektar lahan sekitar 2-5 kg. Penanaman Kemangi biasanya ditanam dalam bedengan-bedengan. Bedengan berukuran 1-1 m dengan panjang sesuai ukuran lahan.

Sebelum penanaman, bedengan diberi pupuk kandang. Antar bedengan dibuat parit pengairan selebar 35 cm. Jarak tanam kemangi ialah 50 x 50 cm atau 60 x 60 cm. Buat lubang tanam kecil saja, yang penting tanaman muda bisa masuk dan tidak sesak.

Pemeliharaan
Pemeliharaan kemangi muda yang sudah di lahan perlu dicek apakah tumbuh dengan baik. Bila ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya jelek, harus segera disulam. Penyiangan perlu juga dilakukan. Gulma yang tumbuh dicabut atau dikored. Waktu penyiangan tak perlu menunggu hingga rumput tumbuh besar atau banyak.

Bunga-bunga yang tumbuh harus dibuang. Bila tidak maka produksi pucuk segarnya akan menurun. Kuncup bunga dibuang seminggu sekali seraya melakukan pemangkasan. Aturlah agar percabangan menjadi kompak dan pertumbuhan pucuk nantinya tidak berat sebelah, melainkan merata ke segala penjuru. Pemupukan Dosis pupuk kandang yang diberikan ialah 10 ton/ha.

Kemangi perlu mendapat tambahan pupuk yang banyak mengandung nitrogen, sepeni Urea. Unsur ini penting untuk merangsang perlumbuhan daun kemangi secara terus-menerus. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman berumur 3 minggu. Pemupukan kedua saat tanaman berumur 5 minggu. Setiap kali memetik, berikan 3 g pupuk nitrogen per tanaman. Kebutuhan pupuk Urea untuk tanaman kemangi ialah 150 kg/ha.

Hama dan Penyakit
Hama penyakit yang menyerang tanaman kemangi sangat sedikit. Bahkan petani kemangi sangat jarang melakukan penyemprotan insektisida. Penyemprotan ini memang dihindari karena dikhawatirkan residunya masih tertinggal di daun yang dipanen rutin. Meskipun demikian, bila ditemukan ulat yang menyerang daun kemangi dalam jumlah besar, dapat dilakukan pengendalian dengan insektisida Azodrin sebanyak 20-30 cc/1 air; atau Diazinon 60 EC dengan dosis 1-2 cc/1 air.

Panen dan Pasca Panen
Sejak umur 50 hari sesudah tanam, daun kemangi sudah bisa dipetik. Lakukan pemetikan pada daun-daun muda seperti melakukan pemetikan pucuk teh. Pemetikan akan merangsang pertumbuhan cabang-cabang baru yang memungkinkan lebih banyak tunas baru tumbuh. Tunas-tunas baru ini dapat dipanen pada periode panen berikutnya. Panen pucuk kemangi dapat dilakukan hingga tanaman berumur tua.

Bila ingin tanaman berumur panjang, jangan.biarkan sampai berbunga dan berbuah. Pisahkan tanaman yang khusus untuk diambil bijinya sebagai bibit. Dengan cara ini, tanaman yang hendak diambil pucuknya tak terganggu produkdvitasnya. Altematif lain dengan menyisakan satu atau dua cabang yang dibiarkan berbunga dan berbuah. Setelah bijinya tua cabang ini dipangkas. Biasanya kemangi dipetik sepanjang 15 cm. Bila ingin dipasarkan kemangi disatukan dalam ikatan kecil yang berisi 5-10 batang.

Membuat Pestisida Organik

Membasmi hama tidak harus selalu dilakukan dengan pestisida kimia, pestisida organik tidak kalah ampuhnya. Menggunakan pestisida kimia, selain harus membeli penggunaan yang lama dan berlebihan terlebih pada tanam buah atau padi akan berdampak pada kesehatan.

Karena itu, tidak ada salahnya jika sekarang anda mulai berpikir untuk menggunakan pestisida organik. Tidak usah beli, cukup dibuat sendiri. Berikut tata caranya seperti yang kami kutip dari http://norlandoni.blogspot.com.

Pestisida Organik untuk Hama Wereng dan Ulat
Bahan :
Tembakau
Daun mindi
Daun arum dalu (sedap malam)
Daun jenu/tuba (Derriseleptica)
Labu siam Masing-masing daun mindi, daun sedap malam dan daun jenu/tuba ditumbuk halus secara terpisah dengan mencampurkan sedikit air, kemudian diperas pada wadah yang berbeda beda.

Cara :
Ketiga air perasan bahan-bahan di atas dicampur dengan perbandingan 1 : 1 : 1
Rebus daun tembakau hingga mendidih, biarkan hingga dingin dan air sarinya diambil
Iris labu siam untuk diambil getahnya.
Seluruh bahan-bahan di atas dicampur hingga merata dan masukkan ke dalam botol, kemudian diamkan selama satu minggu.
Bahan tersebut siap digunakan dengan melarutkan ke dalam air dengan perbandingan 1– 2 sendok teh untuk 1 liter air.

Pestisida Organik Mengatasi Ulat
Bahan :
Daun gamal/Gliricidia 1 Kg
Tembakau 2 ½ gram

Cara :
Daun gamal ditumbuk sampai halus dan dimasak dengan 5 liter air, lalu dinginkan.
Tambahkan tembakau sambil diaduk-aduk.
Didiamkan selama satu malam.
Air sarinya siap digunakan dengan perbandingan ¼ liter untuk 10 liter air.
Ramuan ini berguna untuk memberantas ulat gerayak dan ulat lainnya.

Pestisida Organik untuk Hama Wereng
Bahan :
Buah kecubung
wulung 2 butir
Akar jenu/tuba 1 kg
Air 1 liter

Cara:
Bahan-bahan ditumbuk halus dan direbus sambil diaduk-aduk hingga airnya mendidih
Dinginkan dan airnya disaring
Bahan siap digunakan, 1 liter bahan dicampur dengan 16 liter air untuk memberantas hama wereng.

Pestisida Organik untuk Walang Sangit
Bahan :
Brotowali 1 Kg
2 butir buah kecubung

Cara:
Kedua bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 1 liter air
Dinginkan kemudian disaring. Bahan siap digunakan dengan mencampurkan
16 liter air

Pestisida Organik untuk Penggerek Batang dan Ulat Gerayak
Bahan :
Daun sampang
Daun soka geni
Daun mindi
Labu siam

Cara :
Bahan-bahan dedaunan ditumbuk halus kemudian airnya diperas.
Ambil getah labu siam, lalu dicampur dengan perasan dedaunan.
Bahan didiamkan 1 minggu, setelah itu siap digunakan. Dosisnya 1 – 2 sendok
dicampur dengan 1 liter air.

Senin, 12 Desember 2011

Hama dan Penyakit Tanaman Manggis

Hama yang paling banyak menyerang tanaman manggis adalah ulat bulu. Hama ini melubangi daun manggis. Cara pengendaliannya dengan menjaga sanitasi lahan tanaman manggis dan menyemprotkan insektisida Bayrusil 250 EC/Cymbush 50 EC dengan konsentrasi 0.1-0.2 %.

Untuk penyakit yang biasa menyerang tanaman manggis, jenisnya cukup banyak. Berikut ini diantaranya;

1) Bercak daun
Penyebab: jamur Pestalotia sp., Gloesporium sp. dan Helminthosporium sp.
Gejala: bercak pada daun yang tidak beraturan berwarna abu-abu pada pusatnya (Pestalotia sp.), coklat (Helminthosporium sp.) dan hitam pada sisi atas dan bawah daun (Gloesporium sp.).
Pengendalian: mengurangi kelembaban yang berasal dari tanaman pelindung, memotong bagian tanaman manggis yang terserang dan menyemprotkan fungisida Bayfidan 250 EC/Baycolar 300 EC dengan konsentrasi 0.1-0.2 %.

2) Jamur upas
Penyebab: Corticium salmonicolor Berk.et Br.
Gejala: cabang/ranting mati karena
jaringan kulit mengering.
Pengendalian: memotong cabang/ranting pohon manggis, mengerok kulit dan kayu yang terserang parah dan mengolesi bagian yang dipotong dengan cat, atau disemprot dengan Derosal 60 WP 0.1-0.2 %.

3) Hawar benang
Penyebab: jamur Marasmius scandens Mass Dennis et Reid.
Gejala: miselium jamur tumbuh pada permukaan cabang dan ranting membentuk benang putih yang dapat meluas sampai menutupi permukaan bawah daun.
Pengendalian: menjaga kebersihan dan memangkas daun manggis yang terserang.

4) Kanker batang
Penyebab: jamur Botryophaerisa ribis.
Gejala: warna kulit batang dan cabang
berubah dan mengeluarkan getah.
Pengendalian: (1) perbaikan drainase, menjaga kebersihan kebun, pemotongan tanaman yang sakit; (2) penyemprotan fungisida Benlate untuk kanker batang, Cobox atau Cupravit bagi penyakit lainnya.

5) Hawar rambut
Penyebab: jamur Marasmius equicrinis Mull.
Gejala: permukaan tanaman manggis ditutupi bentuk serupa benang berwarna coklat tua kehitaman mirip ekor kuda.
Pengendalian: sama dengan kanker batang.

6) Busuk buah
Penyebab: jamur Botryodiplodia theobromae Penz.
Gejala: diawali dengan dengan membusuknya pangkal buah manggis dan meluas ke seluruh bagian buah sehingga kulit buah menjadi suram.
Pengendalian: sama dengan kanker batang.

7) Busuk akar
Penyebab: jamur Fomes noxious Corner.
Gejala: akar busuk dan berwarna coklat.
Pengendalian: sama dengan kanker batang.

Minggu, 11 Desember 2011

Pemeliharaan Tanaman Manggis

Setelah bibit tanaman manggis ditanam, berikutnya yang perlu dilakukan adalah pemeliharaan. Pemeliharaan yang diperlukan oleh tanaman manggis kurang lebih sebagai berikut;

1) Penyiangan
Lakukan penyiangan tanaman manggis secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penggemburanya itu dua kali dalam setahun.

2) Perempalan/Pemangkasan
Ranting-ranting pohon manggis yang tumbuh kembar dan sudah tidak berbuah perlu dipangkas untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Gunakan gunting pangkas yang
bersih dan tajam untuk menghindari infeksi dan lapisi bekas pangkasan dengan
ter.

3) Pemupukan
Jenis dan dosis pemupukan yang dianjurkan untuk tanaman manggis adalah:
a) Pohon berumur 6 bulan dipupuk campuran urea, SP-36 dan KCl (3:2:1) sebanyak 200-250 gram/pohon.
b) Pohon berumur 1-3 tahun dipupuk campuran 400-500 gram Urea, 650-700 gram SP-36 dan 900-1000 gram KCl (3:1:2) yang diberikan dalam dua sampai tiga kali.
c) Pohon berumur 4 tahun dan seterusnya dipupuk campuran urea, SP-36 dan KCl (1:4:3) sebanyak 3-6 kg.pohon ditambah 40 kg/pohon pupuk kandang.

Pupuk ditaburkan di dalam larikan/di dalam lubang-lubang di sekeliling batang manggis
dengan diameter sejauh ukuran tajuk pohon. Dalam larikan dan lubang sekitar 10-
20 cm sedangkan jarak antar lubang sekitar 100-150 cm.

4) Pengairan dan Penyiraman
Tanaman manggis yang berumur di bawah lima tahun memerlukan ketersediaan air yang
cukup dan terus menerus sehingga harus disiram satu sampai dua hari sekali. Sedangkan pada pohon manggis yang berumur lebih dari lima tahun, frekuensi penyiraman berangsur-angsur dapat dikurangi. Penyiraman dilakukan pagi hari dengan cara menggenangi saluran irigasi atau disiram.

5) Pemberian Mulsa
Mulsa jerami dihamparkan setebal 3-5 cm menutupi tanah di sekeliling batang manggis yang masih kecil untuk menekan gulma, menjaga kelembaban dan aerasi dan mengurangi penguapan air.

Sabtu, 10 Desember 2011

Teknik Penanaman Manggis

Setelah bibit manggis berkualitas didapatkan, langkah selanjutnya adalah melakukan penanaman bibit manggis. Caranya, buat lubang tanam ukuran 50 x 50 cm sedalam 25 cm dan tempatkan tanah galian tanah di satu sisi.

Perdalam lubang tanam sampai 50 cm dan tempatkan tanah galian di sisi lain. Keringanginkan lubang tanam 15-30 hari sebelum tanam. Kemudian masukkan tanah bagian dalam (galian ke dua) dan masukkan kembali lapisan tanah atas yang telah dicampur 20-30 kg pupuk kandang.

Jarak antar lubang 8 x 10 m atau 10 x 10 m dihitung dari titik tengah lubang. Untuk
lahan berlereng perlu dibuat teras, tanggul dan saluran drainase untuk mencegah
erosi.

Dengan jarak tanam 10x 10 m atau 8 x 10 m diperlukan 100-125 bibit per hektar.
Cara menanam bibit yang benar adalah sebagai berikut:
a) Siram bibit di dalam polybag dengan air sampai polibag dapat dilepaskan dengan mudah.
b) Buang sebagian akar yang terlalu panjang dengan pisau/gunting tajam.
c) Masukkan bibit ke tengah-tengah lubang tanam, timbun dengan tanah sampai batas akar dan padatkan tanah perlahan-lahan.
d) Siram sampai tanah cukup lembab.
e) Beri naungan yang terbuat dari tiang-tiang bambu beratap jerami. Jika sudah
ada pepohonan di sekitarnya, pohon-pohon ini bisa berfungsi sebagai pelindung alami. Pohon pelindung harus bersifat alami dan mengubah iklim mikro, misalnya tanaman Albisia dan Lamtoro.

Kamis, 08 Desember 2011

Cara Membasmi Hama Tikus

Tikus merupakan hama yang sering kali membuat pusing para petani. Karena tikus sulit dikendalikan karena memiliki daya adaptasi, mobilitas, dan kemampuan untuk berkembang biak yang sangat tinggi.

Masa reproduksi tikus yang relative singkat menyebabkan tikus cepat bertambah banyak. Potensi perkembangbiakan tikus sangat tergantung dari makanan yang tersedia. Tikus sangat aktif di malam hari.

Tikus menyerang berbagai tumbuhan. Bagian tumbuhan yang disarang tidak hanya biji – bijian tetapi juga batang tumbuhan muda. Yang membuat para tikus kuat memakan biji – bijian sehingga merugikan para petani adalah gigi serinya yang kuat dan tajam, sehingga tikus mudah untuk memakan biji – bijian.

Tikus membuat lubang – lubang pada pematang sawah dan sering berlindung di semak – semak. Apabila keadaan sawah itu rusak maka berarti sawah tersebut diserang tikus.
Untuk mengatasi serangan hama tikus, dapat dilakukan cara – cara sebagai berikut :
a. Membongkar dan menutup lubang tempat bersembunyi para tikus dan menangkap tikusnya.
b. Menggunakan musuh alami tikus, yaitu ular.
c. Menanam tanaman secara bersamaan agar dapat menuai dalam waktu yang bersamaan pula sehingga tidak ada kesempatan bigi tikus untuk mendapatkan makanan setelah tanaman dipanen.
d. Menggunakan rodentisida (pembasmi tikus) atau dengan memasang umpan beracun, yaitu irisan ubi jalar atau singkong yang telah direndam sebelumnya dengan fosforus. Peracunan ini sebaiknya dilakukna sebelum tanaman padi berbunga dan berbiji. Selain itu penggunaan racun harus hati – hati karena juga berbahaya bagi hewan ternak dan manusia.

Minggu, 04 Desember 2011

Budidaya Buah Naga

Buah naga merupakan tanaman yang tidak sulit untuk ditanam karena buah naga dapat tumbuh pada kondisi dan lingkungan yang sesuai. Dengan kondisi tersebut perlu beberapa teknik budidaya secara intensif agar bias mencapai produksi yang memuaskan baik jumlah maupun mutunya.

Pembibitan
Persiapan pembibitan dengan Stek tanaman buah naga dari cabang / batang yang sudah berbuah dengan panjang 30 cm, dipilih batang yang sehat dan tidak terkena penyakit. Perbanyakan bibit buah naga tidak hanya dari vegetatif tapi juga dari perbanyakan generatif (biji).
Semaikan biji buah naga dalam media polybag yang berisi campuran tanah, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 3 : 2 : 1 (3 tanah, 2 pupuk kandang, dan 1 pasir). Sebelum disemaikan stek naga dipotong kerucut agar mudah ditanam.
Masukkan bibit buah naga ke dalam media sekitar 4 cm. Satu polybag hanya ditanami satu bibit dan usahakan media cukup lembab. Bibit siap ditanam pada umur 3 bulan.


Penyiapan Lahan
Persiapan lahan bertujuan untuk memberikan konbdisi lingkungan yang sesuai dengan perkembangan tanaman dan pembentukan hasil .Tanah terlebih dahulu diolah dan lapisan tanah dibolak – balik dengan menggunakan cangkul atau hand tractor dengan tujuan agar tanah menjadi gembur. Selanjutnya membuat bedengan dengan ukuran 1,5 m arah memanjang dan antar bedengan dibuat parit untuk saluran air.

Persiapan Tanam
Buat jarak tanam 2,5 m x 2m tergantung kesuburan tanah, jika tanah subur maka jarak tanam buah naga diperlebar 2,5 m x 2,5 m. Tanah yang subur dicirikan dengan warna tanah kehitaman, mengandung sedikit pasir dan remah jika dipegang dan tanah tidak menggumpal. Buat lubang tanaman dengan kedalam 60 cm dengan lebar lubang tanaman 60 cm x 60 cm.Buat tiang beton dengan 10 cm x 10 cm, ketinggian 2,5 m bagian atas tiang deberi ban bekas sepeda motor dengan diameter 40 cm dan diberi besidengan arah silang dengan ukuran besi 30 cm.

Penanaman
Pada lubang tanaman yang sudah siap diletakkan beton dengan kedalaman 50 cm dibawah permukaan tanah, sedang diatas permukaan tanah 2 m timbun dengan tanah, kemudian diberi pupuk yang sudah matang (kompos) 5 kg. Bibit buah naga yang sudah siap kemudian ditanam, pada tiap-tiap penyangga ditanami 4 bibit naga yang letaknya simetris antara satu dengan yang lain. Pada tiap-tiap beton berisi 4 tanaman buah naga. Kemudian tiap 1-2 bulan diberi pupuk yang sudah matang (kompos)dengan dosis 2- 5 kg / tanaman.

Pemeliharaan
a. Pemupukan
Pemupukan bertujuan untuk meningkatkan unsur hara dalam tanah. Mengenal sifat pupuk sangat penting, hubungannya dengan kebutuhan pupuk bagi tanaman buah naga. Unsur nitrogen (N) dibutuhkan dalam jumlah yang elbih besar pada awal masa pertumbuhan tanaman yakni sejak tanaman buah naga masih muda hingga menjelang berbunga.
Ketika tanaman buah naga mendekati masa berbunga tanaman banyak membutuhkan pupuk dengan kandungamn fosfor (P) dan kalium yang tinggi. Pupuk kandang yang sudah matang diberikan dengan dosis 2-5 kg pertanaman, dosis pemupukan ditingkatkan sesuai dengan pertumbuhan tanaman dan diberikan 1-2 bulan selama 3 kali periode.

Selanjutnya setelah tiga periode (6 bulan), kemudian pupuk dengan NPK berimbang (15 : 15: 15) sebanyak 2 sendok teh pertanaman. Disamping itu bisa ditambahkan dengan pupuk mikro misal : metalik dengan konsentrasi 4 cc perliter air, dan masing- masing tanaman 3 liter. Pada umur 6 bulan beri pupuk hortigo kuning dan hortigo power masing-masing 0,5 sendok teh pertanaman.
Pemupukan harus dilakukan secara berkala sehingga dapat dipenuhi respon yang cepat dari pertumbuhan buah naga.Untuk pemupukan bulan ketujuh hingga kedua belas adalah NPK 50 gr dan Za 20 gr per bulan per tiang (tempat tanaman). Untuk tahun berikutnya tanaman diberikan pupuk NPK 75 gr dan Za 30 gr per bulan per tiang.

b. Pemangkasan
Lakukan pemangkasan baik untuk pembentukan cabang baru maupun cabang produktif . Pada umur 8–12 bulan tanaman buah naga akan berbunga. Setelah dipetik buah batang tanaman buah naga dipotong untuk merangsang tunas-tunas baru. Biasanya tunas baru itu tumbuh besar dan menghadap ke langit, biarkan tinggi turus ± 1,5 meter kemudian potong pucuk 3 meter. Upayakan tunas baru jangan sampai lebih dari 5 tunas karena dapat mengganggu pertumbuhan buah naga.
c. Pengairan
d. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT)

Panen
Buah naga berbunga pada umur 12 bulan 18 bulan dari kuncup bunga menjadi buah siap petik membutuhkan waktu 50- 55 hari. Buah naga yang sudah siap dipetik dengan ciri warna buah merah keseluruhani atau sisik buah (tumbai) berubah warna dari hijau menjadi kemerahan dan pada pangkal buah ditandai daun buah naga mengkerut, kemudian buah siap dipetik.
Cara pemetikan dengan menggunakan gunting stek dengan membentuk huruf “V“. Musim panen terbesar buah naga pada bulan September hingga maret.

Sabtu, 03 Desember 2011

Iklim dan Media Tanam untuk Jahe

Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi, yaitu antara 2.500-4.000 mm/tahun. Pada umur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari.

Dengan kata lain penanaman jahe dilakukan di tempat yang terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari. Suhu udara optimum untuk budidaya tanaman jahe antara 20-35 oC.

Media Tanam
Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah yang subur, gembur dan banyak
mengandung humus. Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik.

Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4. Tetapi keasaman
tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6,8-7,0.

Ketinggian Tempat
Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0 - 2.000 m dpl. Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 - 600 m dpl.

Rabu, 30 November 2011

Sentra Tanaman Anggur

Di Indonesia sentra anggur terdapat di Jawa Timur (Probolinggo, Pasuruan, Situbondo), Bali dan Kupang (NTT). Di daerah tersebut anggur dapat tumbuh dengan sangat baik, produksi tinggi dan menghasilkan buah berkualitas.

Tanaman anggur dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah, terutama di tepitepi
pantai, dengan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan. 2) Angin yang terlalu kencang kurang baik bagi anggur.

Curah hujan rata-rata 800 mm per tahun. Dan keadaan hujan yang terus menerus dapat merusak premordia/ bakal perbungaan yaitu tengah berlangsung serta dapat menimbulkan serangan hama dan penyakit.

Sebaiknya sinar matahari yang banyak/udara kering sangat baik bagi pertumbuhan vegetatif dan pembuahannya. Suhu rata-rata maksimal siang hari 31 derajat C dan suhu rata-rata minimal malam hari 23 derajat C dengan kelembaban udara 75-80 %.

Selasa, 29 November 2011

Sejarah Anggur

Anggur merupakan tanaman buah berupa perrdu yang merambat. Anggur berasal dari Armenia, tetapi budidaya anggur sudah dikembangkan di Timur Tengah sejak 4000 SM.

Teknologi pengolahan anggur menjadi wine pertama kali dikembangkan orang Mesir pada 2500 SM. Dari Mesir budidaya dan teknologi pengolahan anggur masuk ke Yunani dan menyebar ke daerah Laut Hitam sampai Spanyol, Jerman, Prancis dan Austria.

Sejalan dengan perjalanan Columbus anggur dari asalnya ini mulai menyebar ke Mexico, Amerika Selatan, Afrika selatan, Asia termasuk Indonesia dan Australia. Penyebaran ini juga menjadikan Anggur punya beberapa sebutan seperti Grape di Eropa dan Amerika, orang China menyebut Putao dan di Indonesia disebut anggur.

Anggur termasuk tanaman marga Vitis. Tidak semua jenis dari marga ini dapat dimakan, yang bisa dimakan hanya dua jenis yaitu Vitis vinifera dan Vitis labrusca. Tanaman anggur jenis Vitis vinifera mempunyai ciri kulit tipis, rasa manis dan segar. Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 300 m dari permukaan laut beriklim kering.
Termasuk jenis ini adalah Gros Colman, Probolinggo Biru dan Putih, Situbondo
Kuning, Alphonso Lavalle dan Golden Champion.

Tanaman anggur jenis Vitis labrusca mempunyai ciri kulit tebal, rasa masam dan kurang segar. Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 900 meter dari permukaan laut. Termasuk jenis ini adalah Brilliant, Delaware, Carman, Beacon dan Isabella.

Dari kedua jenis ini, anggur yang banyak dikembangkan di Indonesia dan direkomendasi oleh Departemen Pertanian sebagai jenis unggul adalah jenis Vitis vinifera dari varietas Anggur Probolinggo Biru dan Alphonso Lavalle. Namun ada juga yang dianjurkan
ditanam antara lain Gross Collman, Probolinggo Putih, Isabella, Delaware, Chifung
dan Australia.

Senin, 28 November 2011

Media Tanam Melon

Melon pada umumnya dapat tumbuh di iklim apapun. Namun, untuk kegiatan budidaya melon dengan hasil dan produktifitas tinggi, lahan dan iklim yang pas merupakan syarat utama.

Tanaman melon memerlukan penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya, karena itu pilihlah lahan yang mendapatkan sinar matahari cukup. Tanaman melon memerlukan suhu yang sejuk dan kering untuk pertumbuhannya. Suhu pertumbuhan untuk tanam melon antara 25–30 derajat C. Tanaman melon tidak dapat tumbuh apabila kurang dari 18 derajat C.

Kelembaban udara secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman melon. Dalam kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit. Hindari kawasan berangin kencang dan bercurah hujan tinggi. Angin yang terlalu kencang dapat menggugurkan bunga melon, dan curah hujan yang terlalu tinggi akan mengurangi kadar gula buah melon.

Media Tanam
Tanah yang baik untuk budidaya tanaman melon ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman melon berkembang. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah.
Tanaman melon akan tumbuh baik apabila pH-nya 5,8–7,2. Tanaman melon pada dasarnya membutuhkan air yang cukup banyak. Tetapi, sebaiknya air itu berasal dari irigasi, bukan dari air hujan.

Ketinggian Tempat
Tanaman melon dapat tumbuh dengan cukup baik pada ketinggian 300–900 meter dpl. Apabila ketinggian lebih dari 900 meter dpl tanaman tidak berproduksi dengan optimal.

Minggu, 27 November 2011

Teknik Penyemaian Benih Manggis

Ada beberapa cara atau teknik penyemaian benih manggis. Anda tinggal memilih teknik yang anda anggap paling mudah dan pas untuk digunakan. Nah, berikut ini teknik penyemaian manggis yang berhasil kami himpun.

a) Perbanyakan dengan biji dalam bedengan
Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100-120 cm dengan jarak antar bedengan 60-100 cm. Tanah diolah sedalam 30 cm, kemudian campurkan pasir, tanah dan bahan organik halus (3:2:1) dengan merata. Persemaian diberi atap jerami/daun kelapa dengan ketinggian sisi Timur 150-175 cm dan sisi Barat 10-125 cm.
Benih manggis ditanam di dalam lubang tanam berukuran 10 x 10 cm dengan jarak tanam 3 x 3 cm dan jarak antar baris 5 cm pada kedalaman 0,5-1,0 cm. Tutup benih dengan tanah dan selanjutnya bedengan ditutup dengan karung goni basah atau jerami setebal 3 cm. Persemaian disiram 1-2 kali sehari, diberi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 2 g/tanaman setiap bulan.

Setelah berumur 1 tahun, bibit manggis dipindahkan ke dalam polybag ukuran 20 x 30cm berisi campuran tanah dan kompos/pupuk kandang (1:1). Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam dilapangan/dijadikan batang bawah pada penyambungan.

b) Penyemaian dan pembibitan manggis di dalam polybag berukuran 20 x 30 cm.
Satu/dua benih manggis disemai di dalam polybag 20 x 30 cm yang dasarnya dilubangi
kecil-kecil pada kedalaman 0.5-1.0 cm. Media tanam berupa campuran tanah halus, kompos/pupuk kandang halus dan pasir (1:1:1). Simpan polybag di bedengan yang sisinya dilingkari papan/bilah bambu agar polybag tidak roboh.
Persemaian disiram 1-2 hari sekali dan diberi urea dan SP-36 sebanyak 2-3 g/tanaman setiap bulan. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam di lapangan atau dijadikan batang bawah pada penyambungan.

c) Perbanyakan dengan penyambungan pucuk
Adapun cara penyambungan pucuk adalah sebagai berikut:
1. Potong bahan bawah setinggi 15-25 cm dari pangkal leher lalu buat celah di
ujung batang sepanjang 3-5 cm.
2. Runcingkan pangkal batang atas sepanjang 3-5 cm.
3. Selipkan bagian runcing batang atas (pucuk) ke dalam celah batang bawah.
4. Balut bidang pertautan batang bawah dan atas dengan tali rafia. Pembalutan
dimulai dari atas, lalu ikat ujung balutan dengan kuat.
5. Tutupi hasil sambungan dengan kantung plastik transparan dan simpan di
tempat teduh. Setelah 2-3 minggu penutup dibuka dan bibit dibiarkan tumbuh
selama 3-4 minggu. Balutan dapat dilepas setelah berumur 3 bulan yaitu
pada saat bibit telah bertunas. Setelah berumur 6 bulan bibit siap
dipindahtanamkan ke kebun.
6. Selama penyambungan siram bibit manggis secara rutin dan siangi gulma.

d) Perbanyakan dengan penyambungan susuan
Adapun cara penyambungan susuan adalah sebagai berikut:
1. Pilih pohon induk manggis yang produktif sebagai batang atas.
2. Siapkan batang bawah di dalam polibag dan letakan di atas tempat yang
lebih tinggi daripada pohon induk.
3. Pilih satu cabang (entres) dari pohon induk untuk bahan cabang atas.
Diameter cabang lebih kecil atau sama dengan batang bawah.
4. Sayat batang bawah manggis dengan kayunya kira-kira 1/3-1/2 diameter batang
sepanjang 5-8 cm.
5. Sayat pula cabang entres dengan cara yang sama.
6. Satukan bidang sayatan kedua batang dan balut dengan tali rafia.
7. Biarkan bibit manggis susuan selama 5 - 6 bulan.
8. Pelihara pohon induk dan batang bawah di dalam polibag dengan intensif.
9. Susuan berhasil jika tumbuh tunas muda pada pucuk batang atas (entres)
dan ada pembengkakan (kalus) di tempat ikatan tali.
10. Bibit manggis susuan yang baru dipotong segera disimpan di tempat teduh dengan
penyinaran 30% selama 3-6 bulan sampai tumbuh tunas baru. Pada saat ini
bibit siap dipindahtanamkan.

Kamis, 24 November 2011

Pembibitan dan Pembenihan Manggis

Tanaman manggis dapat diperbanyak dengan biji atau bibit hasil penyambungan pucuk dan
susuan. Tanaman manggis yang ditanam dari biji baru berbunga pada umur 10-15 tahun sedangkan yang ditanam dari bibit hasil sambungan dapat berbunga pada umur 5-7 tahun.

Pembibitan Manggis
Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah dilakukan dengan megambil biji dari buah manggis tua yang berisi 5-6 segmen daging buah dengan 1-2 segmen yang berbiji, tidak rusak, beratnya minimal satu gram dan daya kecambah sedikitnya 75%. Buah manggis diambil dari pohon yang berumur sedikitnya 10 tahun.

Untuk pembuatan bibit manggis dengan cara sambungan diperlukan batang bawah dan
pucuk (entres) yang sehat. Batang bawah adalah bibit dari biji manggis berumur lebih
dari dua tahun dengan diameter batang 0.5 cm dan kulitnya berwarna hijau kecoklatan.


Penyiapan Bibit Menggunakan Teknik Sambungan
Untuk bagian bawah gunakan bibit dari biji manggis, karena memiliki akar yang lebih kuat. Nah, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghilangkan daging buah manggis. Caranya, rendam buah manggis dalam air bersih selama 1 minggu (dua hari sekali air diganti) sehingga lendir dan jamur terbuang.

Biji manggis akan mengelupas dengan sendirinya dan biji dicuci sampai bersih. Celupkan biji kedalam fungisida Benlate dengan konsentrasi 3 g/L selama 2-5 menit. Keringanginkan biji manggis di tempat teduh selama beberapa hari sampai kadar airnya
12-14%.

Pucuk untuk sambungan berupa pucuk (satu buku) yang masih berdaun muda berasal dari pohon induk manggis yang unggul dan sehat. Dua minggu sebelum penyambungan bagian bidang sayatan batang bawah dan pucuk diolesi zat pengatur tumbuh Adenin/Kinetin dengan konsentrasi 500 ppm untuk lebih memacu pertumbuhan.

Selasa, 22 November 2011

Pembibitan Mentimun

Untuk mendapatkan bibit mentimun yang berkualitas, perlu perlakuan yang berkualitas pula. Nah, berikut ini cara pembibitan mentimun yang dianjurkan para ahli pertanian dan telah teruji kualitasnya.

Langkah pertama mendapatkan bibit mentimun berkualitas, siapkan Natural GLIO dan campurkan dengan pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu. Kemudian siapkan tanah halus dan pukan dapat diganti SUPERNASA / POC NASA yang telah dicampur Natural GLIO (tanah : pukan = 7:3) dan masukkan polybag.

Rendam benih mentimun dalam larutan POC NASA dan air hangat (2cc/l) selama 30 menit.
Peram selama 12 jam. Setiap benih mentimun yang berkecambah dipindahkan ke polibag sedalam 0,5-1 cm.

Polybag dinaungi plastik bening dan bibit disiram dua kali sehari. Semprotkan POC NASA (2cc/l air) pada 7 hss. Setelah berumur 12 hari atau berdaun 3-4 helai, bibit mentimun siap dipindahkan ke kebun.

Minggu, 20 November 2011

Iklim dan Media Tanam Mentimun

Mentimun pada prinsipnya merupakan tanaman yang sangat mudah pada beradaptasi, sehingga dapat tumbuh dimana pun. Akan tetapi, untuk mendapatkan hasil berkualitas dengan produktifitas tinggi, ada baiknya untuk memperhatikan hal-hal berikut ini.

Mentimun dapat tumbuh lebih baik pada kawasan beriklim kering, mendapatkan cukup sinar matahari, dengan temperatur (21,1 - 26,7)°C dan tidak banyak hujan. Ketinggian optimum 1.000 - 1.200 mdpl.

Media tanam yang paling pas untuk mentimun adalah lahan dengan jenis tanah gembur, banyak mengandung humus, mudah meresapkan air, tata air baik, dan tingkat keasaman atau pH 6-7.

Senin, 14 November 2011

Teknik Penanaman Buncis

Ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan dan dilakukan dalam menanam buncis. Untuk tipe buncis merambat, jarak lubang tanam sebaiknya 20 x 50 cm, 40 x 60 cm, 30 x 40 cm. Sedang untuk tipe tegak adalah 20 x 40 cm dan 30 x 60 cm.

Waktu tanam yang baik adalah awal musim kemarau atau awal musim penghujan. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan sepanjang musim asal pasokan air memadai.

Sebelum ditanam, benih buncis direndam terlebih dulu POC NASA dengan dosis 2 tutup/liter selama setengah jam, kemudian ditiriskan. Setelah itu, masukan benih ke dalam lubang tanam sebanyak 2 biji, tutup dengan tanah tipis dan abu dapur.

Dalam waktu 3-5 hari benih buncis sudah tumbuh. Benih yang tidak tumbuh ganti (disulam) dengan yang baru. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada saat umur buncis tidak lebih dari 15 hari setelah tanam.

Caranya sama seperti menyulam tanaman kacang panjang. Penyulaman dilakukan apabila yang perlu disulam sekitar 10-25 %. Namun apabila sudah mencapai 40-50 % maka tanaman perlu diganti seluruhnya.

Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam, tergantung pertumbuhan rumput di kebun. Penyiangan dengan cara mencabut rumput liar/membersihkan dengan alat kored.

Pengguludan
Pengguludan adalah membuat tanaman itu sedikit ditinggikan dari tanah dasarnya. Peninggian guludan dapat dilakukan pada saat tanaman berumur kurang lebih 20 dan 40 hari yana sebaiknya dilakukan pada saat musim hujan. Tujuan dari pengguludan adalah utnuk memperbanyak akar, menguatkan tumbuhnya, dan memelihara struktur tanah.

Pemasangan Ajir Pelaksanaan pemasangan turus dapat dilakukan bersamaan dengan peninggian guludan yang pertama. Untuk tanaman buncis yang merupakan tipe tanaman merambat maka perlu diberikan turus atau rambatan supaya pertumbuhan lebih baik. Biasanya turus atau lanjaran dibuat dari bambu dengan ukuran panjang 2 m dan lebar 4 cm. Turus tersebut ditancapkan di dekat tanaman. Setiap dua batang turus yang berhadapan diikat menjadi satu pada bagian ujungnya, sehingga akan tampak lebih kokoh.

Pemangkasan / Perempelan Pemangkasan dimaksudkan untuk memperbanyak ranting sehingga akan diperoleh buah yang banyak. Pemangkasan dilakukan bila tanaman berumur 2 minggu dan 5 minggu. Pemangkasan jug dimaksudkan utuk mengurangi kelembaban di dalam tanaman sehingga dapat menghambat perkembangan hama penyakit. Dan pucuk-pucuk tanaman yang baru dipangkas juga dapat digunakan sebagai sayuran.

Kamis, 10 November 2011

Bibit Jahe yang Bagus

Memilih bibit jahe yang bagus adalah mutlak. Karena hanya dengan bibit yang bagus rimpang jahe yang dihasilkan akan berkualitas. Apalagi jika budidaya jahe yang anda lakukan berorientasi profit alias untuk dijual.

Bibit jahe berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi), dan mutu fisik. Yang dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang bebas hama dan penyakit.

Oleh karena itu kriteria yang harus dipenuhi antara lain:
a. Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar).
b. Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 9-10 bulan).
c. Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet.

Lokasi Budidaya Jahe

Memilih lokasi yang tepat untuk budidaya jahe merupakan syarat utama jika anda ingin mendapatkan hasil panen yang baik dan berkualitas. Untuk mendapatkan lokasi yang baik, berikut hal-hal yang perlu anda perhatikan.

Iklim
Jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi, yaitu antara 2.500-4.000 mm/tahun. Pada umur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari. Dengan kata lain penanaman jahe dilakukan di tempat yang terbuka sehingga mendapat sinar
matahari sepanjang hari. Suhu udara optimum untuk budidaya tanaman jahe antara 20-35 derajat celsius.

Media Tanam
Jahe paling cocok ditanam pada tanah yang subur, gembur dan banyak
mengandung humus. Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik. Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6,8-7,0.

Ketinggian Tempat
Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0 - 2.000 m dpl. Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 - 600 m dpl.

Senin, 07 November 2011

Mengolah Lahan untuk Buncis

Lahan untuk budidaya buncis memerlukan sentuhan tersendiri. Karena hal itu akan berpengaruh secara langsung pada tumbuh kembang tanaman dan kemudian kuantitas dan kualitas produksinya.

Kendati demikian, mengolah lahan untuk menanam buncis tidak terlalu rumit. Langkah pertama, bersihkan lahan dari rumput-rumput liar kemudian digemburkan. Bisa dengan cara dicangkul atau dibajak kalau lahannya luas.

Setelah gembur, buat bedengan dengan lebar 60-80 cm, jarak antar bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, panjang tergantung lahan. Untuk sistem guludan lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 cm dan jarak antara guludan 30-40 cm.

Lakukan pengapuran jika pH tanah lebih rendah dari 5,5 dengan dolomit sebanyak 1-2 ton/ha dan campurkan secara merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm. Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1 botol (500 cc) POC NASA diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000
m2(10 botol/ha).

Pembibitan Buncis

Untuk mendapatkan buncis yang berkualitas, dibutuhkan benih yang bagus. Benih buncis yang bagus berasal dari induk yang baik. Bagaimana ciri-ciri dan karakteristik induk yang baik ?

Induk buncis yang adalah yang mempunyai daya tumbuh minimal 80-85%, bentuknya utuh, bernas, warna mengkilat, tidak bernoda coklat terutama pada mata bijinya, bebas dari hama dan penyakit, seragam, tidak tercampur dengan varietas lain, serta bersih dari kotoran.

Budidaya buncis tidak memerlukan proses persemaian. Sehingga, ketika benih yang bagus sudah didapat tinggal ditanam langsung pada lubang yang sudah disiapkan sebelumnya.

Sabtu, 05 November 2011

Manfaat Jahe

Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada
makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman.

Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami.

Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti, minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain.

Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.

Jumat, 04 November 2011

Jenis-Jenis Jahe

Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu :

1) Jahe Gajah
Jenis jahe ini biasa disebut juga jahe gajah atau jahe badak. Jahe jenis ini memiliki ciri rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.

2) Jahe Emprit
Biasa disebut juga jahe sunti atau jahe emprit. Dengan ciri-ciri ruasnya kecil, agak
rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua.
Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.

3) Jahe merah
Jahe ini memiliki ciri utama rimpangnya yang berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil. Seperti halnya jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.

Sejarah Jahe

Jahe merupakan tanaman obat yang sedang naik daun, karena itu banyak petani yang tertarik untuk membudidayakannya. Apalagi, saat ini kebutuhan akan jahe untuk bahan baku jamu terus meningkat, seiring kebijakan pemerintah yang ingin mengintegrasikan jamu ke dalam sistem kesehatan nasional.

Nah, kesempatan yang baik bukan ? Sebelum membudidayakan jahe, ada baiknya belajar sejarah singkatnya terlebih dulu. Supaya nanti jika ditanya bisa menjawab dengan benar, hehehehe.

Jahe merupakan tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe berasal dari kawasan Asia Pasifik. Jahe banyak tersebar di India dan Cina, sehingga kedua negara tersebut disebut-sebut sebagai yang pertama memanfaatkan jahe.

Jahe biasa dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat minuman karena bisa memberikan efek menghangatkan badan dan mengusir masuk angin, bumbu masak, dan bahan baku obat tradisional atau jamu.

Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) dan lain-lain.

Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa dan Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate), dsb.

Selasa, 01 November 2011

Lahan yang Cocok untuk Budidaya Buncis

Hampir semua jenis lahan cocok untuk budidaya buncis. Mulai dari yang beriklim iklim basah sampai kering dengan ketinggian bervariasi. Karena buncis tidak membutuhkan curah hujan yang khusus. Curah hujan cukup 1.500-2.500 mm/tahun.

Namun, tanaman buncis paling baik tumbuh di dataran tinggi pada ketinggian 300-600 meter dari permukaan laut. Umumnya, buncis memerlukan cahaya matahari yang banyak dan tidak memerlukan tanaman pembayang atau naungan. Suhu udara ideal bagi pertumbuhan buncis adalah 20-25˚C.

Jenis tanah yang cocok untuk tanaman buncis adalah andosol dan regosol karena mempunyai drainase yang baik. Dengan sifat-sifat gembur, remah, subur dan keasaman (pH) 5,5-6.

Minggu, 30 Oktober 2011

Manfaat Buncis

Buncis merupakan sumber proten nabati yang baik. Ia juga banyak mengandung vitamin A, vitamin B, dan Vitamin C.

Menurut para ahli, buncis memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh. Seperti melancarkan pencernaan, mencegah konstipasi, menstimulasi atau merangsang sistem kekebalan tubuh alami, menetralkan gula darah, mengobati tukak lambung, mencegah kanker usus besar, dan mampu memperkecil risiko terserang kanker ganas.

Mengingat sekian banyak manfaat buncis tersebut, tidak salah kiranya jika mulai saat ini kita mengonsumsi buncis lebih banyak. Toh, rasanya juga enak, asal pengolahannya dilakukan secara baik dan memenuhi tata cara memasak yang sehat.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Sejarah Buncis

Kacang buncis sangat akrab dengan masyarakat Indonesia. Tetapi, mungkin banyak yang belum tahu kalau buncis yang bernama latin Phaseolus vulgaris .L. ini bukan tanaman asli Indonesia.

Kacang buncis berasal dari Amerika, sedangkan kacang buncis tipe tegak (kidney-bean) atau kacang jago adalah tanaman asli lembah Tahuaacan-Meksiko. Penyebarluasan tanaman buncis dari Amerika ke Eropa dilakukan sejak abad 16. Daerah pusat penyebaran dimulai di Inggris (1594), menyebar ke negara-negara Eropa, Afrika, sampai ke Indonesia.

Pembudidayaan tanaman buncis di Indonesia telah meluas. Tahun 1961-1967 luas areal penanaman buncis di Indonesia sekitar 3.200 hektar, tahun 1969-1970 seluas 20.000 hektar dan tahun 1991 mencapai 79.254 hektar dengan produksi 168.829 ton.

Daerah yang sejak lama menjadi sentra pertanaman buncis antara lain Kotabatu (Bogor), Pengalengan dan Lembang (Bandung) dan Cipanas (Cianjur).

Budidaya Belimbing Manis

Belimbing, siapa tak kenal buah yang kalau diiris menghasilkan potongan berbentuk bintang segi lima ini. Rasanya yang manis dan sedikit asam banyak digemari wanita. Apalagi kalau bukan untuk membuat rujak, heem......

Belimbing pada dasarnya termasuk tanaman buah yang mudah dibudidayakan. Namun, dia dapat tumbuh dan memproduksi buah berkualitas baik jika ditanam pada lahan yang memiliki ketinggian antara 0-500 meter dari permukaan laut, curah hujan tinggi, dan mendapatkan cukup sinar matahari.

Jenis tanah yang paling pas untuk budidaya belimbing adalah tanah gembur dengan sistem drainase baik, dan dapat menahan air.

Untuk mendapatkan bibit belimbing, bisa dilakukan dengan menyemai biji, menggunakan teknik mencangkok, atau okulasi. Akan tetapi, pada umumnya bibit belimbing yang baik didapatkan dari hasil mencangkok atau okulasi. Karena jika melalui biji ada kemungkinan bibit yang dihasilkan menyimpang dari induknya.

Menurut para ahli, waktu yang paling baik untuk menanam belimbing adalah pada saat awal musim penghujan. Bibit ditanam dengan jarak antara pohon satu dengan yang lain kira-kira 6 meter persegi.

Belimbing, cukup rentan terkena gangguan hama, terutama lalat buah. Karena itulah, ketika mulai berbuah, sebaiknya buah tersebut dibungkus dengan kertas, kain, daun, dan lain-lain yang bisa melindunginya.

Untuk menghasilkan buah dengan ukuran besar, anda dapat melakukan teknik penjarangan. Tindakan itu sebaiknya dilakukan ketika buah sudah berukuran kurang lebih sama dengan besar telur ayam. Ini supaya buah yang dipilih sudah betul-betul kuat tangkainya.

Dari sisi ekonomi, belimbing termasuk tanaman buah yang cukup prospektif. Karena dia dapat berbunga sepanjang tahun hingga hasilnya bisa dipetik hingga 3 kali dalam setahun. Cukup menarik bukan ?

Budidaya Kelengkeng

Kelengkeng, merupakan salah satu tanaman buah yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Selain karena rasanya, nilai ekonominya yang juga lumayan tinggi. Sehingga bisa diandalkan sebagai sumber penghasilan.

Pada umumnya kelengkeng termasuk tanaman buah yang mudah dibudidayakan. Tetapi, tempat terbaik untuk tumbuh kelengkeng adalah di dataran rendah dengan ketinggian antara 200-600 meter dari permukaan laut. Dengan syarat lahan tersebut yang bertipe iklim basah dan kering tidak lebih dari empat bulan.

Budidaya kelengkeng dapat dilakukan dengan cara cangkok atau okulasi. Karena perbanyakan dengan biji rentan gagal, salah-salah kelengkeng yang tumbuh berjenis jantan sehingga tidak akan berbuah.

Selain itu, perbanyakan dengan biji memiliki rentang waktu untuk produksi sangat lama, kurang lebih tujuh tahun. Sedang perbanyakan dengan cangkok atau okulasi pada usia empat tahun sudah menghasilkan buah.

Cara menanam kelengkeng kurang lebih sama dengan menanam mangga. Bibit ditanam pada lubang yang telah diberi pupuk kandang matang, takarannay kurang lebih 20 kilogram per lubang. Jarak antara lubang tanam satu dengan yang lain 10 meter x 10 meter.

Agar tumbuh baik, tanaman kelengkeng perlu dipupuk. Jenisnya terdiri dari urea, TSP, dan KCL, masing-masing antara 100-300 gram per tanaman. Pemupukan dilakukan sebanyak tiga kali dengan rentang waktu antara pemupukan pertama dan berikutnya selama 3 bulan.

Setelah panen, tanaman harus kembali dipupuk menggunakan campuran 300 gram urea, 800 gram TSP, dan 300 gram KCL per pohon. Pemupukan cukup dilakukan sekali saja.


Pemeliharaan
Agar terus berbuah, tanaman kelengkeng perlu dirawat secara rutin. Pemangkasan yang paling penting adalah memangkas cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Tujuannya agar sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang.

Tumbuhan parasit (benalu) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun. Biasanya,tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga.

Kamis, 27 Oktober 2011

Membuat Kompos Jerami Sendiri

Kompos merupakan hasil penguraian parsial dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik.

Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi.

Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.

Kompos mampu memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos.

Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk menggunakan kompos cenderung lebih berkualitas dibanding tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misalnya hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, lebih enak dan yang pasti lebih sehat.

Hal yang paling melimpah untuk dijadikan kompos adalah jerami. Jerami yang dihasilkan dari satu areal pesawahan, rata-rata 1,4 dari jumlah hasil panennya. Bayangkan saja jika dari satu hektar lahan sawah menghasilkan 6 ton padi, berarti jeraminya ada 8,4 ton. Dan kalau dibuat kompos dengan hasil rata-rata 60%, maka kompos yang dapat dihasilkan sebanyak 5,04 ton.

Hasil analisa laboratorium terhadap kompos jerami yang dibuat dengan menggunakan bakteri pengurai berbeda-beda nilai haranya. Hal ini tergantung dari jenis mikroba yang digunakan, komposisi bahan, cara dan perlakuan saat pembuatannya. Namun demikian perbedaan tersebut tidak lah terlalu signifikan. Berikut adalah salah satu dari hasil analisanya:
- Rasio C/N............. 21
- C-Organik............. 35,11%
- Nitrogen (N).......... 1,86%
- Fosfor (P2O5)......... 0,21%
- Kalium (K2O)......... 5,35%
- Kalsium (Ca).......... 4,2%
- Magnesium (Mg)...... 0,5%
- Tembaga (Cu)........ 20 ppm
- Mangan (Mn).......... 684 ppm
- Zing (Zn).............. 144 ppm

Kalau mengacu pada nilai sesuai dengan hasil analisa di atas, maka dalam setiap ton kompos jerami memiliki kandungan hara setera dengan 41 kg urea, 6 kg SP36, dan 89 kg KCl atau sama dengan total NPK 136 kg. Dan untuk kompos yang dihasilkan dari satu hektar lahan (5,04 ton) setara dengan 206,64 kg urea, 30,24 kg SP36, dan 448,56 kg KCL. Tentunya jumlah ini cukup untuk dikembalikan lagi ke lahan sawah sebagai pupuk dan pastinya dapat menghemat biaya pembelian pupuk. Sungguh luar biasa, bukan!

Cara-cara membuat :
1. Siapkan larutkan dari B-Satu, gula dan air sesuai petunjuk pada label.
2. Tumpuk jerami, harus diinjak-injak sampai padat, setinggi 25 cm.
3. Beri kohe diatasnya kira-kira setebal 5 cm. Tahap ini sifatnya opsional, boleh dilakukan, boleh tidak. Kalau dilakukan tentunya akan lebih baik karena dapat memperkaya kandungan haranya.
4. Taburkan dedak padi halus, tidak perlu tebal cukup tertutup rata saja.
5. Siramkan larutan yang telah disiapkan ke seluruh permukaan bahan secara merata. Apabila larutan habis dan proses penyiraman belum selesai, larutan harus dibuat lagi.
6. Lakukan lagi tahap ke-2 sampai ke-5 di atasnya secara berlapis-lapis sampai mencapai ketinggian 1 meter (4 lapis).
7. Tutup seluruh bahan dengan pelastik yang gelap atau terpal. Usahakan sinar matahari dan air hujan tidak tembus (masuk).
8. Seminggu sekali penutup dibuka, kemudian bahan kompos dibalik (atas jadi dibawah). Setelah pembalikan selesai, bahan kompos harus ditutup kembali. Tahap ini dilakukan pada minggu ke-1 sampai ke-3.
9. Setelah 4 minggu, kompos sudah matang (jadi). Kompos boleh langsung disebarkan di sawah atau dikering anginkan dulu.

Kompos yang baik memiliki ciri-ciri:
1. Warna menjadi coklat kehitaman.
2. Terjadi perubahan bentuk fisik, menjadi remah.
3. Suhu tidak panas (sama dengan suhu tanah).
4. Tidak berbau. (sumber: www.tipspetani.blogspot.com)

Budidaya Kelengkeng

Kelengkeng, merupakan salah satu tanaman buah yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Selain karena rasanya, nilai ekonominya yang juga lumayan tinggi. Sehingga bisa diandalkan sebagai sumber penghasilan.

Pada umumnya kelengkeng termasuk tanaman buah yang mudah dibudidayakan. Tetapi, tempat terbaik untuk tumbuh kelengkeng adalah di dataran rendah dengan ketinggian antara 200-600 meter dari permukaan laut. Dengan syarat lahan tersebut yang bertipe iklim basah dan kering tidak lebih dari empat bulan.

Budidaya kelengkeng dapat dilakukan dengan cara cangkok atau okulasi. Karena perbanyakan dengan biji rentan gagal, salah-salah kelengkeng yang tumbuh berjenis jantan sehingga tidak akan berbuah.

Selain itu, perbanyakan dengan biji memiliki rentang waktu untuk produksi sangat lama, kurang lebih tujuh tahun. Sedang perbanyakan dengan cangkok atau okulasi pada usia empat tahun sudah menghasilkan buah.

Cara menanam kelengkeng kurang lebih sama dengan menanam mangga. Bibit ditanam pada lubang yang telah diberi pupuk kandang matang, takarannay kurang lebih 20 kilogram per lubang. Jarak antara lubang tanam satu dengan yang lain 10 meter x 10 meter.

Agar tumbuh baik, tanaman kelengkeng perlu dipupuk. Jenisnya terdiri dari urea, TSP, dan KCL, masing-masing antara 100-300 gram per tanaman. Pemupukan dilakukan sebanyak tiga kali dengan rentang waktu antara pemupukan pertama dan berikutnya selama 3 bulan.

Setelah panen, tanaman harus kembali dipupuk menggunakan campuran 300 gram urea, 800 gram TSP, dan 300 gram KCL per pohon. Pemupukan cukup dilakukan sekali saja.


Pemeliharaan
Agar terus berbuah, tanaman kelengkeng perlu dirawat secara rutin. Pemangkasan yang paling penting adalah memangkas cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Tujuannya agar sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang.

Tumbuhan parasit (benalu) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun. Biasanya,tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga.

Selasa, 25 Oktober 2011

Pemeliharaan Sawi

Pemeliharaan adalah hal yang penting. Sehingga akan sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan didapat. Pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah penyiraman, penyiraman ini tergantung pada musim, bila musim penghujan dirasa berlebih maka kita perlu melakukan pengurangan air yang ada, tetapi sebaliknya bila musim kemarau tiba kita harus menambah air demi kecukupan tanaman sawi yang kita tanam.

Bila tidak terlalu panaspenyiraman dilakukan sehari cukup sekali sore atau pagi hari.
Tahap selanjutnya yaitu penjarangan, penjarangan dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat.

Selanjutnya tahap yang dilakukan adalah penyulaman, penyulaman ialah tindakan penggantian tanaman ini dengan tanaman baru. Caranya sangat mudah yaitu tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit diganti dengan tanaman yang baru.

Penyiangan biasanya dilakukan 2 – 4 kali selama masa pertanaman sawi, disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng penanaman. Biasanya penyiangan dilakukan 1 atau 2 minggu setelah penanaman. Apabila perlu dilakukan penggemburan dan pengguludan bersamaan dengan penyiangan.

Pemupukan tambahan diberikan setelah 3 minggu tanam, yaitu dengan urea 50 kg/ha. Dapat juga dengan satu sendok the sekitar 25 gram dilarutkan dalam 25 liter air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. (bersambung)

Minggu, 23 Oktober 2011

Pembibitan dan Penanaman Sawi

Pembibitan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk penanaman. Karena lebih efisien dan benih akan lebih cepat beradaptasi terhadap lingkungannya.

Ukuran bedengan pembibitan yaitu lebar 80 – 120 cm dan panjangnya 1 – 3 meter. Curah hujan lebih dari 200 mm/bulan, tinggi bedengan 20 – 30 cm.

Dua minggu sebelum di tabur benih, bedengan pembibitan ditaburi dengan pupuk kandang lalu di tambah 20 gram urea, 10 gram TSP, dan 7,5 gram Kcl. Cara melakukan pembibitan sebagai berikut : benih ditabur, lalu ditutupi tanah setebal 1 – 2 cm, lalu disiram dengan sprayer, kemudian diamati 3 – 5 hari benih akan tumbuh setelah berumur 3 – 4 minggu sejak disemaikan tanaman dipindahkan ke bedengan.

Seminggu sebelum penanaman dilakukan pemupukan terlebih dahulu yaitu pupuk kandang 10 ton/ha, TSP 100 kg/ha, Kcl 75 kg/ha. Sedang jarak tanam dalam bedengan 40 x 40 cm , 30 x 30 dan 20 x 20 cm. Pilihlah bibit yang baik, pindahkan bibit dengan hati-hati, lalu membuat lubang dengan ukuran 4 – 8 x 6 – 10 cm. (bersambung)

Jumat, 21 Oktober 2011

Mengolah Lahan untuk Tanaman Sawi

Pengolahan tanah secara umum melakukan penggemburan dan pembuatan bedengan. Tahap-tahap pengemburan yaitu pencangkulan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi udara dan pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki fisik serta kimia tanah yang akan menambah kesuburan lahan yang akan kita gunakan.

Tanah yang hendak digemburkan harus dibersihkan dari bebatuan, rerumputan, semak atau pepohonan yang tumbuh. Dan bebas dari daerah ternaungi, karena tanaman sawi suka pada cahaya matahari secara langsung.

Sedangkan kedalaman tanah yang dicangkul sedalam 20 sampai 40 cm. Pemberian pupuk organik sangat baik untuk penyiapan tanah. Sebagai contoh pemberian pupuk kandang yang baik yaitu 10 ton/ha. Pupuk kandang diberikan saat penggemburan agar cepat merata dan bercampur dengan tanah yang akan kita gunakan.

Bila daerah yang mempunyai pH terlalu rendah (asam) sebaiknya dilakukan pengapuran. Pengapuran ini bertujuan untuk menaikkan derajad keasam tanah, pengapuran ini dilakukan jauh-jauh sebelum penanaman benih, yaitu kira-kira 2 sampai 4 minggu sebelumnya.

Sehingga waktu yang baik dalam melakukan penggemburan tanah yaitu 2 – 4 minggu sebelum lahan hendak ditanam. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit (CaMg(CO3)2).

Pembenihan Sawi

Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram.

Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil.

Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Dan penanaman sawi yang akan dijadikan benih terpisah dari tanaman sawi yang lain. Juga memperhatikan proses yang akan dilakukan mesilnya dengan dianginkan, tempat penyimpanan dan diharapkan lama penggunaan benih tidak lebih dari 3 tahun. (bersambung)

Rabu, 19 Oktober 2011

Budidaya Sawi

Sawi bukan tanaman asli Indonesia, menurut asalnya di Asia. Karena Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga dikembangkan di Indonesia ini.

Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi.

Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl.

Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang menggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bils di tanam pada akhir musim penghujan.

Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai pH 7.

Cara bertanam sawi sesungguhnya tak berbeda jauh dengan budidaya sayuran pada umumnya. Budidaya konvensional di lahan meliputi proses pengolahan lahan, penyiapan benih, teknik penanaman, penyediaan pupuk dan pestisida, serta pemeliharaan tanaman.
Sawi dapat ditanam secara monokultur maupun tunmpang sari.

Tanaman yang dapat ditumpangsarikan antara lain : bawang dau, wortel, bayam, kangkung darat. Sedangkan menanam benih sawi ada yang secara langsung tetapi ada juga melalui pembibitan terlebih dahulu. (bersambung)

Jumat, 07 Oktober 2011

Budidaya Seledri

Seledri selain untuk menambah aroma dan citarasa masakan juga memiliki khasiat obat. Karena itu banyak yang tertarik untuk membudidayakannya, apalagi tanaman ini tidak membutuhkan lahan yang sangat luas. Anda juga tertarik ? mudah-mudahan ini bisa membantu anda.

Pertama yang anda butuhkan untuk budidaya seledri tentu saja adalah benih. Benih bisa diperoleh melalui biji dan vegetatif atau anakan. Untuk produksi yang banyak, perbanyakan dengan benih sangat cocok.

Setelah benih, berikutnya adalah lahan. Seledri membutuhkan tanah subur, gembur, mengandung bahan organik, mampu menahan air dan berdrainase baik dengan pH tanah antara 5,5-6,5.

Cara mengolahnya, tanah dicangkul sedalam 20-30 cm biarkan selama 15 hari, jika pH tanah kurang dari 6.5 campurkan kapur kalsit atau dolomit dengan tanah olahan, dosis kapur 1-2 ton/ha tergantung pH tanah dan jumlah Alumunium di dalam tanah, pemberian 2-3 minggu sebelum tanam.

Setelah itu buat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 30 cm, panjang sesuai lahan, dan jarak antar bedengan 50 cm. Jangan lupa, beri naungan berupa alang-alang atau jerami dengan tinggi 1-1,5 m.

Persemaian
Benih disemai pada bedengan di dalam alur/larikan sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alur 10-20 cm, sebelum disemai, benih direndam dalam air hangat (50oC) atau dalam larutan Frevicur N dengan konsentrasi 0,1 % selama + 2 jam, kemudian dikeringkan.
Tutup benih dengan tanah tipis dan siram permukaan bedengan sampai lembab.
Untuk menjaga kelembaban persemaian ditutup dengan alang-alang atau jerami dan ditinggikan tutup tersebut apabila kecambah telah tumbuh.

Penanaman
Setelah + 40 hari atau telah berdaun 3-4 helai cabut bibit seledri yang sehat dengan akarnya. Potong sebagian akar, kemudian rendam dalam larutan pestisida Benlate atau Derosol pada konsentrasi 50% sekitar 15 menit.
Pindahkan bibit pada bedengan yang telah dipersiapkan, satu bibit per lobang tanam, dengan jarak tanam: 25 x 30 cm; 20 x 20 cm atau 15 x 20 cm (tergantung varietas) dan padatkan tanah disekitar batang. Siram bedengan sampai lembab.

Pemeliharaan Tanaman
Jika ada tanaman yang mati lakukan penyulaman 7-15 hari setelah tanam.
Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah pada umur 2 dan 4 minggu setelah tanam, penyiangan berikutnya disesuaikan dengan keadaan gulma.
Di awal masa pertumbuhan, penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari, berikutnya dikurangi menjadi 2-3 kali seminggu tergantung dari cuaca. Tanah tidak boleh kekeringan atau tergenang air (becek).

Pemupukan
Pupuk dasar diberikan 3 hari sebelum tanam, yaitu pupuk kotoran ayam dengan dosis 20.000 kg/ha sebaiknya pupuk kompos organik hasil fermentasi dengan dosis 4 kg/m2, diaduk dengan tanah permukaan bedengan.
Pada umur 2 minggu setelah tanam berikan pupuk N 300 kg, P 75 kg dan K 250 kg/ha secara larikan dibarisan tanaman.
Pupuk susulan berikutnya larutkan 2-3 kg pupuk NPK Mutiara ke dalam 200 liter air dan berikan secara kocor diantara barisan tanaman, hal ini dapat dilakukan selama tanaman masih produksitf dengan interfal 7 hari satu kali pemberian.
Dapat juga diberikan pupuk cair dengan dosis 0,3 ml/m2 yang dimulai pada umur 3 minggu setelah tanam dengan interval 10 hari satu kali.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
Hama yang ditemui seperti ulat tanah, keong, kutu daun tungau. Hama dapat dihilangkan secara mekanik yaitu dipungut dengan tangan.
Penyakit yang sering menyerang tanaman yaitu bercak cercospora, bercak septoria, virus aster yellow. Pengendalian dilakukan mulai dari persemaian hingga panen, jika terpaksa gunakan pestisida yang aman dan mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik.

Panen
Seledri dapat dipanen setelah berumur 40 sampai dengan 150 hari setelah tanam (tergantung varietas).
Saledri daun dipanen 4-8 hari sekali..
Seledri potong dipanen dengan memotong tanaman pada pangkal batang secara periodik sampai pertumbuhan anakan berkurang.
Seledri umbi dipanen dengan memetik daun-daunnya dan dilakukan secara periodik sampai tanaman kurang porduktif.

Minggu, 04 September 2011

Cara Membasmi Hama Kutu Putih

Tanaman anda terserang hama kutu putih ? tidak usah bingung. Berikut ada cara sederhana tetapi cukup manjur untuk membasminya. Cukup dengan ramuan sederhana campuran air, sabun colek, minyak tanah, dan pestisida.

Caranya ?
Ambil sabun colek satu sendok makan lalu larutkan dalam kaleng susu bekas ukuran 900 gram. Gunakan air bersih sebanyak setengah kaleng susu tersebut.
Tambahkan minyak tanah (kerosene) sebanyak seperempat dari kaleng tersebut. Perbandingan air dan minyak tanah adalah 2:1

Tambahkan pestisida, kalau tidak punya bisa diganti dengan cairan pembunuh serangga atau nyamuk, cukup 2 sendok makan saja. Campur dan aduk ramuan tadi hingga membentuk emulsi dan sabun tidak menggumpal dan berbusa lagi. Hasil akhirnya kurang lebih seperti air sisa cucian beras.

Masukkan cairan kedalam botol sprayer plastik (bisa dibeli di supermarket). Selanjutnya, tinggal semprotkan ke tanaman yang diserang kutu putih. Terutama bagian
bawah daun dimana hama kutu putih berkumpul. Jangan lupa, gulma sekitar tanaman harus disemprot juga agar menghindari serangan hama tersebut di kemudian hari.

Minggu, 31 Juli 2011

Pembibitan Terong Ungu

Pembibitan salah satu faktor penting dalam membudidayakan terong ungu. Bibit yang baik akan memberikan hasil yang maksimal.

Cara pembibitan terong ungu tidak terlalu sulit, tetapi harus dilakukan secara telaten. Untuk mendapatkan bibit yang baik, syarat utama yang harus dipenuhi adalah mencari benih yang baik pula. Untuk yang satu ini, anda bisa membelinya di toko-toko pertanian. Cari bibit yang tahan penyakit dan berbuah besar.

Setelah benih didapatkan, selanjutnya adalah mempersiapkannya. Rendam benih itu dengan air hangat kuku yang telah dicampur POC NASA dosis 2 cc per liter selama kurang lebih 10-15 menit.

Selanjutnya, balut dengan gulungan kain basah selama kurang lebih 24 jam hingga nampak mulai berkecambah. Sebarkan benih itu di atas bedengan persemaian dengan jarak baris 10-15 centimeter.

Tambahkan pupuk kandang halus dan diamkan selama kurang lebih satu minggu. Setelah itu, bibit siap untuk dipindahkan ke dalam polybag yang telah diisi campuran tanah dan pupuk kandang halus.

Tutup permukaan bedengan dengan daun pisang biarkan supaya kecambah tumbuh besar. Setelah kecambah tumbuh lebih tinggi, penutup bisa dibuka. Jangan lupa untuk menyiram persemaian itu pagi dan sore hari.

Waktu yang paling tepat untuk memindahkan benih ke lahan adalah saat berusia 1-1,5 bulan atau kira-kira ketika bibit telah berdaun empat helai.

Rabu, 13 Juli 2011

Sejarah Melon

Melon sudah banyak dibudidayakan di Indonesia dan hasilnya lumayan bagus. Sebelum menikmati rasanya yang manis menggoda, tidak ada salahnya kita belajar dikit sejarah dan asal-usulnya ya.

Melon berasal dari Lembah Panas Persia atau daerah Mediterania, perbatasan Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. Nama latinya cucumis melo L termasuk famili cucurbitaceae.

Adalah Columbus yang membawanya ke Amerika pada abad ke-14. Melon kemudian banyak dibudidayakan di Colorado, California, dan Texas. Dari sanalah melon berkembang pesat dan akhirnya masuk ke Indonesia.

Melon tergolong tanaman yang kaya jenis. Jenis-jenis melon Christianism (1850); melon Sill Hybrid (1870); melon Surprise (1876); melon Ivondequoit, Miller Cream, Netted Gem, Hacken Sack dan Osage (1881–1890); melon Honey Rock dan Improved Perfecto (1933); melon Imperial (1935); melon Queen of Colorado dan Honey Gold (1939).

Namun, secara garis besar dikelompokkan menjadi dua jenis saja. Yakni, Netted Melon dan Winter Melon.

Tipe Netted-Melon memiliki ciri-ciri kulit buah keras, kasar, berurat dan bergambar seperti jala, aroma lebih harum, lebih cepat masak antara 75–90 hari, awet dan tahan lama untuk disimpan.

Sedang Winter-Melon memiliki ciri kulit buah halus, mengkilat dan aroma buah tidak harum, buah lambat untuk masak antara 90–120 hari, mudah rusak dan tidak tahan lama untuk disimpan. Tipe melon ini sering digunakan sebagai tanaman hias.

Rabu, 15 Juni 2011

Lokasi yang Pas untuk Budidaya Manggis

Manggis termasuk kelompok tanaman yang mudah dibudidayakan. Manggis dapat tumbuh mulai dari dataran rendah hingga di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut.

Terutama pada daerah yang memiliki curah hujan antara 1.500 hingga 2.500 milimeter per tahun dengan periode basah 6 bulan. Hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki iklim seperti itu.

Seperti halnya tanaman buah lain, manggis dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang kaya bahan organik dan memiliki aerasi baik. Jenis tanahnya mulai dari ringan sampai agak berat.

Setelah menemukan lahan yang cocok, tahap selanjutnya menyiapkan bibit. Bibit manggis bisa dibuat sendiri dengan perbanyakan secara vegetatif menggunakan teknik sambungan.
Kalau anda tidak punya waktu untuk menyiapkannya sendiri, anda bisa mencarinya di pusat-pusat penjualan bibit tanaman buah. Pilih bibit yang sehat dan kuat. (ibutani)

Jumat, 03 Juni 2011

Budidaya Manggis

Buah manggis merupakan salah satu buah favorit masyarakat Swiss. Buah kulit ungu tua dengan isi putih dan rasanya manis ini begitu digemari disana. Sehingga harganya pun tergolong tinggi.

Di Indonesia, beberapa daerah memiliki potensi buah manggis yang lumayan besar. Ini artinya, Indonesia memiliki peluang untuk menghasilkan uang dari buah yang pernah menjadi judul lagu Muklas Adiputra itu.

Cuma persoalannya, permintaan buah manggis dari Swiss begitu besar dan berlangsung terus itu tidak bisa selalu dipenuhi petani. Ini lagi-lagi berarti peluang bagi yang berminat membudidayakan manggis.

Budidaya manggis sebetulnya tidak terlalu sulit dilakukan. Cuma, selama ini jarang petani yang berminat karena dianggap kurang laris di pasaran. Setelah melihat peluang dan potensi ekonomi yang cukup menggiurkan tadi, ada baiknya untuk dicoba bukan ?

Pohon manggis dapat tumbuh di segala wilayah, mulai dari dataran rendah sampai di ketinggian 800 meter diatas permukaan laut (dpl). Dengan curah hujan 1.500-2.000 milimeter/tahun.

Pohon manggis sangat pas untuk ditanam pada lahan yang kaya bahan organik dan memiliki aerasi baik. Berhubung mata sudah ngantuk, kita lanjut dalam kesempatan lain. (ibutani)

Jumat, 27 Mei 2011

Budidaya Terong Ungu

Budidaya terong ungu sebetulnya cukup menjanjikan secara ekonomis. Karena permintaan pasar terus meningkat dari waktu ke waktu. Sayangnya selama ini petani masih sering menjadikannya sebagai kegiatan sampingan saja.

Karena kegiatan sampingan, jarang ada petani yang serius menggarapnya. Sehingga produktivitasnya pun hanya sekedarnya saja. Belum sampai pada tataran produktivitas tinggi, sebagaimana komoditas pertanian lainnya.

Budidaya terong ungu sebetulnya tidaklah terlalu sulit. Terlebih untuk wilayah yang berada di dataran tinggi. Karena terong ungu dapat tumbuh dengan baik pada suhu udara 22 - 30 derajat celsius.

Terong ungu dapat tumbuh pada semua jenis tanah. Tetapi yang paling baik pada tanah lempung berpasir dengan derajat keasaman (Ph) 6,8 sampai 7,7 , kaya bahan organik, memiliki aerasi dan drainase yang baik.

Dalam pertumbuhannya, terong ungu juga membutuhkan pencahayaan yang cukup. Karena itu, sangat pas untuk dibudidayakan pada saat musim kemarau, sebagai tanaman sela. (ibutani)

Kamis, 19 Mei 2011

Cara Pengendalian Ulat Bulu

Peningkatan populasi ulat bulu bermula di Probolinggo, menyebabkan daun tanaman mangga gundul, dan ulat-ulatnya masuk ke pemukiman sehingga mengganggu penduduk. Ulat yang mendominasi di Probolinggo adalah dari keluarga Lymantriidae, dengan dua spesies yang dominan yaitu Arctornis submarginata dan Lymantria marginata.

A. submarginata merupakan spesies khas dan spesifik Probolinggo yang hingga saat ini belum ditemukan di wilayah lain. Ulat bulu banyak sekali jenis, pada keluarga Lymantriidae saja terdapat ribuan jenis.

Selain keluarga Lymantriidae, seperti Cricula trifenestrata dari keluarga Saturniidae banyak terdapat pada pohon alpukat, jambu mente, kedondong, dan Maenas maculifascia dari keluarga Arctiidae banyak terdapat pada tanaman kenanga/ylang-ylang.

Menurut laporan dari 33 provinsi selain di Probolinggo, populasi ulat bulu masih rendah dan hanya ditemukan di beberapa pohon saja. Jenis ulat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lain. Hal ini merupakan kejadian dinamika populasi hama.

Berdasarkan uraian di atas, masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan populasi sehubungan dengan dampak dari perubahan iklim (Climate change) dan pemanasan global (Global warming) terhadap pola hidup dan tingkah laku serangga, khususnya ulat bulu.

Kondisi Lapangan

Berdasarkan pengamatan dari lapangan, serangan ulat bulu ditemukan di beberapa lokasi di Indonesia terutama di Jawa Timur (Probolinggo,Banyuwangi, Pasuruan), Jawa Barat (Bekasi), DKI Jakarta (Tanjung Duren), Jawa Tengah (Pati, Magelang) dan DI Yogyakarta. Serangan ulat bulu di berbagai daerah ada yang sama, ada yang berbeda spesiesnya menurut lokasi dan jenis tanaman yang diserang.

Awal serangan ulat bulu yang terjadi di Probolinggo, dimulai awal Maret dan puncak serangan terjadi pada 6 April 2011 pada pohon mangga di 9 kecamatan secara sporadis pada malam hari dan objek serangan yang agregat (spot). Ulat menyerang daun pohon mangga dan menyebabkan daun mengering, rontok dan pohon menjadi gundul, tetapi setelah 2 minggu tanaman pulih kembali dengan keluarnya kuncup daun dengan keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Semua variates mangga yang ada di lapangan dapat terserang hama ini. Jumlah pohon mangga di Kabupaten Probolinggo 1.227.879 pohon, yang terserang 14.813 pohon (1,2%).

Berdasarkan pengamatan peneliti Badan Litbang Pertanian, secara umum ulat bulu yang sedang meledak di beberapa daerah di Indonesia ditengarai berasal dari satu famili Lymantriidae walaupun spesies dapat berbeda. Terdapat tiga spesies yang ditemukan yaitu (1) Lymantria sp, (2) Arctornis submarginata, (3) Dasychira inclusa namun yang dominan ada dua spesies yaitu Lymantria sp dan Arctornis submarginata.

Penyebab
Pada kondisi normal, keberadaan ulat bulu selalu ada dan terjadi fluktuasi pola serangan setiap tahun dengan populasi rendah. Namun ledakan ulat bulu yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia saat ini, ditengarai oleh gangguan ekosistem antara lain yang disebabkan oleh perubahan iklim, berkurangnya musuh alami seperti predator, parasitoid dan biotik lainnya.

Sepuluh Langkah Pengendalian Ulat Bulu
Pemantauan dan identifikasi jenis hama, stadia hama, bagian dan jenis tanaman yang diserang, tingkat/intensitas serangan, serta kondisi lingkungan untuk disampaikan kepada petugas terkait.

Lakukan pengendalian secara mekanis dengan cara mengumpulkan dan memusnahkan ulat, antara lain dengan cara dibakar atau dibenamkan dalam tanah.

Pemasangan lampu perangkap (light trap) untuk membunuh ngengat, karena ngengat aktif di malam hari dan tertarik cahaya.

Mengumpulkan pupa/kepompong dan memasukannya kedalam botol plastik yang diberi lubang-lubang, sehingga ngengat yang terbentuk tidak dapat keluar sedangkan parasit yang muncul dapat keluar dan kembali berperan di alam.

Pelihara dan lestarikan musuh alami seperti predator semut rangrang dan burung dengan cara melarang penangkapan burung dan melarang pengambilan telur semut di pohon, atau melestarikan dan memperbanyak koloni semut dengan cara memasang sarang buatan dari daun kering dan bambu.

Gunakan insektisida hayati berupa jamur, virus, bakteri, nematode, antara lain dengan cara (a). Mengumpulkan ulat yang mati terkena virus (menggelantung) dan mengaduknya dengan air, lalu menyemprotkan kembali ke ulat, (b). Mengumpulkan kepompong atau ulat yang terkena jamur (berwarna putih – jamur Beauveria dan hijau – jamur Metarhizium), lalu perbanyak di media jagung dan semprotkan ke ulat, (c). menggunakan insektisida hayati yang sudah diproduksi dan tersedia di Dinas/lembaga yang berwenang.

Pemasangan pembatas (burrier) pada batang pohon mangga berupa lem atau kain beracun, khususnya bagi ulat Arctornis yang memiliki sifat ketika malam hari naik ke bagian atas (kanopi) untuk memakan daun dan pada siang hari turun ke batang untuk bersembunyi dari serangan predator.

Jika kondisi populasi ulat sangat mengkhawatirkan dapat digunakan insektisida alami yang relatif ramah lingkungan, berupa insektisida nabati (berasal dari tumbuhan), seperti mimba, tembakau, akar tuba, piretrum, gadung, suren dan lainnya. Perlu diketahui bahwa insektisida nabati tidak menyebabkan kematian langsung seperti insektisida sintetis.

Pada kondisi kritis, maka jalan terakhir dapat digunakan insektisida kimia sintetis yang berdaya racun rendah berlabel hijau. Jangan menggunakan insektisida kimia sintetis untuk tindakan pencegahan, karena akan mengganggu keberadaan musuh alami dan mencemari lingkungan. (Ibu Tani)
(sumber: http://www.litbang.deptan.go.id/ulat-bulu)

Selasa, 17 Mei 2011

Lomba Karya Tulis & Karya Inovasi Pertanian Remaja Tingkat Nasional 2011

Dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan kepedulian generasi penerus pada core competence atau kekayaan utama bangsa Indonesia sebagai negara agraris serta menarik minat mereka pada sains dan teknologi bidang pertanian, dengan mengambil tema “Kembangkan Pertanian DaerahMu, Ciptakan Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan untuk Mendukung Kemandirian Pangan” tahun 2011 Badan Litbang Pertanian, Kementrian Pertanian, akan melaksanakan Lomba Karya Tulis Pertanian dan Lomba Karya Inovasi Teknologi Pertanian.

Lomba ini merupakan ajang kompetisi ilmiah bagi pelajar SMA dan sederajat yang memiliki ketertarikan di dunia penelitian, khususnya bidang pertanian, untuk menampung aspirasi mereka dalam menyikapi kondisi lingkungannya terutama pertanian, menganalisa potensi dan permasalahan pangan, hortikultura, perkebunan, maupun peternakan di daerah/wilayah dimana mereka tinggal untuk mencari solusi yang tepat melalui inovasi pertanian yang ramah lingkungan bagi kemandirian pangan dan peningkatan nilai tambah serta daya saing hasil-hasil pertanian daerah.
Prasyarat & Ketentuan Lomba:

Peserta adalah pelajar tingkat SLTA/SPMA/SMK/STM/Sekolah Tata Boga/Sederajat (Perorangan atau Kelompok maksimal 3 orang)
Naskah dikirim sebanyak 3 (tiga) eksemplar
Lomba dilaksanakan di masing-masing Provinsi
Seleksi Tahap I (Seleksi Materi) dan Tahap II (Presentasi) di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) tiap Provinsi
Seleksi Tahap III, Presentasi Tingkat Nasional

Kategori Lomba:
Lomba terbagi dalam dua kategori:
Karya Tulis (semi populer) merupakan hasil penelitian, pengamatan lapang dan studi literatur,

Karya Inovasi Teknologi Pertanian

Hadiah:
Pemenang I : 10 juta, Pemenang II : 7,5 juta, dan Pemenang III : 5 juta, dan masing-masing akan mendapatkan piala. Setiap finalis akan menerima piagam penghargaan
Setiap satu pendamping finalis akan mendapatkan sertifikat dari panitia

Rangkuman Kegiatan:
Penyerahan formulir beserta kelengkapan lain karya ilmiah atau karya inovasi: 17 Mei - 13 Juni 2011
Proses pembuatan karya tulis atau karya inovasi : Mei–Juli 2011
Penyerahan karya tulis atau karya inovasi lengkap (paling lambat): 1- 15 Agustus 2011
Pengumuman semi finalis tingkat propinsi : 2 September 2011
Pengumuman 10 finalis (untuk 2 kategori lomba): 7 Oktober 2011
Registrasi finalis lomba karya tulis dan karya inovasi: 25 Oktober 2011
Presentasi finalis karya tulis dan : 26 Oktober 2011
Audiensi dan field trip : 27 Oktober 2011
Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah oleh Menteri
Pertanian: 28 Oktober 2011.

Informasi lebih lanjut silahkan Klik Disini

Budidaya Bayam Cabut

Bayam (Amaranthus spp.) merupakan sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral, dapat tumbuh sepanjang tahun pada ketinggian sampai dengan 1000 m dpl dengan pengairan secukupnya.

Terdapat 3 jenis sayuran bayam, yaitu:
1. Bayam cabut, batangnya berwarna merah juga ada berwarna hijau keputih-putihan.
2. Bayam petik, pertumbuhannya lebih tegak serta berdaun lebar, warna daun hijau tua dan ada yang berwarna kemerah-merahan.
3. Bayam yang biasa dicabut dan juga dapat dipetik. Jenis bayam ini tumbuh tegak, berdaun besar berwarna hijau keabu-abuan.

Teknologi Budidaya


1. Benih
Bayam dikembangkan melalui biji. Biji bayam yang dijadikan benih harus cukup tua (+ 3 bulan). Benih yang muda , daya simpannya tidak lama dan tingkat perkecambahannya rendah. Benih bayam yang tua dapat disimpan selama satu tahun. Benih bayam tidak memiliki masa dormansi dan kebutuhan benih adalah sebanyak 5-10 kg tiap hektar atau 0,5 รข€“ 1 g/m2. Varietas yang dianjurkan adalah Giti Hijau, Giti Merah, Kakap Hijau, Bangkok dan Cimangkok.

2. Persiapan Lahan
Lahan dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur. Selanjutnya buat bedengan dengan arah membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan. Jarak antar bedengan 30 cm.

3. Pemupukan
Setelah bedengan diratakan, 3 hari sebelum tanam berikan pupuk dasar (pupuk kandang kotoran ayam) dengan dosis 20.000 kg/ha atau pupuk kompos organik hasil fermentasi (kotoran ayam yang telah difermentasi) dengan dosis 4 kg/m2. Sebagai starter tambahkan Urea 150 kg/ha (15 g/m2) diaduk dengan air dan disiramkan kepada tanaman pada sore hari 10 hari setelah penaburan benih, jika perlu berikan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 2 minggu setelah penaburan benih.

4. Penanaman/Penaburan Benih
Dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:

Ditebar langsung di atas bedengan, yaitu biji dicampur dengan pupuk kandang yang telah dihancurkan dan ditebar secara merata di atas bedengan.

Ditebar pada larikan/barisan dengan jarak 10-15 cm, kemudian ditutup dengan lapisan tanah.

Disemai setelah tumbuh (sekitar 10 hari) bibit dibumbun dan dipelihara selama + 3 minggu. Selanjutnya dipindahkan ke bedengan dengan jarak tanam 50 x 30 cm. Biasanya untuk bayam petik.

5. Pemeliharaan
Bayam yang jarang terserang penyakit (yang ditularkan melalui tanah), adalah bayam cabut. Bayam dapat berproduksi dengan baik asalkan kesuburan tanahnya selalu dipertahankan, misalnya dengan pemupukan organik yang teratur dan kecukupan air, untuk tanaman muda (sampai satu minggu setelah tanam) membutuhkan air 4 l/m2/hari dan menjelang dewasa tanaman ini membutuhkan air sekitar 8 l/m2/hari.

6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
Jenis hama yang sering menyerang tanaman bayam diantaranya ulat daun, kutu daun, penggorok daun dan belalang. Penyakit yang sering dijumpai adalah rebah kecambah (Rhizoctonia solani) dan penyakit karat putih (Albugo sp.). Untuk pengendalian OPT gunakan pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

7. Panen
Bayam cabut biasanya dipanen apabila tinggi tanaman kira-kira 20 cm, yaitu pada umur 3 sampai dengan 4 minggu setelah tanam. Tanaman ini dapat dicabut dengan akarnya ataupun dipotong pangkalnya. Sedangkan bayam petik biasanya mulai dapat dipanen pada umur 1 sampai dengan 1,5 bulan dengan interval pemetikan seminggu sekali.

8. Pasca Panen
Tempatkan bayam baru panen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar dalam air dan pengiriman produk secepat mungkin untuk menjaga kesegarannya.
(sumber: http://jambi.litbang.deptan.go.id)

Sabtu, 14 Mei 2011

Budidaya Kangkung Darat Semi Organik

Kangkung (Ipomoea sp.) dapat ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi. Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun, termasuk kedalam famili Convolvulaceae.

Daun kangkung panjang, berwarna hijau keputih-putihan merupakan sumber vitamin pro vitamin A. Berdasarkan tempat tumbuh, kangkung dibedakan menjadi dua macam yaitu: 1) Kangkung darat, hidup di tempat yang kering atau tegalan, dan 2) Kangkung air, hidup ditempat yang berair dan basah.

Petanian Organik adalah sebuah bentuk solusi baru guna menghadapi kebuntuan yang dihadapi petani sehubungan dengan maraknya intervensi barang-barang sintetis atas dunia pertanian sekarang ini. Dapat dilihat, mulai dari pupuk, insektisida, perangsang tumbuh, semuanya telah dibuat dari bahan-bahan yang disintesis dari senyawa-senyawa murni (biasanya un organik) di laboratorium. Pertanian organik dapat memberi perlindungan terhadap lingkungan dan konservasi sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, memperbaiki kualitas hasil pertanian, menjaga pasokan produk pertanian sehingga harganya relatif stabil, serta memiliki orientasi dan memenuhi kebutuhan hidup ke arah permintaan pasar.

Teknologi Budidaya

1. Benih

Kangkung darat dapat diperbanyak dengan biji. Untuk luasan satu hektar diperlukan benih sekitar 10 kg. Varietas yang dianjurkan adalah varietas Sutra atau varietas lokal yang telah beradaptasi.

2. Persiapan Lahan

Lahan terlebih dahulu dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur, setelah itu dibuat bedengan membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya adalah 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan. Jarak antar bedengan + 30 cm. Lahan yang asam (pH rendah) lakukan pengapuran dengan kapur kalsit atau dolomit.

3. Pemupukan

Bedengan diratakan, 3 hari sebelum tanam diberikan pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 20.000 kg/ha atau pupuk kompos organik hasil fermentasi (kotoran ayam yang telah difermentasi) dengan dosis 4 kg/m2. Sebagai starter ditambahkan pupuk anorganik 150 kg/ha Urea (15 gr/m2) pada umur 10 hari setelah tanam. Agar pemberian pupuk lebih merata, pupuk Urea diaduk dengan pupuk organik kemudian diberikan secara larikan disamping barisan tanaman, jika perlu tambahkan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 1 dan 2 minggu setelah tanam.

4. Penanaman

Biji kangkung darat ditanam di bedengan yang telah dipersiapkan. Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm, tiap lubang tanamkan 2 - 5 biji kangkung. Sistem penanaman dilakukan secara zigzag atau system garitan (baris).

5. Pemeliharaan

Yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan air, bila tidak turun hujan harus dilakukan

penyiraman. Hal lain adalah pengendalian gulma waktu tanaman masih muda dan menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit.

6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Hama yang menyerang tanaman kangkung antara lain ulat grayak (Spodoptera litura F), kutu daun (Myzus persicae Sulz) dan Aphis gossypii. Sedangkan penyakit antara lain penyakit karat putih yang disebabkan oleh Albugo ipomoea reptans. Untuk pengendalian, gunakan jenis pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

7. Panen

Panen dilakukan setelah berumur + 30 hari setelah tanam, dengan cara mencabut tanaman sampai akarnya atau memotong pada bagian pangkal tanaman sekitar 2 cm di atas permukaan tanah.

8. Pasca Panen

Pasca panen terutama diarahkan untuk menjaga kesegaran kangkung, yaitu dengan cara menempatkan kangkung yang baru dipanen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar dalam air dan pengiriman produk secepat mungkin.
(sumber: http://jambi.litbang.deptan.go.id)