Rabu, 30 November 2011

Sentra Tanaman Anggur

Di Indonesia sentra anggur terdapat di Jawa Timur (Probolinggo, Pasuruan, Situbondo), Bali dan Kupang (NTT). Di daerah tersebut anggur dapat tumbuh dengan sangat baik, produksi tinggi dan menghasilkan buah berkualitas.

Tanaman anggur dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah, terutama di tepitepi
pantai, dengan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan. 2) Angin yang terlalu kencang kurang baik bagi anggur.

Curah hujan rata-rata 800 mm per tahun. Dan keadaan hujan yang terus menerus dapat merusak premordia/ bakal perbungaan yaitu tengah berlangsung serta dapat menimbulkan serangan hama dan penyakit.

Sebaiknya sinar matahari yang banyak/udara kering sangat baik bagi pertumbuhan vegetatif dan pembuahannya. Suhu rata-rata maksimal siang hari 31 derajat C dan suhu rata-rata minimal malam hari 23 derajat C dengan kelembaban udara 75-80 %.

Selasa, 29 November 2011

Sejarah Anggur

Anggur merupakan tanaman buah berupa perrdu yang merambat. Anggur berasal dari Armenia, tetapi budidaya anggur sudah dikembangkan di Timur Tengah sejak 4000 SM.

Teknologi pengolahan anggur menjadi wine pertama kali dikembangkan orang Mesir pada 2500 SM. Dari Mesir budidaya dan teknologi pengolahan anggur masuk ke Yunani dan menyebar ke daerah Laut Hitam sampai Spanyol, Jerman, Prancis dan Austria.

Sejalan dengan perjalanan Columbus anggur dari asalnya ini mulai menyebar ke Mexico, Amerika Selatan, Afrika selatan, Asia termasuk Indonesia dan Australia. Penyebaran ini juga menjadikan Anggur punya beberapa sebutan seperti Grape di Eropa dan Amerika, orang China menyebut Putao dan di Indonesia disebut anggur.

Anggur termasuk tanaman marga Vitis. Tidak semua jenis dari marga ini dapat dimakan, yang bisa dimakan hanya dua jenis yaitu Vitis vinifera dan Vitis labrusca. Tanaman anggur jenis Vitis vinifera mempunyai ciri kulit tipis, rasa manis dan segar. Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 300 m dari permukaan laut beriklim kering.
Termasuk jenis ini adalah Gros Colman, Probolinggo Biru dan Putih, Situbondo
Kuning, Alphonso Lavalle dan Golden Champion.

Tanaman anggur jenis Vitis labrusca mempunyai ciri kulit tebal, rasa masam dan kurang segar. Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 900 meter dari permukaan laut. Termasuk jenis ini adalah Brilliant, Delaware, Carman, Beacon dan Isabella.

Dari kedua jenis ini, anggur yang banyak dikembangkan di Indonesia dan direkomendasi oleh Departemen Pertanian sebagai jenis unggul adalah jenis Vitis vinifera dari varietas Anggur Probolinggo Biru dan Alphonso Lavalle. Namun ada juga yang dianjurkan
ditanam antara lain Gross Collman, Probolinggo Putih, Isabella, Delaware, Chifung
dan Australia.

Senin, 28 November 2011

Media Tanam Melon

Melon pada umumnya dapat tumbuh di iklim apapun. Namun, untuk kegiatan budidaya melon dengan hasil dan produktifitas tinggi, lahan dan iklim yang pas merupakan syarat utama.

Tanaman melon memerlukan penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya, karena itu pilihlah lahan yang mendapatkan sinar matahari cukup. Tanaman melon memerlukan suhu yang sejuk dan kering untuk pertumbuhannya. Suhu pertumbuhan untuk tanam melon antara 25–30 derajat C. Tanaman melon tidak dapat tumbuh apabila kurang dari 18 derajat C.

Kelembaban udara secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman melon. Dalam kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit. Hindari kawasan berangin kencang dan bercurah hujan tinggi. Angin yang terlalu kencang dapat menggugurkan bunga melon, dan curah hujan yang terlalu tinggi akan mengurangi kadar gula buah melon.

Media Tanam
Tanah yang baik untuk budidaya tanaman melon ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman melon berkembang. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah.
Tanaman melon akan tumbuh baik apabila pH-nya 5,8–7,2. Tanaman melon pada dasarnya membutuhkan air yang cukup banyak. Tetapi, sebaiknya air itu berasal dari irigasi, bukan dari air hujan.

Ketinggian Tempat
Tanaman melon dapat tumbuh dengan cukup baik pada ketinggian 300–900 meter dpl. Apabila ketinggian lebih dari 900 meter dpl tanaman tidak berproduksi dengan optimal.

Minggu, 27 November 2011

Teknik Penyemaian Benih Manggis

Ada beberapa cara atau teknik penyemaian benih manggis. Anda tinggal memilih teknik yang anda anggap paling mudah dan pas untuk digunakan. Nah, berikut ini teknik penyemaian manggis yang berhasil kami himpun.

a) Perbanyakan dengan biji dalam bedengan
Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100-120 cm dengan jarak antar bedengan 60-100 cm. Tanah diolah sedalam 30 cm, kemudian campurkan pasir, tanah dan bahan organik halus (3:2:1) dengan merata. Persemaian diberi atap jerami/daun kelapa dengan ketinggian sisi Timur 150-175 cm dan sisi Barat 10-125 cm.
Benih manggis ditanam di dalam lubang tanam berukuran 10 x 10 cm dengan jarak tanam 3 x 3 cm dan jarak antar baris 5 cm pada kedalaman 0,5-1,0 cm. Tutup benih dengan tanah dan selanjutnya bedengan ditutup dengan karung goni basah atau jerami setebal 3 cm. Persemaian disiram 1-2 kali sehari, diberi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 2 g/tanaman setiap bulan.

Setelah berumur 1 tahun, bibit manggis dipindahkan ke dalam polybag ukuran 20 x 30cm berisi campuran tanah dan kompos/pupuk kandang (1:1). Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam dilapangan/dijadikan batang bawah pada penyambungan.

b) Penyemaian dan pembibitan manggis di dalam polybag berukuran 20 x 30 cm.
Satu/dua benih manggis disemai di dalam polybag 20 x 30 cm yang dasarnya dilubangi
kecil-kecil pada kedalaman 0.5-1.0 cm. Media tanam berupa campuran tanah halus, kompos/pupuk kandang halus dan pasir (1:1:1). Simpan polybag di bedengan yang sisinya dilingkari papan/bilah bambu agar polybag tidak roboh.
Persemaian disiram 1-2 hari sekali dan diberi urea dan SP-36 sebanyak 2-3 g/tanaman setiap bulan. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam di lapangan atau dijadikan batang bawah pada penyambungan.

c) Perbanyakan dengan penyambungan pucuk
Adapun cara penyambungan pucuk adalah sebagai berikut:
1. Potong bahan bawah setinggi 15-25 cm dari pangkal leher lalu buat celah di
ujung batang sepanjang 3-5 cm.
2. Runcingkan pangkal batang atas sepanjang 3-5 cm.
3. Selipkan bagian runcing batang atas (pucuk) ke dalam celah batang bawah.
4. Balut bidang pertautan batang bawah dan atas dengan tali rafia. Pembalutan
dimulai dari atas, lalu ikat ujung balutan dengan kuat.
5. Tutupi hasil sambungan dengan kantung plastik transparan dan simpan di
tempat teduh. Setelah 2-3 minggu penutup dibuka dan bibit dibiarkan tumbuh
selama 3-4 minggu. Balutan dapat dilepas setelah berumur 3 bulan yaitu
pada saat bibit telah bertunas. Setelah berumur 6 bulan bibit siap
dipindahtanamkan ke kebun.
6. Selama penyambungan siram bibit manggis secara rutin dan siangi gulma.

d) Perbanyakan dengan penyambungan susuan
Adapun cara penyambungan susuan adalah sebagai berikut:
1. Pilih pohon induk manggis yang produktif sebagai batang atas.
2. Siapkan batang bawah di dalam polibag dan letakan di atas tempat yang
lebih tinggi daripada pohon induk.
3. Pilih satu cabang (entres) dari pohon induk untuk bahan cabang atas.
Diameter cabang lebih kecil atau sama dengan batang bawah.
4. Sayat batang bawah manggis dengan kayunya kira-kira 1/3-1/2 diameter batang
sepanjang 5-8 cm.
5. Sayat pula cabang entres dengan cara yang sama.
6. Satukan bidang sayatan kedua batang dan balut dengan tali rafia.
7. Biarkan bibit manggis susuan selama 5 - 6 bulan.
8. Pelihara pohon induk dan batang bawah di dalam polibag dengan intensif.
9. Susuan berhasil jika tumbuh tunas muda pada pucuk batang atas (entres)
dan ada pembengkakan (kalus) di tempat ikatan tali.
10. Bibit manggis susuan yang baru dipotong segera disimpan di tempat teduh dengan
penyinaran 30% selama 3-6 bulan sampai tumbuh tunas baru. Pada saat ini
bibit siap dipindahtanamkan.

Kamis, 24 November 2011

Pembibitan dan Pembenihan Manggis

Tanaman manggis dapat diperbanyak dengan biji atau bibit hasil penyambungan pucuk dan
susuan. Tanaman manggis yang ditanam dari biji baru berbunga pada umur 10-15 tahun sedangkan yang ditanam dari bibit hasil sambungan dapat berbunga pada umur 5-7 tahun.

Pembibitan Manggis
Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah dilakukan dengan megambil biji dari buah manggis tua yang berisi 5-6 segmen daging buah dengan 1-2 segmen yang berbiji, tidak rusak, beratnya minimal satu gram dan daya kecambah sedikitnya 75%. Buah manggis diambil dari pohon yang berumur sedikitnya 10 tahun.

Untuk pembuatan bibit manggis dengan cara sambungan diperlukan batang bawah dan
pucuk (entres) yang sehat. Batang bawah adalah bibit dari biji manggis berumur lebih
dari dua tahun dengan diameter batang 0.5 cm dan kulitnya berwarna hijau kecoklatan.


Penyiapan Bibit Menggunakan Teknik Sambungan
Untuk bagian bawah gunakan bibit dari biji manggis, karena memiliki akar yang lebih kuat. Nah, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghilangkan daging buah manggis. Caranya, rendam buah manggis dalam air bersih selama 1 minggu (dua hari sekali air diganti) sehingga lendir dan jamur terbuang.

Biji manggis akan mengelupas dengan sendirinya dan biji dicuci sampai bersih. Celupkan biji kedalam fungisida Benlate dengan konsentrasi 3 g/L selama 2-5 menit. Keringanginkan biji manggis di tempat teduh selama beberapa hari sampai kadar airnya
12-14%.

Pucuk untuk sambungan berupa pucuk (satu buku) yang masih berdaun muda berasal dari pohon induk manggis yang unggul dan sehat. Dua minggu sebelum penyambungan bagian bidang sayatan batang bawah dan pucuk diolesi zat pengatur tumbuh Adenin/Kinetin dengan konsentrasi 500 ppm untuk lebih memacu pertumbuhan.

Selasa, 22 November 2011

Pembibitan Mentimun

Untuk mendapatkan bibit mentimun yang berkualitas, perlu perlakuan yang berkualitas pula. Nah, berikut ini cara pembibitan mentimun yang dianjurkan para ahli pertanian dan telah teruji kualitasnya.

Langkah pertama mendapatkan bibit mentimun berkualitas, siapkan Natural GLIO dan campurkan dengan pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu. Kemudian siapkan tanah halus dan pukan dapat diganti SUPERNASA / POC NASA yang telah dicampur Natural GLIO (tanah : pukan = 7:3) dan masukkan polybag.

Rendam benih mentimun dalam larutan POC NASA dan air hangat (2cc/l) selama 30 menit.
Peram selama 12 jam. Setiap benih mentimun yang berkecambah dipindahkan ke polibag sedalam 0,5-1 cm.

Polybag dinaungi plastik bening dan bibit disiram dua kali sehari. Semprotkan POC NASA (2cc/l air) pada 7 hss. Setelah berumur 12 hari atau berdaun 3-4 helai, bibit mentimun siap dipindahkan ke kebun.

Minggu, 20 November 2011

Iklim dan Media Tanam Mentimun

Mentimun pada prinsipnya merupakan tanaman yang sangat mudah pada beradaptasi, sehingga dapat tumbuh dimana pun. Akan tetapi, untuk mendapatkan hasil berkualitas dengan produktifitas tinggi, ada baiknya untuk memperhatikan hal-hal berikut ini.

Mentimun dapat tumbuh lebih baik pada kawasan beriklim kering, mendapatkan cukup sinar matahari, dengan temperatur (21,1 - 26,7)°C dan tidak banyak hujan. Ketinggian optimum 1.000 - 1.200 mdpl.

Media tanam yang paling pas untuk mentimun adalah lahan dengan jenis tanah gembur, banyak mengandung humus, mudah meresapkan air, tata air baik, dan tingkat keasaman atau pH 6-7.

Senin, 14 November 2011

Teknik Penanaman Buncis

Ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan dan dilakukan dalam menanam buncis. Untuk tipe buncis merambat, jarak lubang tanam sebaiknya 20 x 50 cm, 40 x 60 cm, 30 x 40 cm. Sedang untuk tipe tegak adalah 20 x 40 cm dan 30 x 60 cm.

Waktu tanam yang baik adalah awal musim kemarau atau awal musim penghujan. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan sepanjang musim asal pasokan air memadai.

Sebelum ditanam, benih buncis direndam terlebih dulu POC NASA dengan dosis 2 tutup/liter selama setengah jam, kemudian ditiriskan. Setelah itu, masukan benih ke dalam lubang tanam sebanyak 2 biji, tutup dengan tanah tipis dan abu dapur.

Dalam waktu 3-5 hari benih buncis sudah tumbuh. Benih yang tidak tumbuh ganti (disulam) dengan yang baru. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada saat umur buncis tidak lebih dari 15 hari setelah tanam.

Caranya sama seperti menyulam tanaman kacang panjang. Penyulaman dilakukan apabila yang perlu disulam sekitar 10-25 %. Namun apabila sudah mencapai 40-50 % maka tanaman perlu diganti seluruhnya.

Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam, tergantung pertumbuhan rumput di kebun. Penyiangan dengan cara mencabut rumput liar/membersihkan dengan alat kored.

Pengguludan
Pengguludan adalah membuat tanaman itu sedikit ditinggikan dari tanah dasarnya. Peninggian guludan dapat dilakukan pada saat tanaman berumur kurang lebih 20 dan 40 hari yana sebaiknya dilakukan pada saat musim hujan. Tujuan dari pengguludan adalah utnuk memperbanyak akar, menguatkan tumbuhnya, dan memelihara struktur tanah.

Pemasangan Ajir Pelaksanaan pemasangan turus dapat dilakukan bersamaan dengan peninggian guludan yang pertama. Untuk tanaman buncis yang merupakan tipe tanaman merambat maka perlu diberikan turus atau rambatan supaya pertumbuhan lebih baik. Biasanya turus atau lanjaran dibuat dari bambu dengan ukuran panjang 2 m dan lebar 4 cm. Turus tersebut ditancapkan di dekat tanaman. Setiap dua batang turus yang berhadapan diikat menjadi satu pada bagian ujungnya, sehingga akan tampak lebih kokoh.

Pemangkasan / Perempelan Pemangkasan dimaksudkan untuk memperbanyak ranting sehingga akan diperoleh buah yang banyak. Pemangkasan dilakukan bila tanaman berumur 2 minggu dan 5 minggu. Pemangkasan jug dimaksudkan utuk mengurangi kelembaban di dalam tanaman sehingga dapat menghambat perkembangan hama penyakit. Dan pucuk-pucuk tanaman yang baru dipangkas juga dapat digunakan sebagai sayuran.

Kamis, 10 November 2011

Bibit Jahe yang Bagus

Memilih bibit jahe yang bagus adalah mutlak. Karena hanya dengan bibit yang bagus rimpang jahe yang dihasilkan akan berkualitas. Apalagi jika budidaya jahe yang anda lakukan berorientasi profit alias untuk dijual.

Bibit jahe berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi), dan mutu fisik. Yang dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang bebas hama dan penyakit.

Oleh karena itu kriteria yang harus dipenuhi antara lain:
a. Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar).
b. Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 9-10 bulan).
c. Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet.

Lokasi Budidaya Jahe

Memilih lokasi yang tepat untuk budidaya jahe merupakan syarat utama jika anda ingin mendapatkan hasil panen yang baik dan berkualitas. Untuk mendapatkan lokasi yang baik, berikut hal-hal yang perlu anda perhatikan.

Iklim
Jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi, yaitu antara 2.500-4.000 mm/tahun. Pada umur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari. Dengan kata lain penanaman jahe dilakukan di tempat yang terbuka sehingga mendapat sinar
matahari sepanjang hari. Suhu udara optimum untuk budidaya tanaman jahe antara 20-35 derajat celsius.

Media Tanam
Jahe paling cocok ditanam pada tanah yang subur, gembur dan banyak
mengandung humus. Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik. Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6,8-7,0.

Ketinggian Tempat
Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0 - 2.000 m dpl. Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 - 600 m dpl.

Senin, 07 November 2011

Mengolah Lahan untuk Buncis

Lahan untuk budidaya buncis memerlukan sentuhan tersendiri. Karena hal itu akan berpengaruh secara langsung pada tumbuh kembang tanaman dan kemudian kuantitas dan kualitas produksinya.

Kendati demikian, mengolah lahan untuk menanam buncis tidak terlalu rumit. Langkah pertama, bersihkan lahan dari rumput-rumput liar kemudian digemburkan. Bisa dengan cara dicangkul atau dibajak kalau lahannya luas.

Setelah gembur, buat bedengan dengan lebar 60-80 cm, jarak antar bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, panjang tergantung lahan. Untuk sistem guludan lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 cm dan jarak antara guludan 30-40 cm.

Lakukan pengapuran jika pH tanah lebih rendah dari 5,5 dengan dolomit sebanyak 1-2 ton/ha dan campurkan secara merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm. Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1 botol (500 cc) POC NASA diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000
m2(10 botol/ha).

Pembibitan Buncis

Untuk mendapatkan buncis yang berkualitas, dibutuhkan benih yang bagus. Benih buncis yang bagus berasal dari induk yang baik. Bagaimana ciri-ciri dan karakteristik induk yang baik ?

Induk buncis yang adalah yang mempunyai daya tumbuh minimal 80-85%, bentuknya utuh, bernas, warna mengkilat, tidak bernoda coklat terutama pada mata bijinya, bebas dari hama dan penyakit, seragam, tidak tercampur dengan varietas lain, serta bersih dari kotoran.

Budidaya buncis tidak memerlukan proses persemaian. Sehingga, ketika benih yang bagus sudah didapat tinggal ditanam langsung pada lubang yang sudah disiapkan sebelumnya.

Sabtu, 05 November 2011

Manfaat Jahe

Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada
makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman.

Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami.

Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti, minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain.

Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.

Jumat, 04 November 2011

Jenis-Jenis Jahe

Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu :

1) Jahe Gajah
Jenis jahe ini biasa disebut juga jahe gajah atau jahe badak. Jahe jenis ini memiliki ciri rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.

2) Jahe Emprit
Biasa disebut juga jahe sunti atau jahe emprit. Dengan ciri-ciri ruasnya kecil, agak
rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua.
Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.

3) Jahe merah
Jahe ini memiliki ciri utama rimpangnya yang berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil. Seperti halnya jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.

Sejarah Jahe

Jahe merupakan tanaman obat yang sedang naik daun, karena itu banyak petani yang tertarik untuk membudidayakannya. Apalagi, saat ini kebutuhan akan jahe untuk bahan baku jamu terus meningkat, seiring kebijakan pemerintah yang ingin mengintegrasikan jamu ke dalam sistem kesehatan nasional.

Nah, kesempatan yang baik bukan ? Sebelum membudidayakan jahe, ada baiknya belajar sejarah singkatnya terlebih dulu. Supaya nanti jika ditanya bisa menjawab dengan benar, hehehehe.

Jahe merupakan tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe berasal dari kawasan Asia Pasifik. Jahe banyak tersebar di India dan Cina, sehingga kedua negara tersebut disebut-sebut sebagai yang pertama memanfaatkan jahe.

Jahe biasa dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat minuman karena bisa memberikan efek menghangatkan badan dan mengusir masuk angin, bumbu masak, dan bahan baku obat tradisional atau jamu.

Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) dan lain-lain.

Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa dan Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate), dsb.

Selasa, 01 November 2011

Lahan yang Cocok untuk Budidaya Buncis

Hampir semua jenis lahan cocok untuk budidaya buncis. Mulai dari yang beriklim iklim basah sampai kering dengan ketinggian bervariasi. Karena buncis tidak membutuhkan curah hujan yang khusus. Curah hujan cukup 1.500-2.500 mm/tahun.

Namun, tanaman buncis paling baik tumbuh di dataran tinggi pada ketinggian 300-600 meter dari permukaan laut. Umumnya, buncis memerlukan cahaya matahari yang banyak dan tidak memerlukan tanaman pembayang atau naungan. Suhu udara ideal bagi pertumbuhan buncis adalah 20-25˚C.

Jenis tanah yang cocok untuk tanaman buncis adalah andosol dan regosol karena mempunyai drainase yang baik. Dengan sifat-sifat gembur, remah, subur dan keasaman (pH) 5,5-6.