Minggu, 29 Juli 2012

Selain pepaya Thailand, satu lagi jenis pepaya yang banyak dibudidayakan adalah pepaya california. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budidaya pepaya, khususnya jenis California.

Untuk mendapatkan buah pepaya segar dan mengkal, seorang petani pepaya harus memperhatikan tingkat keasaman tanah tempat biji pepaya disemai. Agar menjadi netral tingkat keasamannya dan tanah menjadi gembur dan lembab, maka petani harus membuat bedeng yang sekaligus berfungsi sebagai penyerap air yang menggenang. Sedangkan jarak penanaman bijih pepaya diusahakan 1 meter. 

Dengan demikian akan memudahkan pengontrolan tanaman setiap saat jika sudah tumbuh besar dan siap berbuah. Untuk mencegah agar tanaman pepaya tidak terkena penyakit, petani harus memastikan bahwa tanah yang akan ditanami dengan bibit harus bersih dari bonggol sisa tanaman sebelumnya yang telah dirobohkan. Mengingat bonggol tanaman sebelumnya dapat merangsang pertumbuhan jamur yang dapat merusak tanaman pepaya. Saat merawat tanaman pepaya pun tidak sulit. 

Cukup dengan membersihkan gulma yang tumbuh, menyiangi semak-semak perdu dari kumpulan rumput liar di sekitar batang tanaman pepaya. Sambil menyiangi tanaman, petani pun dapat memberikan pupuk minimal 2 bulan sekali dengan menggunakan pupuk organik dan anorganik. Pemupukan budidaya tanaman pepaya California sangat penting dan jika tidak rajin memberikan pupuk, maka pertumbuhan tanaman pepaya akan merana dan kelak buahnya pun tidak manis saat dipanen. 

Selain itu pula buah yang belum sempat berkembang menjadi besar bisa saja gugur. Kalau sudah demikian dapat dipastikan akan merugikan para petani yang sudah susah payah menanam dan merawat tananaman pepaya. Mengingat penyakit pada tanaman pepaya seperti ulat dan jamur bisa saja menyerang buah, batang dan daunnya. Buah pepaya yang sudah terserang hama jamur itu bisanya buahnya akan berwarna menjadi putih. 

 Bisanya untuk mencegah timbulnya hama jamur, belalang, ulat yang doyan sekali memakan daun pepaya, petani dapat menggunakan pestisida sebagai penangkal hama ini. Karena itu mencegah lebih baik daripada mengobati tanaman pepaya jika sudah terlanjur terkena hama. Agar tanaman pepaya dapat tumbuh subur, tindakan mengusir serangan hama pada tanaman pepaya harus menjadi perhatian petani sejak tanaman mulai tumbuh tunasnya di ladang penyemaian. 

Tentu saja pepaya California ini jika benar-benar dirawat dengan baik dapat menghasilkan 22 buah dalam satu pokok batang pohon pepaya. Untuk itu yang tak kalah penting merawat secara intensif sejak ditanam hingga umur 3 bulan. Sementara masa panen buah pepaya sudah dapat dilakukan saat tanaman berusia 7 bulan. 

Dengan memetik buah pepaya California sekali panen setiap minggu, dapat dihasilkan buah pepaya mengkal, segar sebanyak 2 ton untuk setiap hektarnya. Anda tertarik menjadi wirausaha buah pepaya California, tidak ada salahnya mencoba. Juga bisa mencoba menanam satu pohon pepaya di pekarangan Anda. 
Sumber : http://arumsekartaji.blogspot.com/2012/01/merawat-tanaman-pepaya-california.html

Selasa, 24 Juli 2012

Panen dan Pascapanen Semangka

Umur panen tanaman semangka tergantung pada jenis atau varietasnya dan pada lokasi penanaman. Semakin tinggi lokasi penanaman, semakin lambat waktu panennya. Pada umumnya buah semangka dapat dipanen pada umur 75-100 HST. 

Tingkat kematangan buah semangka juga bisa ditentukan dengan cara : 
1. Memukul-mukul buah semangka. 
Buah semangka yang sudah tua atau siap panen akan mengeluarkan bunyi yang "berat" dibandingkan yang masih muda. 

2. Melihat kulit buah. 
Kulit buah semangka yang sudah tua biasanya berwarna terang dan sudah tidak dilapisi lilin. 

3. Melihat batang buah. 
Batang buah semangka yang siap panen biasanya berwarna coklat kekuningan. Tangkai muda berwarna hijau dan berbulu halus. Cara memanen buah semangka yang baik adalah dengan memotong batang buah tepat di pangkal batang yang berbatasan dengan cabang. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari setelah titik embun hilang dan pada saat tidak hujan. Hal ini dilakukan untuk menghindari timbulnya cendawan penyebab penyakit yang akan merusak buah semangka pada saat diangkut atau disimpan.

Sabtu, 14 Juli 2012

Penyiraman dan Pemupukan Lanjutan Semangka

Penyiraman 
Semangka perlu dilakukan dengan rutin. Semangka yang ditanam di lahan pesawahan biasanya dialiri air hingga bedengan terendam. Sementara itu, semangka yang ditanam di lahan tegalan dapat disiram menggunakan ember atau selang. 

Pemupukan Susulan
Pemupukan susulan dilakukan untuk mendukung masa pembentukan bunga semangka, buah semangka, dan masa pembesaran buah semangka. Pupuk yang diberikan bisa berupa pupuk akar atau pupuk daun yang banyak mengandung unsur hara mikro. 

 a. Pupuk akar 
Pemupukan susulan pertama pada umur 30 hari setelah tanam (HST), dan yang kedua pada umur 45 HST. Pupuk yang diberikan berupa 2 kg NPK 15:15:15 dan 1 kg KNO3 dalam 200 liter air. 

b. Pupuk daun 
Pemupukan pada daun dimaksudkan untuk menyuplai unsur hara mikro yang tidak dapat diserap akar. Pupuk daun yang dapat diberikan anatara lain Gandasil, Growmore, dan Multimicro yang bisa ditambahkan ZPT atonik. Bagian daun yang disemprot adalah seluruh permukaan daun. Untuk mengatasi terhambatnya resapan pupuk akibat permukaan daun semangka dapat digunakan perekat, seperti Citowett.

Rabu, 11 Juli 2012

Perawatan Semangka

Pemangkasan dan Pembentukan
Cabang Pemangkasan bertujuan untuk membentuk percabangan dan meningkatkan kualitas buah. Pemangkasan pertama dilakukan pada umur 10 hari dengan memotong ujung ruasnya. Pemangkasan kedua pada umur 35 hari untuk memilih dua cabang utama yang sehat dan akan menghasilkan buah. 

 Untuk mencegah penularan penyakit pada saat pemangkasan, terutama yang disebabkan oleh cendawan Fusarium dan bakteri Pseudomonas, cutter atau gunting yang digunakan sebaiknya direndam terlebih dahulu dalam larutan fungisida dengan dosis 2 ml per 1 liter air. 

Waktu yang tepat untuk melakukan pemangkasan adalah setelah pukul 8 pagi hingga pukul 4 sore agar luka bekas pemangkasan cepat kering. Untuk mencegah serangan jamur di luka bekas pemangkasan, tanaman disemprot menggunakan fungisida Dithane M-45, Antracol, atau Preficur N sesuai dosis anjuran. 

Perempelan Bunga dan Penjarangan Buah 
Bunga yang dapat menjadi buah adalah bunga yang muncul dari cabang ke delapan, sehingga yang dipelihara adalah bunga yang ada di cabang ke delapan dan seterusnya. Setelah bunga menjadi buah, lakukan penyortiran terhadap buah yang bentuknya tidak sempurna atau terserang hama penyakit. Dalam satu cabang sebaiknya hanya disisakan satu buah. Seleksi terhadap buah dilakukan pada umur 40-50 hari.