Buncis merupakan sumber proten nabati yang baik. Ia juga banyak mengandung vitamin A, vitamin B, dan Vitamin C.
Menurut para ahli, buncis memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh. Seperti melancarkan pencernaan, mencegah konstipasi, menstimulasi atau merangsang sistem kekebalan tubuh alami, menetralkan gula darah, mengobati tukak lambung, mencegah kanker usus besar, dan mampu memperkecil risiko terserang kanker ganas.
Mengingat sekian banyak manfaat buncis tersebut, tidak salah kiranya jika mulai saat ini kita mengonsumsi buncis lebih banyak. Toh, rasanya juga enak, asal pengolahannya dilakukan secara baik dan memenuhi tata cara memasak yang sehat.
Minggu, 30 Oktober 2011
Sabtu, 29 Oktober 2011
Sejarah Buncis
Kacang buncis sangat akrab dengan masyarakat Indonesia. Tetapi, mungkin banyak yang belum tahu kalau buncis yang bernama latin Phaseolus vulgaris .L. ini bukan tanaman asli Indonesia.
Kacang buncis berasal dari Amerika, sedangkan kacang buncis tipe tegak (kidney-bean) atau kacang jago adalah tanaman asli lembah Tahuaacan-Meksiko. Penyebarluasan tanaman buncis dari Amerika ke Eropa dilakukan sejak abad 16. Daerah pusat penyebaran dimulai di Inggris (1594), menyebar ke negara-negara Eropa, Afrika, sampai ke Indonesia.
Pembudidayaan tanaman buncis di Indonesia telah meluas. Tahun 1961-1967 luas areal penanaman buncis di Indonesia sekitar 3.200 hektar, tahun 1969-1970 seluas 20.000 hektar dan tahun 1991 mencapai 79.254 hektar dengan produksi 168.829 ton.
Daerah yang sejak lama menjadi sentra pertanaman buncis antara lain Kotabatu (Bogor), Pengalengan dan Lembang (Bandung) dan Cipanas (Cianjur).
Kacang buncis berasal dari Amerika, sedangkan kacang buncis tipe tegak (kidney-bean) atau kacang jago adalah tanaman asli lembah Tahuaacan-Meksiko. Penyebarluasan tanaman buncis dari Amerika ke Eropa dilakukan sejak abad 16. Daerah pusat penyebaran dimulai di Inggris (1594), menyebar ke negara-negara Eropa, Afrika, sampai ke Indonesia.
Pembudidayaan tanaman buncis di Indonesia telah meluas. Tahun 1961-1967 luas areal penanaman buncis di Indonesia sekitar 3.200 hektar, tahun 1969-1970 seluas 20.000 hektar dan tahun 1991 mencapai 79.254 hektar dengan produksi 168.829 ton.
Daerah yang sejak lama menjadi sentra pertanaman buncis antara lain Kotabatu (Bogor), Pengalengan dan Lembang (Bandung) dan Cipanas (Cianjur).
Budidaya Belimbing Manis
Belimbing, siapa tak kenal buah yang kalau diiris menghasilkan potongan berbentuk bintang segi lima ini. Rasanya yang manis dan sedikit asam banyak digemari wanita. Apalagi kalau bukan untuk membuat rujak, heem......
Belimbing pada dasarnya termasuk tanaman buah yang mudah dibudidayakan. Namun, dia dapat tumbuh dan memproduksi buah berkualitas baik jika ditanam pada lahan yang memiliki ketinggian antara 0-500 meter dari permukaan laut, curah hujan tinggi, dan mendapatkan cukup sinar matahari.
Jenis tanah yang paling pas untuk budidaya belimbing adalah tanah gembur dengan sistem drainase baik, dan dapat menahan air.
Untuk mendapatkan bibit belimbing, bisa dilakukan dengan menyemai biji, menggunakan teknik mencangkok, atau okulasi. Akan tetapi, pada umumnya bibit belimbing yang baik didapatkan dari hasil mencangkok atau okulasi. Karena jika melalui biji ada kemungkinan bibit yang dihasilkan menyimpang dari induknya.
Menurut para ahli, waktu yang paling baik untuk menanam belimbing adalah pada saat awal musim penghujan. Bibit ditanam dengan jarak antara pohon satu dengan yang lain kira-kira 6 meter persegi.
Belimbing, cukup rentan terkena gangguan hama, terutama lalat buah. Karena itulah, ketika mulai berbuah, sebaiknya buah tersebut dibungkus dengan kertas, kain, daun, dan lain-lain yang bisa melindunginya.
Untuk menghasilkan buah dengan ukuran besar, anda dapat melakukan teknik penjarangan. Tindakan itu sebaiknya dilakukan ketika buah sudah berukuran kurang lebih sama dengan besar telur ayam. Ini supaya buah yang dipilih sudah betul-betul kuat tangkainya.
Dari sisi ekonomi, belimbing termasuk tanaman buah yang cukup prospektif. Karena dia dapat berbunga sepanjang tahun hingga hasilnya bisa dipetik hingga 3 kali dalam setahun. Cukup menarik bukan ?
Belimbing pada dasarnya termasuk tanaman buah yang mudah dibudidayakan. Namun, dia dapat tumbuh dan memproduksi buah berkualitas baik jika ditanam pada lahan yang memiliki ketinggian antara 0-500 meter dari permukaan laut, curah hujan tinggi, dan mendapatkan cukup sinar matahari.
Jenis tanah yang paling pas untuk budidaya belimbing adalah tanah gembur dengan sistem drainase baik, dan dapat menahan air.
Untuk mendapatkan bibit belimbing, bisa dilakukan dengan menyemai biji, menggunakan teknik mencangkok, atau okulasi. Akan tetapi, pada umumnya bibit belimbing yang baik didapatkan dari hasil mencangkok atau okulasi. Karena jika melalui biji ada kemungkinan bibit yang dihasilkan menyimpang dari induknya.
Menurut para ahli, waktu yang paling baik untuk menanam belimbing adalah pada saat awal musim penghujan. Bibit ditanam dengan jarak antara pohon satu dengan yang lain kira-kira 6 meter persegi.
Belimbing, cukup rentan terkena gangguan hama, terutama lalat buah. Karena itulah, ketika mulai berbuah, sebaiknya buah tersebut dibungkus dengan kertas, kain, daun, dan lain-lain yang bisa melindunginya.
Untuk menghasilkan buah dengan ukuran besar, anda dapat melakukan teknik penjarangan. Tindakan itu sebaiknya dilakukan ketika buah sudah berukuran kurang lebih sama dengan besar telur ayam. Ini supaya buah yang dipilih sudah betul-betul kuat tangkainya.
Dari sisi ekonomi, belimbing termasuk tanaman buah yang cukup prospektif. Karena dia dapat berbunga sepanjang tahun hingga hasilnya bisa dipetik hingga 3 kali dalam setahun. Cukup menarik bukan ?
Budidaya Kelengkeng
Kelengkeng, merupakan salah satu tanaman buah yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Selain karena rasanya, nilai ekonominya yang juga lumayan tinggi. Sehingga bisa diandalkan sebagai sumber penghasilan.
Pada umumnya kelengkeng termasuk tanaman buah yang mudah dibudidayakan. Tetapi, tempat terbaik untuk tumbuh kelengkeng adalah di dataran rendah dengan ketinggian antara 200-600 meter dari permukaan laut. Dengan syarat lahan tersebut yang bertipe iklim basah dan kering tidak lebih dari empat bulan.
Budidaya kelengkeng dapat dilakukan dengan cara cangkok atau okulasi. Karena perbanyakan dengan biji rentan gagal, salah-salah kelengkeng yang tumbuh berjenis jantan sehingga tidak akan berbuah.
Selain itu, perbanyakan dengan biji memiliki rentang waktu untuk produksi sangat lama, kurang lebih tujuh tahun. Sedang perbanyakan dengan cangkok atau okulasi pada usia empat tahun sudah menghasilkan buah.
Cara menanam kelengkeng kurang lebih sama dengan menanam mangga. Bibit ditanam pada lubang yang telah diberi pupuk kandang matang, takarannay kurang lebih 20 kilogram per lubang. Jarak antara lubang tanam satu dengan yang lain 10 meter x 10 meter.
Agar tumbuh baik, tanaman kelengkeng perlu dipupuk. Jenisnya terdiri dari urea, TSP, dan KCL, masing-masing antara 100-300 gram per tanaman. Pemupukan dilakukan sebanyak tiga kali dengan rentang waktu antara pemupukan pertama dan berikutnya selama 3 bulan.
Setelah panen, tanaman harus kembali dipupuk menggunakan campuran 300 gram urea, 800 gram TSP, dan 300 gram KCL per pohon. Pemupukan cukup dilakukan sekali saja.
Pemeliharaan
Agar terus berbuah, tanaman kelengkeng perlu dirawat secara rutin. Pemangkasan yang paling penting adalah memangkas cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Tujuannya agar sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang.
Tumbuhan parasit (benalu) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun. Biasanya,tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga.
Pada umumnya kelengkeng termasuk tanaman buah yang mudah dibudidayakan. Tetapi, tempat terbaik untuk tumbuh kelengkeng adalah di dataran rendah dengan ketinggian antara 200-600 meter dari permukaan laut. Dengan syarat lahan tersebut yang bertipe iklim basah dan kering tidak lebih dari empat bulan.
Budidaya kelengkeng dapat dilakukan dengan cara cangkok atau okulasi. Karena perbanyakan dengan biji rentan gagal, salah-salah kelengkeng yang tumbuh berjenis jantan sehingga tidak akan berbuah.
Selain itu, perbanyakan dengan biji memiliki rentang waktu untuk produksi sangat lama, kurang lebih tujuh tahun. Sedang perbanyakan dengan cangkok atau okulasi pada usia empat tahun sudah menghasilkan buah.
Cara menanam kelengkeng kurang lebih sama dengan menanam mangga. Bibit ditanam pada lubang yang telah diberi pupuk kandang matang, takarannay kurang lebih 20 kilogram per lubang. Jarak antara lubang tanam satu dengan yang lain 10 meter x 10 meter.
Agar tumbuh baik, tanaman kelengkeng perlu dipupuk. Jenisnya terdiri dari urea, TSP, dan KCL, masing-masing antara 100-300 gram per tanaman. Pemupukan dilakukan sebanyak tiga kali dengan rentang waktu antara pemupukan pertama dan berikutnya selama 3 bulan.
Setelah panen, tanaman harus kembali dipupuk menggunakan campuran 300 gram urea, 800 gram TSP, dan 300 gram KCL per pohon. Pemupukan cukup dilakukan sekali saja.
Pemeliharaan
Agar terus berbuah, tanaman kelengkeng perlu dirawat secara rutin. Pemangkasan yang paling penting adalah memangkas cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Tujuannya agar sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang.
Tumbuhan parasit (benalu) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun. Biasanya,tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga.
Kamis, 27 Oktober 2011
Membuat Kompos Jerami Sendiri
Kompos merupakan hasil penguraian parsial dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik.
Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi.
Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.
Kompos mampu memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos.
Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk menggunakan kompos cenderung lebih berkualitas dibanding tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misalnya hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, lebih enak dan yang pasti lebih sehat.
Hal yang paling melimpah untuk dijadikan kompos adalah jerami. Jerami yang dihasilkan dari satu areal pesawahan, rata-rata 1,4 dari jumlah hasil panennya. Bayangkan saja jika dari satu hektar lahan sawah menghasilkan 6 ton padi, berarti jeraminya ada 8,4 ton. Dan kalau dibuat kompos dengan hasil rata-rata 60%, maka kompos yang dapat dihasilkan sebanyak 5,04 ton.
Hasil analisa laboratorium terhadap kompos jerami yang dibuat dengan menggunakan bakteri pengurai berbeda-beda nilai haranya. Hal ini tergantung dari jenis mikroba yang digunakan, komposisi bahan, cara dan perlakuan saat pembuatannya. Namun demikian perbedaan tersebut tidak lah terlalu signifikan. Berikut adalah salah satu dari hasil analisanya:
- Rasio C/N............. 21
- C-Organik............. 35,11%
- Nitrogen (N).......... 1,86%
- Fosfor (P2O5)......... 0,21%
- Kalium (K2O)......... 5,35%
- Kalsium (Ca).......... 4,2%
- Magnesium (Mg)...... 0,5%
- Tembaga (Cu)........ 20 ppm
- Mangan (Mn).......... 684 ppm
- Zing (Zn).............. 144 ppm
Kalau mengacu pada nilai sesuai dengan hasil analisa di atas, maka dalam setiap ton kompos jerami memiliki kandungan hara setera dengan 41 kg urea, 6 kg SP36, dan 89 kg KCl atau sama dengan total NPK 136 kg. Dan untuk kompos yang dihasilkan dari satu hektar lahan (5,04 ton) setara dengan 206,64 kg urea, 30,24 kg SP36, dan 448,56 kg KCL. Tentunya jumlah ini cukup untuk dikembalikan lagi ke lahan sawah sebagai pupuk dan pastinya dapat menghemat biaya pembelian pupuk. Sungguh luar biasa, bukan!
Cara-cara membuat :
1. Siapkan larutkan dari B-Satu, gula dan air sesuai petunjuk pada label.
2. Tumpuk jerami, harus diinjak-injak sampai padat, setinggi 25 cm.
3. Beri kohe diatasnya kira-kira setebal 5 cm. Tahap ini sifatnya opsional, boleh dilakukan, boleh tidak. Kalau dilakukan tentunya akan lebih baik karena dapat memperkaya kandungan haranya.
4. Taburkan dedak padi halus, tidak perlu tebal cukup tertutup rata saja.
5. Siramkan larutan yang telah disiapkan ke seluruh permukaan bahan secara merata. Apabila larutan habis dan proses penyiraman belum selesai, larutan harus dibuat lagi.
6. Lakukan lagi tahap ke-2 sampai ke-5 di atasnya secara berlapis-lapis sampai mencapai ketinggian 1 meter (4 lapis).
7. Tutup seluruh bahan dengan pelastik yang gelap atau terpal. Usahakan sinar matahari dan air hujan tidak tembus (masuk).
8. Seminggu sekali penutup dibuka, kemudian bahan kompos dibalik (atas jadi dibawah). Setelah pembalikan selesai, bahan kompos harus ditutup kembali. Tahap ini dilakukan pada minggu ke-1 sampai ke-3.
9. Setelah 4 minggu, kompos sudah matang (jadi). Kompos boleh langsung disebarkan di sawah atau dikering anginkan dulu.
Kompos yang baik memiliki ciri-ciri:
1. Warna menjadi coklat kehitaman.
2. Terjadi perubahan bentuk fisik, menjadi remah.
3. Suhu tidak panas (sama dengan suhu tanah).
4. Tidak berbau. (sumber: www.tipspetani.blogspot.com)
Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi.
Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.
Kompos mampu memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos.
Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk menggunakan kompos cenderung lebih berkualitas dibanding tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misalnya hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, lebih enak dan yang pasti lebih sehat.
Hal yang paling melimpah untuk dijadikan kompos adalah jerami. Jerami yang dihasilkan dari satu areal pesawahan, rata-rata 1,4 dari jumlah hasil panennya. Bayangkan saja jika dari satu hektar lahan sawah menghasilkan 6 ton padi, berarti jeraminya ada 8,4 ton. Dan kalau dibuat kompos dengan hasil rata-rata 60%, maka kompos yang dapat dihasilkan sebanyak 5,04 ton.
Hasil analisa laboratorium terhadap kompos jerami yang dibuat dengan menggunakan bakteri pengurai berbeda-beda nilai haranya. Hal ini tergantung dari jenis mikroba yang digunakan, komposisi bahan, cara dan perlakuan saat pembuatannya. Namun demikian perbedaan tersebut tidak lah terlalu signifikan. Berikut adalah salah satu dari hasil analisanya:
- Rasio C/N............. 21
- C-Organik............. 35,11%
- Nitrogen (N).......... 1,86%
- Fosfor (P2O5)......... 0,21%
- Kalium (K2O)......... 5,35%
- Kalsium (Ca).......... 4,2%
- Magnesium (Mg)...... 0,5%
- Tembaga (Cu)........ 20 ppm
- Mangan (Mn).......... 684 ppm
- Zing (Zn).............. 144 ppm
Kalau mengacu pada nilai sesuai dengan hasil analisa di atas, maka dalam setiap ton kompos jerami memiliki kandungan hara setera dengan 41 kg urea, 6 kg SP36, dan 89 kg KCl atau sama dengan total NPK 136 kg. Dan untuk kompos yang dihasilkan dari satu hektar lahan (5,04 ton) setara dengan 206,64 kg urea, 30,24 kg SP36, dan 448,56 kg KCL. Tentunya jumlah ini cukup untuk dikembalikan lagi ke lahan sawah sebagai pupuk dan pastinya dapat menghemat biaya pembelian pupuk. Sungguh luar biasa, bukan!
Cara-cara membuat :
1. Siapkan larutkan dari B-Satu, gula dan air sesuai petunjuk pada label.
2. Tumpuk jerami, harus diinjak-injak sampai padat, setinggi 25 cm.
3. Beri kohe diatasnya kira-kira setebal 5 cm. Tahap ini sifatnya opsional, boleh dilakukan, boleh tidak. Kalau dilakukan tentunya akan lebih baik karena dapat memperkaya kandungan haranya.
4. Taburkan dedak padi halus, tidak perlu tebal cukup tertutup rata saja.
5. Siramkan larutan yang telah disiapkan ke seluruh permukaan bahan secara merata. Apabila larutan habis dan proses penyiraman belum selesai, larutan harus dibuat lagi.
6. Lakukan lagi tahap ke-2 sampai ke-5 di atasnya secara berlapis-lapis sampai mencapai ketinggian 1 meter (4 lapis).
7. Tutup seluruh bahan dengan pelastik yang gelap atau terpal. Usahakan sinar matahari dan air hujan tidak tembus (masuk).
8. Seminggu sekali penutup dibuka, kemudian bahan kompos dibalik (atas jadi dibawah). Setelah pembalikan selesai, bahan kompos harus ditutup kembali. Tahap ini dilakukan pada minggu ke-1 sampai ke-3.
9. Setelah 4 minggu, kompos sudah matang (jadi). Kompos boleh langsung disebarkan di sawah atau dikering anginkan dulu.
Kompos yang baik memiliki ciri-ciri:
1. Warna menjadi coklat kehitaman.
2. Terjadi perubahan bentuk fisik, menjadi remah.
3. Suhu tidak panas (sama dengan suhu tanah).
4. Tidak berbau. (sumber: www.tipspetani.blogspot.com)
Budidaya Kelengkeng
Kelengkeng, merupakan salah satu tanaman buah yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Selain karena rasanya, nilai ekonominya yang juga lumayan tinggi. Sehingga bisa diandalkan sebagai sumber penghasilan.
Pada umumnya kelengkeng termasuk tanaman buah yang mudah dibudidayakan. Tetapi, tempat terbaik untuk tumbuh kelengkeng adalah di dataran rendah dengan ketinggian antara 200-600 meter dari permukaan laut. Dengan syarat lahan tersebut yang bertipe iklim basah dan kering tidak lebih dari empat bulan.
Budidaya kelengkeng dapat dilakukan dengan cara cangkok atau okulasi. Karena perbanyakan dengan biji rentan gagal, salah-salah kelengkeng yang tumbuh berjenis jantan sehingga tidak akan berbuah.
Selain itu, perbanyakan dengan biji memiliki rentang waktu untuk produksi sangat lama, kurang lebih tujuh tahun. Sedang perbanyakan dengan cangkok atau okulasi pada usia empat tahun sudah menghasilkan buah.
Cara menanam kelengkeng kurang lebih sama dengan menanam mangga. Bibit ditanam pada lubang yang telah diberi pupuk kandang matang, takarannay kurang lebih 20 kilogram per lubang. Jarak antara lubang tanam satu dengan yang lain 10 meter x 10 meter.
Agar tumbuh baik, tanaman kelengkeng perlu dipupuk. Jenisnya terdiri dari urea, TSP, dan KCL, masing-masing antara 100-300 gram per tanaman. Pemupukan dilakukan sebanyak tiga kali dengan rentang waktu antara pemupukan pertama dan berikutnya selama 3 bulan.
Setelah panen, tanaman harus kembali dipupuk menggunakan campuran 300 gram urea, 800 gram TSP, dan 300 gram KCL per pohon. Pemupukan cukup dilakukan sekali saja.
Pemeliharaan
Agar terus berbuah, tanaman kelengkeng perlu dirawat secara rutin. Pemangkasan yang paling penting adalah memangkas cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Tujuannya agar sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang.
Tumbuhan parasit (benalu) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun. Biasanya,tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga.
Pada umumnya kelengkeng termasuk tanaman buah yang mudah dibudidayakan. Tetapi, tempat terbaik untuk tumbuh kelengkeng adalah di dataran rendah dengan ketinggian antara 200-600 meter dari permukaan laut. Dengan syarat lahan tersebut yang bertipe iklim basah dan kering tidak lebih dari empat bulan.
Budidaya kelengkeng dapat dilakukan dengan cara cangkok atau okulasi. Karena perbanyakan dengan biji rentan gagal, salah-salah kelengkeng yang tumbuh berjenis jantan sehingga tidak akan berbuah.
Selain itu, perbanyakan dengan biji memiliki rentang waktu untuk produksi sangat lama, kurang lebih tujuh tahun. Sedang perbanyakan dengan cangkok atau okulasi pada usia empat tahun sudah menghasilkan buah.
Cara menanam kelengkeng kurang lebih sama dengan menanam mangga. Bibit ditanam pada lubang yang telah diberi pupuk kandang matang, takarannay kurang lebih 20 kilogram per lubang. Jarak antara lubang tanam satu dengan yang lain 10 meter x 10 meter.
Agar tumbuh baik, tanaman kelengkeng perlu dipupuk. Jenisnya terdiri dari urea, TSP, dan KCL, masing-masing antara 100-300 gram per tanaman. Pemupukan dilakukan sebanyak tiga kali dengan rentang waktu antara pemupukan pertama dan berikutnya selama 3 bulan.
Setelah panen, tanaman harus kembali dipupuk menggunakan campuran 300 gram urea, 800 gram TSP, dan 300 gram KCL per pohon. Pemupukan cukup dilakukan sekali saja.
Pemeliharaan
Agar terus berbuah, tanaman kelengkeng perlu dirawat secara rutin. Pemangkasan yang paling penting adalah memangkas cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Tujuannya agar sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang.
Tumbuhan parasit (benalu) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun. Biasanya,tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga.
Selasa, 25 Oktober 2011
Pemeliharaan Sawi
Pemeliharaan adalah hal yang penting. Sehingga akan sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan didapat. Pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah penyiraman, penyiraman ini tergantung pada musim, bila musim penghujan dirasa berlebih maka kita perlu melakukan pengurangan air yang ada, tetapi sebaliknya bila musim kemarau tiba kita harus menambah air demi kecukupan tanaman sawi yang kita tanam.
Bila tidak terlalu panaspenyiraman dilakukan sehari cukup sekali sore atau pagi hari.
Tahap selanjutnya yaitu penjarangan, penjarangan dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat.
Selanjutnya tahap yang dilakukan adalah penyulaman, penyulaman ialah tindakan penggantian tanaman ini dengan tanaman baru. Caranya sangat mudah yaitu tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit diganti dengan tanaman yang baru.
Penyiangan biasanya dilakukan 2 – 4 kali selama masa pertanaman sawi, disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng penanaman. Biasanya penyiangan dilakukan 1 atau 2 minggu setelah penanaman. Apabila perlu dilakukan penggemburan dan pengguludan bersamaan dengan penyiangan.
Pemupukan tambahan diberikan setelah 3 minggu tanam, yaitu dengan urea 50 kg/ha. Dapat juga dengan satu sendok the sekitar 25 gram dilarutkan dalam 25 liter air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. (bersambung)
Bila tidak terlalu panaspenyiraman dilakukan sehari cukup sekali sore atau pagi hari.
Tahap selanjutnya yaitu penjarangan, penjarangan dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat.
Selanjutnya tahap yang dilakukan adalah penyulaman, penyulaman ialah tindakan penggantian tanaman ini dengan tanaman baru. Caranya sangat mudah yaitu tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit diganti dengan tanaman yang baru.
Penyiangan biasanya dilakukan 2 – 4 kali selama masa pertanaman sawi, disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng penanaman. Biasanya penyiangan dilakukan 1 atau 2 minggu setelah penanaman. Apabila perlu dilakukan penggemburan dan pengguludan bersamaan dengan penyiangan.
Pemupukan tambahan diberikan setelah 3 minggu tanam, yaitu dengan urea 50 kg/ha. Dapat juga dengan satu sendok the sekitar 25 gram dilarutkan dalam 25 liter air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. (bersambung)
Minggu, 23 Oktober 2011
Pembibitan dan Penanaman Sawi
Pembibitan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk penanaman. Karena lebih efisien dan benih akan lebih cepat beradaptasi terhadap lingkungannya.
Ukuran bedengan pembibitan yaitu lebar 80 – 120 cm dan panjangnya 1 – 3 meter. Curah hujan lebih dari 200 mm/bulan, tinggi bedengan 20 – 30 cm.
Dua minggu sebelum di tabur benih, bedengan pembibitan ditaburi dengan pupuk kandang lalu di tambah 20 gram urea, 10 gram TSP, dan 7,5 gram Kcl. Cara melakukan pembibitan sebagai berikut : benih ditabur, lalu ditutupi tanah setebal 1 – 2 cm, lalu disiram dengan sprayer, kemudian diamati 3 – 5 hari benih akan tumbuh setelah berumur 3 – 4 minggu sejak disemaikan tanaman dipindahkan ke bedengan.
Seminggu sebelum penanaman dilakukan pemupukan terlebih dahulu yaitu pupuk kandang 10 ton/ha, TSP 100 kg/ha, Kcl 75 kg/ha. Sedang jarak tanam dalam bedengan 40 x 40 cm , 30 x 30 dan 20 x 20 cm. Pilihlah bibit yang baik, pindahkan bibit dengan hati-hati, lalu membuat lubang dengan ukuran 4 – 8 x 6 – 10 cm. (bersambung)
Ukuran bedengan pembibitan yaitu lebar 80 – 120 cm dan panjangnya 1 – 3 meter. Curah hujan lebih dari 200 mm/bulan, tinggi bedengan 20 – 30 cm.
Dua minggu sebelum di tabur benih, bedengan pembibitan ditaburi dengan pupuk kandang lalu di tambah 20 gram urea, 10 gram TSP, dan 7,5 gram Kcl. Cara melakukan pembibitan sebagai berikut : benih ditabur, lalu ditutupi tanah setebal 1 – 2 cm, lalu disiram dengan sprayer, kemudian diamati 3 – 5 hari benih akan tumbuh setelah berumur 3 – 4 minggu sejak disemaikan tanaman dipindahkan ke bedengan.
Seminggu sebelum penanaman dilakukan pemupukan terlebih dahulu yaitu pupuk kandang 10 ton/ha, TSP 100 kg/ha, Kcl 75 kg/ha. Sedang jarak tanam dalam bedengan 40 x 40 cm , 30 x 30 dan 20 x 20 cm. Pilihlah bibit yang baik, pindahkan bibit dengan hati-hati, lalu membuat lubang dengan ukuran 4 – 8 x 6 – 10 cm. (bersambung)
Jumat, 21 Oktober 2011
Mengolah Lahan untuk Tanaman Sawi
Pengolahan tanah secara umum melakukan penggemburan dan pembuatan bedengan. Tahap-tahap pengemburan yaitu pencangkulan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi udara dan pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki fisik serta kimia tanah yang akan menambah kesuburan lahan yang akan kita gunakan.
Tanah yang hendak digemburkan harus dibersihkan dari bebatuan, rerumputan, semak atau pepohonan yang tumbuh. Dan bebas dari daerah ternaungi, karena tanaman sawi suka pada cahaya matahari secara langsung.
Sedangkan kedalaman tanah yang dicangkul sedalam 20 sampai 40 cm. Pemberian pupuk organik sangat baik untuk penyiapan tanah. Sebagai contoh pemberian pupuk kandang yang baik yaitu 10 ton/ha. Pupuk kandang diberikan saat penggemburan agar cepat merata dan bercampur dengan tanah yang akan kita gunakan.
Bila daerah yang mempunyai pH terlalu rendah (asam) sebaiknya dilakukan pengapuran. Pengapuran ini bertujuan untuk menaikkan derajad keasam tanah, pengapuran ini dilakukan jauh-jauh sebelum penanaman benih, yaitu kira-kira 2 sampai 4 minggu sebelumnya.
Sehingga waktu yang baik dalam melakukan penggemburan tanah yaitu 2 – 4 minggu sebelum lahan hendak ditanam. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit (CaMg(CO3)2).
Tanah yang hendak digemburkan harus dibersihkan dari bebatuan, rerumputan, semak atau pepohonan yang tumbuh. Dan bebas dari daerah ternaungi, karena tanaman sawi suka pada cahaya matahari secara langsung.
Sedangkan kedalaman tanah yang dicangkul sedalam 20 sampai 40 cm. Pemberian pupuk organik sangat baik untuk penyiapan tanah. Sebagai contoh pemberian pupuk kandang yang baik yaitu 10 ton/ha. Pupuk kandang diberikan saat penggemburan agar cepat merata dan bercampur dengan tanah yang akan kita gunakan.
Bila daerah yang mempunyai pH terlalu rendah (asam) sebaiknya dilakukan pengapuran. Pengapuran ini bertujuan untuk menaikkan derajad keasam tanah, pengapuran ini dilakukan jauh-jauh sebelum penanaman benih, yaitu kira-kira 2 sampai 4 minggu sebelumnya.
Sehingga waktu yang baik dalam melakukan penggemburan tanah yaitu 2 – 4 minggu sebelum lahan hendak ditanam. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit (CaMg(CO3)2).
Pembenihan Sawi
Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram.
Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil.
Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Dan penanaman sawi yang akan dijadikan benih terpisah dari tanaman sawi yang lain. Juga memperhatikan proses yang akan dilakukan mesilnya dengan dianginkan, tempat penyimpanan dan diharapkan lama penggunaan benih tidak lebih dari 3 tahun. (bersambung)
Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil.
Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Dan penanaman sawi yang akan dijadikan benih terpisah dari tanaman sawi yang lain. Juga memperhatikan proses yang akan dilakukan mesilnya dengan dianginkan, tempat penyimpanan dan diharapkan lama penggunaan benih tidak lebih dari 3 tahun. (bersambung)
Rabu, 19 Oktober 2011
Budidaya Sawi
Sawi bukan tanaman asli Indonesia, menurut asalnya di Asia. Karena Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga dikembangkan di Indonesia ini.
Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi.
Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl.
Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang menggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bils di tanam pada akhir musim penghujan.
Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai pH 7.
Cara bertanam sawi sesungguhnya tak berbeda jauh dengan budidaya sayuran pada umumnya. Budidaya konvensional di lahan meliputi proses pengolahan lahan, penyiapan benih, teknik penanaman, penyediaan pupuk dan pestisida, serta pemeliharaan tanaman.
Sawi dapat ditanam secara monokultur maupun tunmpang sari.
Tanaman yang dapat ditumpangsarikan antara lain : bawang dau, wortel, bayam, kangkung darat. Sedangkan menanam benih sawi ada yang secara langsung tetapi ada juga melalui pembibitan terlebih dahulu. (bersambung)
Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi.
Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl.
Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang menggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bils di tanam pada akhir musim penghujan.
Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai pH 7.
Cara bertanam sawi sesungguhnya tak berbeda jauh dengan budidaya sayuran pada umumnya. Budidaya konvensional di lahan meliputi proses pengolahan lahan, penyiapan benih, teknik penanaman, penyediaan pupuk dan pestisida, serta pemeliharaan tanaman.
Sawi dapat ditanam secara monokultur maupun tunmpang sari.
Tanaman yang dapat ditumpangsarikan antara lain : bawang dau, wortel, bayam, kangkung darat. Sedangkan menanam benih sawi ada yang secara langsung tetapi ada juga melalui pembibitan terlebih dahulu. (bersambung)
Jumat, 07 Oktober 2011
Budidaya Seledri
Seledri selain untuk menambah aroma dan citarasa masakan juga memiliki khasiat obat. Karena itu banyak yang tertarik untuk membudidayakannya, apalagi tanaman ini tidak membutuhkan lahan yang sangat luas. Anda juga tertarik ? mudah-mudahan ini bisa membantu anda.
Pertama yang anda butuhkan untuk budidaya seledri tentu saja adalah benih. Benih bisa diperoleh melalui biji dan vegetatif atau anakan. Untuk produksi yang banyak, perbanyakan dengan benih sangat cocok.
Setelah benih, berikutnya adalah lahan. Seledri membutuhkan tanah subur, gembur, mengandung bahan organik, mampu menahan air dan berdrainase baik dengan pH tanah antara 5,5-6,5.
Cara mengolahnya, tanah dicangkul sedalam 20-30 cm biarkan selama 15 hari, jika pH tanah kurang dari 6.5 campurkan kapur kalsit atau dolomit dengan tanah olahan, dosis kapur 1-2 ton/ha tergantung pH tanah dan jumlah Alumunium di dalam tanah, pemberian 2-3 minggu sebelum tanam.
Setelah itu buat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 30 cm, panjang sesuai lahan, dan jarak antar bedengan 50 cm. Jangan lupa, beri naungan berupa alang-alang atau jerami dengan tinggi 1-1,5 m.
Persemaian
Benih disemai pada bedengan di dalam alur/larikan sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alur 10-20 cm, sebelum disemai, benih direndam dalam air hangat (50oC) atau dalam larutan Frevicur N dengan konsentrasi 0,1 % selama + 2 jam, kemudian dikeringkan.
Tutup benih dengan tanah tipis dan siram permukaan bedengan sampai lembab.
Untuk menjaga kelembaban persemaian ditutup dengan alang-alang atau jerami dan ditinggikan tutup tersebut apabila kecambah telah tumbuh.
Penanaman
Setelah + 40 hari atau telah berdaun 3-4 helai cabut bibit seledri yang sehat dengan akarnya. Potong sebagian akar, kemudian rendam dalam larutan pestisida Benlate atau Derosol pada konsentrasi 50% sekitar 15 menit.
Pindahkan bibit pada bedengan yang telah dipersiapkan, satu bibit per lobang tanam, dengan jarak tanam: 25 x 30 cm; 20 x 20 cm atau 15 x 20 cm (tergantung varietas) dan padatkan tanah disekitar batang. Siram bedengan sampai lembab.
Pemeliharaan Tanaman
Jika ada tanaman yang mati lakukan penyulaman 7-15 hari setelah tanam.
Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah pada umur 2 dan 4 minggu setelah tanam, penyiangan berikutnya disesuaikan dengan keadaan gulma.
Di awal masa pertumbuhan, penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari, berikutnya dikurangi menjadi 2-3 kali seminggu tergantung dari cuaca. Tanah tidak boleh kekeringan atau tergenang air (becek).
Pemupukan
Pupuk dasar diberikan 3 hari sebelum tanam, yaitu pupuk kotoran ayam dengan dosis 20.000 kg/ha sebaiknya pupuk kompos organik hasil fermentasi dengan dosis 4 kg/m2, diaduk dengan tanah permukaan bedengan.
Pada umur 2 minggu setelah tanam berikan pupuk N 300 kg, P 75 kg dan K 250 kg/ha secara larikan dibarisan tanaman.
Pupuk susulan berikutnya larutkan 2-3 kg pupuk NPK Mutiara ke dalam 200 liter air dan berikan secara kocor diantara barisan tanaman, hal ini dapat dilakukan selama tanaman masih produksitf dengan interfal 7 hari satu kali pemberian.
Dapat juga diberikan pupuk cair dengan dosis 0,3 ml/m2 yang dimulai pada umur 3 minggu setelah tanam dengan interval 10 hari satu kali.
Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
Hama yang ditemui seperti ulat tanah, keong, kutu daun tungau. Hama dapat dihilangkan secara mekanik yaitu dipungut dengan tangan.
Penyakit yang sering menyerang tanaman yaitu bercak cercospora, bercak septoria, virus aster yellow. Pengendalian dilakukan mulai dari persemaian hingga panen, jika terpaksa gunakan pestisida yang aman dan mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik.
Panen
Seledri dapat dipanen setelah berumur 40 sampai dengan 150 hari setelah tanam (tergantung varietas).
Saledri daun dipanen 4-8 hari sekali..
Seledri potong dipanen dengan memotong tanaman pada pangkal batang secara periodik sampai pertumbuhan anakan berkurang.
Seledri umbi dipanen dengan memetik daun-daunnya dan dilakukan secara periodik sampai tanaman kurang porduktif.
Pertama yang anda butuhkan untuk budidaya seledri tentu saja adalah benih. Benih bisa diperoleh melalui biji dan vegetatif atau anakan. Untuk produksi yang banyak, perbanyakan dengan benih sangat cocok.
Setelah benih, berikutnya adalah lahan. Seledri membutuhkan tanah subur, gembur, mengandung bahan organik, mampu menahan air dan berdrainase baik dengan pH tanah antara 5,5-6,5.
Cara mengolahnya, tanah dicangkul sedalam 20-30 cm biarkan selama 15 hari, jika pH tanah kurang dari 6.5 campurkan kapur kalsit atau dolomit dengan tanah olahan, dosis kapur 1-2 ton/ha tergantung pH tanah dan jumlah Alumunium di dalam tanah, pemberian 2-3 minggu sebelum tanam.
Setelah itu buat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 30 cm, panjang sesuai lahan, dan jarak antar bedengan 50 cm. Jangan lupa, beri naungan berupa alang-alang atau jerami dengan tinggi 1-1,5 m.
Persemaian
Benih disemai pada bedengan di dalam alur/larikan sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alur 10-20 cm, sebelum disemai, benih direndam dalam air hangat (50oC) atau dalam larutan Frevicur N dengan konsentrasi 0,1 % selama + 2 jam, kemudian dikeringkan.
Tutup benih dengan tanah tipis dan siram permukaan bedengan sampai lembab.
Untuk menjaga kelembaban persemaian ditutup dengan alang-alang atau jerami dan ditinggikan tutup tersebut apabila kecambah telah tumbuh.
Penanaman
Setelah + 40 hari atau telah berdaun 3-4 helai cabut bibit seledri yang sehat dengan akarnya. Potong sebagian akar, kemudian rendam dalam larutan pestisida Benlate atau Derosol pada konsentrasi 50% sekitar 15 menit.
Pindahkan bibit pada bedengan yang telah dipersiapkan, satu bibit per lobang tanam, dengan jarak tanam: 25 x 30 cm; 20 x 20 cm atau 15 x 20 cm (tergantung varietas) dan padatkan tanah disekitar batang. Siram bedengan sampai lembab.
Pemeliharaan Tanaman
Jika ada tanaman yang mati lakukan penyulaman 7-15 hari setelah tanam.
Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah pada umur 2 dan 4 minggu setelah tanam, penyiangan berikutnya disesuaikan dengan keadaan gulma.
Di awal masa pertumbuhan, penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari, berikutnya dikurangi menjadi 2-3 kali seminggu tergantung dari cuaca. Tanah tidak boleh kekeringan atau tergenang air (becek).
Pemupukan
Pupuk dasar diberikan 3 hari sebelum tanam, yaitu pupuk kotoran ayam dengan dosis 20.000 kg/ha sebaiknya pupuk kompos organik hasil fermentasi dengan dosis 4 kg/m2, diaduk dengan tanah permukaan bedengan.
Pada umur 2 minggu setelah tanam berikan pupuk N 300 kg, P 75 kg dan K 250 kg/ha secara larikan dibarisan tanaman.
Pupuk susulan berikutnya larutkan 2-3 kg pupuk NPK Mutiara ke dalam 200 liter air dan berikan secara kocor diantara barisan tanaman, hal ini dapat dilakukan selama tanaman masih produksitf dengan interfal 7 hari satu kali pemberian.
Dapat juga diberikan pupuk cair dengan dosis 0,3 ml/m2 yang dimulai pada umur 3 minggu setelah tanam dengan interval 10 hari satu kali.
Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
Hama yang ditemui seperti ulat tanah, keong, kutu daun tungau. Hama dapat dihilangkan secara mekanik yaitu dipungut dengan tangan.
Penyakit yang sering menyerang tanaman yaitu bercak cercospora, bercak septoria, virus aster yellow. Pengendalian dilakukan mulai dari persemaian hingga panen, jika terpaksa gunakan pestisida yang aman dan mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik.
Panen
Seledri dapat dipanen setelah berumur 40 sampai dengan 150 hari setelah tanam (tergantung varietas).
Saledri daun dipanen 4-8 hari sekali..
Seledri potong dipanen dengan memotong tanaman pada pangkal batang secara periodik sampai pertumbuhan anakan berkurang.
Seledri umbi dipanen dengan memetik daun-daunnya dan dilakukan secara periodik sampai tanaman kurang porduktif.
Langganan:
Postingan (Atom)