Kamis, 29 Desember 2011

Cara Membasmi Hama Ulat

Kehadiran hama ulat seringkali menjengkelkan. Betapa tidak,tanaman yang tadinya subur
dengan daun hijau yang segar tiba-tiba berubah menjadi meranggas dan nyaris gundul.

Nah, untuk membasmi hama ulat sebetulnya ada banyak cara. Dari yang manual hingga menggunakan pestisida. Tetapi, yang terakhir ini hanya boleh dilakukan jika cara lain sudah tidak efektif lagi.

Apa saja cara aman itu ?
Pertama, dengan membuang telur-telur kupu–kupu yang melekat pada bagian bawah daun. Cara ini tentu membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. Tetapi hasilnya akan sangat memuaskan.

Kedua, dengan cara menggenangi tempat persemaian dengan air dalam jumlah banyak sehingga ulat akan bergerak ke atas sehingga mudah untuk dikumpulkan dan dibasmi.

Terakhir, atau jurus pamungkas. Jika kedua cara diatas tidak berhasil, maka dapat dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pertisida.

Sabtu, 24 Desember 2011

Cara Membasmi Walang Sangit

Walang sangit (Leptocorisa acuta) merupakansalah satu hamayang juga meresahkan petani.
Hewan ini jika diganggu, akan meloncat dan terbang sambil mengeluarkan bau.

Walang sangit ini berwarna hijau kemerah- merahan. Walang sangit menghisab butir – butir padi yang masih cair. Biji yang sudah diisap akan menjadi hampa, agak hampa, atau liat. Kulit biji iu akan berwarna kehitam – hitaman.

Faktor – faktor yang mendukung yang mendukung populasi walang sangit antara lain sebagai berikut:
a. Sawah sangat dekat dengat perhutanan.
b. Populasi gulma di sekitar sawah cukup tinggi.
c. Penanaman tidak serentak

Pengendalian hama walang sangit dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Menanam tanaman secara serentak.
b. Membersihkan sawah dari segala macam rumput yang tumbuh di sekitar sawah agar tidak menjadi tempat berkembang biak bagi walang sangit.
c. Menangkap walang sangit pada pagi hari dengan menggunakan jala penangkap.
d. Penangkapan menggunakan unmpan bangkai kodok, ketam sawah, atau dengan alga.
e. Melakukan pengendalian hayati dengan cara melepaskan predator alami beruba laba – laba dan menanam jamur yang dapat menginfeksi walang sangit.
f. Melakukan pengendalian kimia, yaitu dengan menggunakan insektisida.

Walang sangit muda (nimfa) lebih aktif dibandingkan dewasanya (imago), tetapi hewan dewasa dapat merusak lebih hebat karenya hidupnya lebih lama. Walang sangit dewasa juga dapat memakan biji – biji yang sudah mengeras, yaitu dengan mengeluarkan enzim yang dapat mencerna karbohidrat.

Jumat, 23 Desember 2011

Cara Membasmi Hama Wereng


Wereng adalah sejenis kepik yang menyebabkan daun dan batang tumbuhan berlubang –
lubang, kemudian kering, dan pada akhirnya mati. Hama wereng ini dapat dikendalikan dengan cara – cara sebagai betikut :

a. Pengaturan pola tanam, yaitu dengan melakukan penanaman secara serentak maupun dengan pergiliran tanaman. Pergiliran tanaman dilakukan untuk memutus siklus hidup wereng dengan cara menanam tanaman palawija atau tanah dibiarkan selama 1 – 2 bulan.

b. Pengandalian hayati, yaitu dengan menggunakan musuh alami wereng, misalnya laba – laba predator Lycosa Pseudoannulata, kepik Microvelia douglasi dan Cyrtorhinuss lividipenis, kumbang Paederuss fuscipes, Ophinea nigrofasciata, dan Synarmonia octomaculata.

c. Pengandalian kimia, yaitu dengan menggunakan insektisida, dilakukan apabila cara lain tidak mungkin untuk dilakukan. Penggunaan insektisida diusahakan sedemikan rupa sehingga efektif, efisien, dan aman bagi lingkungan.

Rabu, 21 Desember 2011

Pengendalian Hama Secara Mekanik

Pengendalian hama secara mekanik mencakup usaha untuk menghilangkan secara langsung
hama serangga yang menyerang tanaman. Pengendalian mekanis ini biasanya bersifat manual.

Mengambil hama yang sedang menyerang dengan tangan secara langsung atau dengan melibatkan tenaga manusia telah banyak dilakukan oleh banyak negara pada permulaan abad ini. Cara pengendalian hama ini sampai sekarang masih banyak dilakukan di daerah - daerah yang upah tenaga kerjanya masih relatif murah.

Contoh pengendalian hama secara mekanis yang dilakukan di Australia adalah mengambil ulat-ulat atau siput secara langsung yang sedang menyerang tanaman kubis. Pengendalian mekanis juga telah lama dilakukan di Indonesia terutama terhadap ulat pucuk daun tembakau oleh Helicoverpa sp.

Untuk mengendalikan hama ini para petani pada pagi hari turun ke sawah untuk mengambil dan mengumpulkan ulat - ulat yang berada di pucuk tembakau. Ulat yang telah terkumpul itu kemudian dibakar atau dimusnahkan.

Rogesan sering dipraktekkan oleh petani tebu (di Jawa) untuk mencari ulat penggerek pucuk tebu (Scirpophaga nivella) dengan mengiris sedikit demi sedikit pucuk tebu yang menunjukkan tanda serangan. Lelesan dilakukan oleh petani kopi untuk menyortir buah kopi dari lapangan yang terserang oleh bubuk kopi (Hypotheneemus hampei)

Sentra Tanaman Kunyit

Di Indonesia, sentra penanaman kunyit di Jawa Tengah, dengan produksi mencapai 12.323
kg/ha. Di India, Srilanka, Cina, Haiti, dan Jamaika dengan produksi mencapai lebih dari 15 ton/ha.

Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal, dan menyembuhkan kesemutan.

Manfaat utama tanaman kunyit yaitu, sebagai bahan obat tradisional, bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan bumbu masak, peternakan dll. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba,
pencegah kanker, anti tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah.

Sabtu, 17 Desember 2011

Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang
tersebar di seluruh daerah tropis. Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan/bekas kebun. Kunyit Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl, ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India.

Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom. Pada tahun 77-78 SM, Dioscorides menyebut tanaman ini sebagai Cyperus menyerupai jahe, tetapi pahit, kelat, dan sedikit pedas, tetapi tidak beracun. Tanaman kunyit banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India, Cina Selatan, Taiwan, Indonesia (Jawa), dan Filipina.

Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. Batang merupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak).

Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10-15 cm dengan
mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm, berwarna putih/kekuningan.
Ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun yang rata. Kulit luar rimpang berwarna
jingga kecoklatan, daging buah merah jingga kekuning-kuningan.

Jenis Curcuma domestica Val, C. domestica Rumph, C. longa Auct, u C. longa Linn, Amomum curcuma Murs. Ini merupakan jenis kunyit yang paling terkenal dari jenis kunyit lainnya.

Rabu, 14 Desember 2011

Budidaya Kemangi

Penggemar lalapan pasti kenal dengan kemangi. Tumbuhan berdaun kecil yang memiliki aroma khas menyegarkan. Selain untuk lalapan, kemangi juga banyak digunakan sebagai bumbu sayur untuk memberi aroma dan memperkaya rasa.

Sayangnya, saat ini belum begitu banyak petani yang secara khusus membudidayakan kemangi. Padahal, potensi pasarnya lumayan besar loh. Apalagi sekarang banyak bertebaran warung makan yang menyajikan lalapan segar. Barangkali anda tertarik untuk membudidayakan kemangi dalam skala besar ?

Budidaya kemangi tergolong murah. Kemangi tidak menuntut syarat tumbuh yang rumit. Dapat dikatakan semua wilayah di Indonesia bisa ditanami kemangi. Yang jelas tanahnya bersifat asam.

Kemangi juga toleran terhadap cuaca panas maupun dingin. Perbedaan iklim ini hanya mengakibatkan penampilan tanacnan sedikit berbeda. Kemangi yang ditanam di daerah dingin daunnya lebih lebar dan lebih hijau. Sedang kemangi di daerah panas daunnya kecil, tipis, dan berwama hijau pucat.

Benih Kemangi diperbanyak dengan biji. Biji diperoleh dari buah kemangi yang masak di batang. Ciri biji yang tua ialah berwama - hitam dan kering. Biji kemangi harus disemai terlebih dahulu sebelum ditanam. Tanah untuk persemaian diolah hingga gembur. Campur dengan sedikit pupuk kandang.

Bila tanah terlalu lengket tambahkan pasir. Lantas taburkan biji kemangi dan tutupi dengan lapisan tanah tipis-tipis. Rawatlah tanaman yang sudah tumbuh di persemaian. Tanaman yang terlalu rapat dikurangi. Cabut tanaman yang lemah atau pertumbuhannya terganggu.

Setelah berumur sekitar 4 minggu tanaman muda ini sudah bisa dipindah ke lahan. Kebutuhan benih kemangi untuk penanaman satu hektar lahan sekitar 2-5 kg. Penanaman Kemangi biasanya ditanam dalam bedengan-bedengan. Bedengan berukuran 1-1 m dengan panjang sesuai ukuran lahan.

Sebelum penanaman, bedengan diberi pupuk kandang. Antar bedengan dibuat parit pengairan selebar 35 cm. Jarak tanam kemangi ialah 50 x 50 cm atau 60 x 60 cm. Buat lubang tanam kecil saja, yang penting tanaman muda bisa masuk dan tidak sesak.

Pemeliharaan
Pemeliharaan kemangi muda yang sudah di lahan perlu dicek apakah tumbuh dengan baik. Bila ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya jelek, harus segera disulam. Penyiangan perlu juga dilakukan. Gulma yang tumbuh dicabut atau dikored. Waktu penyiangan tak perlu menunggu hingga rumput tumbuh besar atau banyak.

Bunga-bunga yang tumbuh harus dibuang. Bila tidak maka produksi pucuk segarnya akan menurun. Kuncup bunga dibuang seminggu sekali seraya melakukan pemangkasan. Aturlah agar percabangan menjadi kompak dan pertumbuhan pucuk nantinya tidak berat sebelah, melainkan merata ke segala penjuru. Pemupukan Dosis pupuk kandang yang diberikan ialah 10 ton/ha.

Kemangi perlu mendapat tambahan pupuk yang banyak mengandung nitrogen, sepeni Urea. Unsur ini penting untuk merangsang perlumbuhan daun kemangi secara terus-menerus. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman berumur 3 minggu. Pemupukan kedua saat tanaman berumur 5 minggu. Setiap kali memetik, berikan 3 g pupuk nitrogen per tanaman. Kebutuhan pupuk Urea untuk tanaman kemangi ialah 150 kg/ha.

Hama dan Penyakit
Hama penyakit yang menyerang tanaman kemangi sangat sedikit. Bahkan petani kemangi sangat jarang melakukan penyemprotan insektisida. Penyemprotan ini memang dihindari karena dikhawatirkan residunya masih tertinggal di daun yang dipanen rutin. Meskipun demikian, bila ditemukan ulat yang menyerang daun kemangi dalam jumlah besar, dapat dilakukan pengendalian dengan insektisida Azodrin sebanyak 20-30 cc/1 air; atau Diazinon 60 EC dengan dosis 1-2 cc/1 air.

Panen dan Pasca Panen
Sejak umur 50 hari sesudah tanam, daun kemangi sudah bisa dipetik. Lakukan pemetikan pada daun-daun muda seperti melakukan pemetikan pucuk teh. Pemetikan akan merangsang pertumbuhan cabang-cabang baru yang memungkinkan lebih banyak tunas baru tumbuh. Tunas-tunas baru ini dapat dipanen pada periode panen berikutnya. Panen pucuk kemangi dapat dilakukan hingga tanaman berumur tua.

Bila ingin tanaman berumur panjang, jangan.biarkan sampai berbunga dan berbuah. Pisahkan tanaman yang khusus untuk diambil bijinya sebagai bibit. Dengan cara ini, tanaman yang hendak diambil pucuknya tak terganggu produkdvitasnya. Altematif lain dengan menyisakan satu atau dua cabang yang dibiarkan berbunga dan berbuah. Setelah bijinya tua cabang ini dipangkas. Biasanya kemangi dipetik sepanjang 15 cm. Bila ingin dipasarkan kemangi disatukan dalam ikatan kecil yang berisi 5-10 batang.

Membuat Pestisida Organik

Membasmi hama tidak harus selalu dilakukan dengan pestisida kimia, pestisida organik tidak kalah ampuhnya. Menggunakan pestisida kimia, selain harus membeli penggunaan yang lama dan berlebihan terlebih pada tanam buah atau padi akan berdampak pada kesehatan.

Karena itu, tidak ada salahnya jika sekarang anda mulai berpikir untuk menggunakan pestisida organik. Tidak usah beli, cukup dibuat sendiri. Berikut tata caranya seperti yang kami kutip dari http://norlandoni.blogspot.com.

Pestisida Organik untuk Hama Wereng dan Ulat
Bahan :
Tembakau
Daun mindi
Daun arum dalu (sedap malam)
Daun jenu/tuba (Derriseleptica)
Labu siam Masing-masing daun mindi, daun sedap malam dan daun jenu/tuba ditumbuk halus secara terpisah dengan mencampurkan sedikit air, kemudian diperas pada wadah yang berbeda beda.

Cara :
Ketiga air perasan bahan-bahan di atas dicampur dengan perbandingan 1 : 1 : 1
Rebus daun tembakau hingga mendidih, biarkan hingga dingin dan air sarinya diambil
Iris labu siam untuk diambil getahnya.
Seluruh bahan-bahan di atas dicampur hingga merata dan masukkan ke dalam botol, kemudian diamkan selama satu minggu.
Bahan tersebut siap digunakan dengan melarutkan ke dalam air dengan perbandingan 1– 2 sendok teh untuk 1 liter air.

Pestisida Organik Mengatasi Ulat
Bahan :
Daun gamal/Gliricidia 1 Kg
Tembakau 2 ½ gram

Cara :
Daun gamal ditumbuk sampai halus dan dimasak dengan 5 liter air, lalu dinginkan.
Tambahkan tembakau sambil diaduk-aduk.
Didiamkan selama satu malam.
Air sarinya siap digunakan dengan perbandingan ¼ liter untuk 10 liter air.
Ramuan ini berguna untuk memberantas ulat gerayak dan ulat lainnya.

Pestisida Organik untuk Hama Wereng
Bahan :
Buah kecubung
wulung 2 butir
Akar jenu/tuba 1 kg
Air 1 liter

Cara:
Bahan-bahan ditumbuk halus dan direbus sambil diaduk-aduk hingga airnya mendidih
Dinginkan dan airnya disaring
Bahan siap digunakan, 1 liter bahan dicampur dengan 16 liter air untuk memberantas hama wereng.

Pestisida Organik untuk Walang Sangit
Bahan :
Brotowali 1 Kg
2 butir buah kecubung

Cara:
Kedua bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 1 liter air
Dinginkan kemudian disaring. Bahan siap digunakan dengan mencampurkan
16 liter air

Pestisida Organik untuk Penggerek Batang dan Ulat Gerayak
Bahan :
Daun sampang
Daun soka geni
Daun mindi
Labu siam

Cara :
Bahan-bahan dedaunan ditumbuk halus kemudian airnya diperas.
Ambil getah labu siam, lalu dicampur dengan perasan dedaunan.
Bahan didiamkan 1 minggu, setelah itu siap digunakan. Dosisnya 1 – 2 sendok
dicampur dengan 1 liter air.

Senin, 12 Desember 2011

Hama dan Penyakit Tanaman Manggis

Hama yang paling banyak menyerang tanaman manggis adalah ulat bulu. Hama ini melubangi daun manggis. Cara pengendaliannya dengan menjaga sanitasi lahan tanaman manggis dan menyemprotkan insektisida Bayrusil 250 EC/Cymbush 50 EC dengan konsentrasi 0.1-0.2 %.

Untuk penyakit yang biasa menyerang tanaman manggis, jenisnya cukup banyak. Berikut ini diantaranya;

1) Bercak daun
Penyebab: jamur Pestalotia sp., Gloesporium sp. dan Helminthosporium sp.
Gejala: bercak pada daun yang tidak beraturan berwarna abu-abu pada pusatnya (Pestalotia sp.), coklat (Helminthosporium sp.) dan hitam pada sisi atas dan bawah daun (Gloesporium sp.).
Pengendalian: mengurangi kelembaban yang berasal dari tanaman pelindung, memotong bagian tanaman manggis yang terserang dan menyemprotkan fungisida Bayfidan 250 EC/Baycolar 300 EC dengan konsentrasi 0.1-0.2 %.

2) Jamur upas
Penyebab: Corticium salmonicolor Berk.et Br.
Gejala: cabang/ranting mati karena
jaringan kulit mengering.
Pengendalian: memotong cabang/ranting pohon manggis, mengerok kulit dan kayu yang terserang parah dan mengolesi bagian yang dipotong dengan cat, atau disemprot dengan Derosal 60 WP 0.1-0.2 %.

3) Hawar benang
Penyebab: jamur Marasmius scandens Mass Dennis et Reid.
Gejala: miselium jamur tumbuh pada permukaan cabang dan ranting membentuk benang putih yang dapat meluas sampai menutupi permukaan bawah daun.
Pengendalian: menjaga kebersihan dan memangkas daun manggis yang terserang.

4) Kanker batang
Penyebab: jamur Botryophaerisa ribis.
Gejala: warna kulit batang dan cabang
berubah dan mengeluarkan getah.
Pengendalian: (1) perbaikan drainase, menjaga kebersihan kebun, pemotongan tanaman yang sakit; (2) penyemprotan fungisida Benlate untuk kanker batang, Cobox atau Cupravit bagi penyakit lainnya.

5) Hawar rambut
Penyebab: jamur Marasmius equicrinis Mull.
Gejala: permukaan tanaman manggis ditutupi bentuk serupa benang berwarna coklat tua kehitaman mirip ekor kuda.
Pengendalian: sama dengan kanker batang.

6) Busuk buah
Penyebab: jamur Botryodiplodia theobromae Penz.
Gejala: diawali dengan dengan membusuknya pangkal buah manggis dan meluas ke seluruh bagian buah sehingga kulit buah menjadi suram.
Pengendalian: sama dengan kanker batang.

7) Busuk akar
Penyebab: jamur Fomes noxious Corner.
Gejala: akar busuk dan berwarna coklat.
Pengendalian: sama dengan kanker batang.

Minggu, 11 Desember 2011

Pemeliharaan Tanaman Manggis

Setelah bibit tanaman manggis ditanam, berikutnya yang perlu dilakukan adalah pemeliharaan. Pemeliharaan yang diperlukan oleh tanaman manggis kurang lebih sebagai berikut;

1) Penyiangan
Lakukan penyiangan tanaman manggis secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penggemburanya itu dua kali dalam setahun.

2) Perempalan/Pemangkasan
Ranting-ranting pohon manggis yang tumbuh kembar dan sudah tidak berbuah perlu dipangkas untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Gunakan gunting pangkas yang
bersih dan tajam untuk menghindari infeksi dan lapisi bekas pangkasan dengan
ter.

3) Pemupukan
Jenis dan dosis pemupukan yang dianjurkan untuk tanaman manggis adalah:
a) Pohon berumur 6 bulan dipupuk campuran urea, SP-36 dan KCl (3:2:1) sebanyak 200-250 gram/pohon.
b) Pohon berumur 1-3 tahun dipupuk campuran 400-500 gram Urea, 650-700 gram SP-36 dan 900-1000 gram KCl (3:1:2) yang diberikan dalam dua sampai tiga kali.
c) Pohon berumur 4 tahun dan seterusnya dipupuk campuran urea, SP-36 dan KCl (1:4:3) sebanyak 3-6 kg.pohon ditambah 40 kg/pohon pupuk kandang.

Pupuk ditaburkan di dalam larikan/di dalam lubang-lubang di sekeliling batang manggis
dengan diameter sejauh ukuran tajuk pohon. Dalam larikan dan lubang sekitar 10-
20 cm sedangkan jarak antar lubang sekitar 100-150 cm.

4) Pengairan dan Penyiraman
Tanaman manggis yang berumur di bawah lima tahun memerlukan ketersediaan air yang
cukup dan terus menerus sehingga harus disiram satu sampai dua hari sekali. Sedangkan pada pohon manggis yang berumur lebih dari lima tahun, frekuensi penyiraman berangsur-angsur dapat dikurangi. Penyiraman dilakukan pagi hari dengan cara menggenangi saluran irigasi atau disiram.

5) Pemberian Mulsa
Mulsa jerami dihamparkan setebal 3-5 cm menutupi tanah di sekeliling batang manggis yang masih kecil untuk menekan gulma, menjaga kelembaban dan aerasi dan mengurangi penguapan air.

Sabtu, 10 Desember 2011

Teknik Penanaman Manggis

Setelah bibit manggis berkualitas didapatkan, langkah selanjutnya adalah melakukan penanaman bibit manggis. Caranya, buat lubang tanam ukuran 50 x 50 cm sedalam 25 cm dan tempatkan tanah galian tanah di satu sisi.

Perdalam lubang tanam sampai 50 cm dan tempatkan tanah galian di sisi lain. Keringanginkan lubang tanam 15-30 hari sebelum tanam. Kemudian masukkan tanah bagian dalam (galian ke dua) dan masukkan kembali lapisan tanah atas yang telah dicampur 20-30 kg pupuk kandang.

Jarak antar lubang 8 x 10 m atau 10 x 10 m dihitung dari titik tengah lubang. Untuk
lahan berlereng perlu dibuat teras, tanggul dan saluran drainase untuk mencegah
erosi.

Dengan jarak tanam 10x 10 m atau 8 x 10 m diperlukan 100-125 bibit per hektar.
Cara menanam bibit yang benar adalah sebagai berikut:
a) Siram bibit di dalam polybag dengan air sampai polibag dapat dilepaskan dengan mudah.
b) Buang sebagian akar yang terlalu panjang dengan pisau/gunting tajam.
c) Masukkan bibit ke tengah-tengah lubang tanam, timbun dengan tanah sampai batas akar dan padatkan tanah perlahan-lahan.
d) Siram sampai tanah cukup lembab.
e) Beri naungan yang terbuat dari tiang-tiang bambu beratap jerami. Jika sudah
ada pepohonan di sekitarnya, pohon-pohon ini bisa berfungsi sebagai pelindung alami. Pohon pelindung harus bersifat alami dan mengubah iklim mikro, misalnya tanaman Albisia dan Lamtoro.

Kamis, 08 Desember 2011

Cara Membasmi Hama Tikus

Tikus merupakan hama yang sering kali membuat pusing para petani. Karena tikus sulit dikendalikan karena memiliki daya adaptasi, mobilitas, dan kemampuan untuk berkembang biak yang sangat tinggi.

Masa reproduksi tikus yang relative singkat menyebabkan tikus cepat bertambah banyak. Potensi perkembangbiakan tikus sangat tergantung dari makanan yang tersedia. Tikus sangat aktif di malam hari.

Tikus menyerang berbagai tumbuhan. Bagian tumbuhan yang disarang tidak hanya biji – bijian tetapi juga batang tumbuhan muda. Yang membuat para tikus kuat memakan biji – bijian sehingga merugikan para petani adalah gigi serinya yang kuat dan tajam, sehingga tikus mudah untuk memakan biji – bijian.

Tikus membuat lubang – lubang pada pematang sawah dan sering berlindung di semak – semak. Apabila keadaan sawah itu rusak maka berarti sawah tersebut diserang tikus.
Untuk mengatasi serangan hama tikus, dapat dilakukan cara – cara sebagai berikut :
a. Membongkar dan menutup lubang tempat bersembunyi para tikus dan menangkap tikusnya.
b. Menggunakan musuh alami tikus, yaitu ular.
c. Menanam tanaman secara bersamaan agar dapat menuai dalam waktu yang bersamaan pula sehingga tidak ada kesempatan bigi tikus untuk mendapatkan makanan setelah tanaman dipanen.
d. Menggunakan rodentisida (pembasmi tikus) atau dengan memasang umpan beracun, yaitu irisan ubi jalar atau singkong yang telah direndam sebelumnya dengan fosforus. Peracunan ini sebaiknya dilakukna sebelum tanaman padi berbunga dan berbiji. Selain itu penggunaan racun harus hati – hati karena juga berbahaya bagi hewan ternak dan manusia.

Minggu, 04 Desember 2011

Budidaya Buah Naga

Buah naga merupakan tanaman yang tidak sulit untuk ditanam karena buah naga dapat tumbuh pada kondisi dan lingkungan yang sesuai. Dengan kondisi tersebut perlu beberapa teknik budidaya secara intensif agar bias mencapai produksi yang memuaskan baik jumlah maupun mutunya.

Pembibitan
Persiapan pembibitan dengan Stek tanaman buah naga dari cabang / batang yang sudah berbuah dengan panjang 30 cm, dipilih batang yang sehat dan tidak terkena penyakit. Perbanyakan bibit buah naga tidak hanya dari vegetatif tapi juga dari perbanyakan generatif (biji).
Semaikan biji buah naga dalam media polybag yang berisi campuran tanah, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 3 : 2 : 1 (3 tanah, 2 pupuk kandang, dan 1 pasir). Sebelum disemaikan stek naga dipotong kerucut agar mudah ditanam.
Masukkan bibit buah naga ke dalam media sekitar 4 cm. Satu polybag hanya ditanami satu bibit dan usahakan media cukup lembab. Bibit siap ditanam pada umur 3 bulan.


Penyiapan Lahan
Persiapan lahan bertujuan untuk memberikan konbdisi lingkungan yang sesuai dengan perkembangan tanaman dan pembentukan hasil .Tanah terlebih dahulu diolah dan lapisan tanah dibolak – balik dengan menggunakan cangkul atau hand tractor dengan tujuan agar tanah menjadi gembur. Selanjutnya membuat bedengan dengan ukuran 1,5 m arah memanjang dan antar bedengan dibuat parit untuk saluran air.

Persiapan Tanam
Buat jarak tanam 2,5 m x 2m tergantung kesuburan tanah, jika tanah subur maka jarak tanam buah naga diperlebar 2,5 m x 2,5 m. Tanah yang subur dicirikan dengan warna tanah kehitaman, mengandung sedikit pasir dan remah jika dipegang dan tanah tidak menggumpal. Buat lubang tanaman dengan kedalam 60 cm dengan lebar lubang tanaman 60 cm x 60 cm.Buat tiang beton dengan 10 cm x 10 cm, ketinggian 2,5 m bagian atas tiang deberi ban bekas sepeda motor dengan diameter 40 cm dan diberi besidengan arah silang dengan ukuran besi 30 cm.

Penanaman
Pada lubang tanaman yang sudah siap diletakkan beton dengan kedalaman 50 cm dibawah permukaan tanah, sedang diatas permukaan tanah 2 m timbun dengan tanah, kemudian diberi pupuk yang sudah matang (kompos) 5 kg. Bibit buah naga yang sudah siap kemudian ditanam, pada tiap-tiap penyangga ditanami 4 bibit naga yang letaknya simetris antara satu dengan yang lain. Pada tiap-tiap beton berisi 4 tanaman buah naga. Kemudian tiap 1-2 bulan diberi pupuk yang sudah matang (kompos)dengan dosis 2- 5 kg / tanaman.

Pemeliharaan
a. Pemupukan
Pemupukan bertujuan untuk meningkatkan unsur hara dalam tanah. Mengenal sifat pupuk sangat penting, hubungannya dengan kebutuhan pupuk bagi tanaman buah naga. Unsur nitrogen (N) dibutuhkan dalam jumlah yang elbih besar pada awal masa pertumbuhan tanaman yakni sejak tanaman buah naga masih muda hingga menjelang berbunga.
Ketika tanaman buah naga mendekati masa berbunga tanaman banyak membutuhkan pupuk dengan kandungamn fosfor (P) dan kalium yang tinggi. Pupuk kandang yang sudah matang diberikan dengan dosis 2-5 kg pertanaman, dosis pemupukan ditingkatkan sesuai dengan pertumbuhan tanaman dan diberikan 1-2 bulan selama 3 kali periode.

Selanjutnya setelah tiga periode (6 bulan), kemudian pupuk dengan NPK berimbang (15 : 15: 15) sebanyak 2 sendok teh pertanaman. Disamping itu bisa ditambahkan dengan pupuk mikro misal : metalik dengan konsentrasi 4 cc perliter air, dan masing- masing tanaman 3 liter. Pada umur 6 bulan beri pupuk hortigo kuning dan hortigo power masing-masing 0,5 sendok teh pertanaman.
Pemupukan harus dilakukan secara berkala sehingga dapat dipenuhi respon yang cepat dari pertumbuhan buah naga.Untuk pemupukan bulan ketujuh hingga kedua belas adalah NPK 50 gr dan Za 20 gr per bulan per tiang (tempat tanaman). Untuk tahun berikutnya tanaman diberikan pupuk NPK 75 gr dan Za 30 gr per bulan per tiang.

b. Pemangkasan
Lakukan pemangkasan baik untuk pembentukan cabang baru maupun cabang produktif . Pada umur 8–12 bulan tanaman buah naga akan berbunga. Setelah dipetik buah batang tanaman buah naga dipotong untuk merangsang tunas-tunas baru. Biasanya tunas baru itu tumbuh besar dan menghadap ke langit, biarkan tinggi turus ± 1,5 meter kemudian potong pucuk 3 meter. Upayakan tunas baru jangan sampai lebih dari 5 tunas karena dapat mengganggu pertumbuhan buah naga.
c. Pengairan
d. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT)

Panen
Buah naga berbunga pada umur 12 bulan 18 bulan dari kuncup bunga menjadi buah siap petik membutuhkan waktu 50- 55 hari. Buah naga yang sudah siap dipetik dengan ciri warna buah merah keseluruhani atau sisik buah (tumbai) berubah warna dari hijau menjadi kemerahan dan pada pangkal buah ditandai daun buah naga mengkerut, kemudian buah siap dipetik.
Cara pemetikan dengan menggunakan gunting stek dengan membentuk huruf “V“. Musim panen terbesar buah naga pada bulan September hingga maret.

Sabtu, 03 Desember 2011

Iklim dan Media Tanam untuk Jahe

Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi, yaitu antara 2.500-4.000 mm/tahun. Pada umur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari.

Dengan kata lain penanaman jahe dilakukan di tempat yang terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari. Suhu udara optimum untuk budidaya tanaman jahe antara 20-35 oC.

Media Tanam
Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah yang subur, gembur dan banyak
mengandung humus. Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik.

Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4. Tetapi keasaman
tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6,8-7,0.

Ketinggian Tempat
Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0 - 2.000 m dpl. Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 - 600 m dpl.