Sabtu, 30 April 2011

Tenik Menanam Semangka

Semangga sebaiknya ditanam pada lahan terbuka. Setelah usia persemaian 14 hari atau telah tumbuh daun 2-3 lembar.

Sambil menunggu bibit cukup besar, anda bisa menyiapkan lubang tanam. Pembuatan lubang disarankan 1 minggu sebelum bibit dipindahkan. Setiap lubang berkedalaman 8-10 centimeter dengan jarak antar lubang 20-30 centimeter.

Jika menggunakan pola bedengan, jarak antar lubang sekitar 80-100 centimeter. Tergantung pada tebal tipisnya bedengan.

Seperti tanaman buah yang lain, lahan untuk menanam semangga ditutup dengan plastic mulsa. Untuk membuat lubang tanam, bisa menggunakan alat bantu kaleng. (ibutani)

Selasa, 26 April 2011

Menyemai Benih Semangka

Penyemaian benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang berkualitas. So, jika anda menginginkan semangka berkualitas dan produksi yang tinggi, proses penyemaian harus dilakukan dengan baik pula.

Setelah bibit direndam dan ditiriskan, langkah selanjutnya adalah menyemainya dalam media tanam sementara. Media tanam ini bisa berupa kantong atau bak dari kayu.

Tetapi, kebanyakan petani menggunakan plastik. Kantong di isi dengan satu bagian tanah, satu bagian kompos, dan satu bagian pupuk kandang. Satu kantong ditanam satu benih. Sudut kantong dipotong secukupnya untuk mengurangi sisa air pada saat penyiraman.

Kantong-kantong itu diletakkan berderet agar terkena sinar matahari secara penuh. Kalau pun diletakkan di bawah atap plastik, harus menggunakan plastik transparan. Dengan salah satu bagian ujung dibiarkan terbuka.

Agar tumbuh baik, benih semangka harus dipupuk. Pemupukan dilakukan lewat daun. Untuk memacu pertumbuhannya, pupuk benih dengan obat dan dilakukan rutin setiap 3 hari sekali.

Pada usia 14 hari benih-benih dipindahkan ke lahan yang sebelumnya telah disiapkan. Cara mengolah lahan sama dengan tanaman buah yang lain, seperti cabai dan tomat yang telah ditulis dalam artikel sebelumnya. (ibutani)

Senin, 25 April 2011

Agar Tiram Putih Tumbuh Berkali-kali

Setiap polibek yang telah ditumbuhi miselium dapat tumbuh jamur tiram putih berkali- kali, sampai 4 – 6 kali panen.

Pemanenan ini dapat berlangsung selama 2 – 3 bulan dengan hasil total 75% dari berat serbuk gergaji kering untuk substratnya. Agar media tumbuh jamur berkali-kali maka perlu pemeliharaan.

Caranya, sebagai berikut :
1. Media polibek yang telah tumbuh jamur sekali, permukaan bekas tumbuh jamur dikeruk atau dipotong 0,5 – 1 cm. Kemudian disuntikkan kedalamnya larutan vitamin B kompleks sekitar 30 cc (2 butir Vit. B komplek dilarutkan dalam 1,5 liter air bersih).

2. Setiap pagi dan sore permukaan media polibek disemprot dengan air bersih,
Jangan sampai terlihat kering permukaannya.

3. Untuk media polibek yang telah tumbuh jamur kedua, ketiga dan seterusnya diperlakukan sama dengan point 1 dan 2, hanya saja jumlah vitamin B kompleks yang disuntikkan semakin berkurang sebanding dengan berkurangnya media yang dipotong / dibuang.

Pemberatantasan Penyakit
Apabila proses sterilisasi berjalan dengan sempurna dan peralatan yang dipakai bersih dan steril, maka tidak ada kontaminasipada subsratnya. Apabila ada polibek terkontaminasi/ terkena penyakit, sebaiknya polibek tersebut dibuang saja agar tidak menular dan menyebabkan turunnya produksi.

Peralatan yang dipakai pada saat penanaman bibit (inokulasi) harus bersih dan steril. Peralatan agar steril, dipanaskan / dicelup dengan air mendidih kemudian diolesi dengan alkohol 70 %. Sterilisasi peralatan harus dijaga selama inokulasi agar media polibek tidak terkontaminasi.
Penamanan bibit jamur diusahakan ditempat tertutup dan steril.
Pada saat mencampur bahan-bahan media tanam sebaiknya memakai masker agar uap hasil reaksi bahan-bahan tersebut tidak terhirup masuk ke dalam paru-paru.

Budidaya jamur tiram putih tidaklah sulit dan tidak diperlukan keahlian khusus. Modal usahanya pun tidaklah besar. Agrobisnis di masa sekarang dan akan datang sangatlah prospektus. (ibutani/A. Sritopo-Klaten)

Minggu, 24 April 2011

Memilih Bibit Semangka

Memilih Bibit Semangka

Anda tentu sepakat jika 75% sukses tidaknya budidaya suatu tanaman tergantung pada kualitas bibit dan pembuatan benih. Begitu pula dengan budidaya semangka.

Langkah penting pertama yang harus anda lakukan adalah mencari bibit semangka yang baik. Sekarang hal itu cukup mudah dilakukan, karena sudah banyak tersedia di toko-toko pertanian.

Anda hanya tinggal memilih saja, mau semangka tanpa biji atau triploid atau berbiji haploid. Tergantung selera dan biaya yang tersedia.

Setelah mendapatkan bibit yang bagus, selanjutnya adalah penyemaian. Kelihatannya sepele, tapi harus dilakukan dengan benar. Karena salah-salah benih yang tumbuh tidak sesuai harapan.

Sebelum disemai di media persemaian, ada beberapa langkah yang perlu anda lakukan.

Pertama, regangkan sedikit biji semangka itu dengan menyayat kulitnya. Tujuannya supaya biji itu lekas berkecambah.

Kedua, setelah diregangkan, rendam biji tadi dalam larutan yang terdiri atas 1 liber air hangat dengan suhu kira-kira 20-25 derajat cellsius, 1 sendok teh hormon (atornik, menedael, abitonik), 1 sendok peres obat anti jamur (fungisida), dan setengah sendok teh peres bakterisida. Waktu perendaman kurang lebih 10-30 menit.

Setelah dirasa cukup, angkat biji dari air dan tiriskan hingga kering sempurna. Biji pun siap untuk disemaikan di media tanam. (ibutani)

Kamis, 21 April 2011

Memelihara Jamur Tiram Putih

Setelah proses penanaman bibit jamur tiram putih selesai, tahapan selanjutnya adalah pemeliharaan.

Letakkan kantong yang telah ditanami bibit tadi pada rak-rak yang telah dibuat sebelumnya. Rak ini sebaiknya ditempatkan dalam suatu ruangan agar suhu dan kelembabannya tidak terpengaruh oleh udara luar.

Usahakan suhu dan kelembabannya selalu stabil sesuai dengan kondisi yang diinginkan bagi pertumbuhan jamur yaitu 24 – 28 C dan kelembaban udara 80 – 90 %. Dalam kondisi normal, jamur akan mulai tumbuh pada usia 6 – 8 minggu.

Setelah bibit tumbuh secara merata, kantong dapat dibuka. Caranya, lepas karet dan cincing paralon. Sibakkan keluar supaya permukaan media tumbuh jamur mendapatkan udara.

Pemanenan Jamur
Setelah 1 minggu dari pembukaan, jamur biasanya akan terbentuk tubuh atau rumpun jamur dan sudah ada yang siap dipanen. Umur jamur mulai dari sejak bakal hingga siap panen lebih kurang sekitar 3 hari. (ibutani)

Budidaya Jamur Tiram Putih

Jamur tiram putih merupakan salah satu jenis jamur yang banyak dibudidayakan. Cara dan media tanamnya pun cukup mudah.

Media tanam yang banyak digunakan untuk budidaya jamur tiram putih adalah serbuk sisa penggergajian kayu. Pada prinsipnya, semua jenis kayu bisa digunakan, sepanjang tidak beracun. Tetapi, yang paling banyak dipakai adalah kayu sengon atau alba.

Agar dapat digunakan sebagai media tanam, serbuk gergaji itu dicampur dengan bahan-bahan tambahan. Yakni, bekatul atau dedak halus, kalsium karbonat atau kapur (CaCO3), gips (CaSO4), pupuk TSP, dan air.

Dengan takaran, 100 kg serbuk gergaji, 15 kg bekatul, 0,5 kg kalsium karbonat, 0,5 gips, 0,5 pupuk TSP, dan air secukupnya.

Disamping itu perlu disiapkan bahan-bahan yaitu kantong plastok tahan panas (ukuran 03 atau 04, 15 x 25 cm atau 17 x 30 cm), karet pengikat, potongan kertas koran, potongan pipa pralon (diameter 1” dan lebar 1 cm). Alat yang digunakan adalah sekop dan cangkul, drum perebus dengan tutup dan sarangan, kompor.

Proses Pengomposan
Sebelum ditanam bibit, bahab-bahan media tanam tersebut di komposkan
terlebih dahulu selama 15 hari dengan tahapan sebagai berikut :
1. Serbuk gergaji yang telah benar-benar kering direndam dengan air bersih
didalam suatu wadah selama 1 malam.
2. Tiriskan (sampai dikepal tidak pecah), selanjutnya tambahkan tambahkan kapur beserta bekaltul dan diaduk sampai rata. Biarkan dalam tumpukan selama 5 hari.
3. Tumpukan diaduk kembali dengan ditambahkan pupuk TSP dan biarkan
selama 5 hari.
4. Bahan diaduk kembali dan tambahkan gips. Biarkan lagi tumpukan itu
sampai 5 hari, maka proses pengomposan telah selesai.

Proses Pembungkusan
Bahan-bahan media tanam yang telah dikomposkan dimasukkan ke dalam kantong plastik. Kantong plastik pada kedua ujung pangkalnya ditekuk kedalam, sehingga setelah diisi dan dipadatkan kantong plastik dapat berdiri seperti botol.

Kantong plastik diisi kurang lebih ¾ bagian, kemudian yang ¼ bagiannya ditekuk ke dalam. Kantong itu harus diletakkan dalam posisi terbalik, bagian yang ditekuk atau dilipat kedalam ditempatkan dibawah.

Proses Sterilisari
Siapkan alat drum perebus beserta perlengkapannya. Sarangan diletakkan
kira-kiran 1/3 bagian drum dari bawah. Isilah drum dengan air bersih kira-kira ¼
bagian drum.

Selanjutnya, nyalakan kompor. Masukan media tanam ke dalam platik besar tahan panas yang menjulur ke atas drum. Proses sterilisasi dengan uap ini dilakukan selama 6 – 8 jam pada suhu 90 – 95 C.

Penanaman Bibit
Setelah proses sterilisasi selesai, keluarkan kantong media tanam dari drum, dibiarkan dingin. Setelah dingin, lakukan proses inokulasi atau penanaman bibit. Masukan bibit dari bagian atas dan tebar secara merata. Setelah itu ikat dengan kencang.

Agar ikatan kuat, ujung plastik dimasukan potongan pralon (cincin), kemudian ditutup dengan potongan kertas koran dan diikat dengan karet gelang. Saat inokulasi sebaiknya jangan sampai melebihi dari 24 jam setelah proses sterlisasi. (ibutani/A. Sritopo-Klaten)

Selasa, 19 April 2011

Cara Membuat Pupuk Kompos

Pupuk kompos, merupakan salah satu komponen terpenting dalam bertani organik.

Sebab tanah perlu pupuk padat selain nutrisi cair dan mikroorganisme agar zat hara tidak mudah terlarut oleh air hujan atau air irigasi.

Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik. (id.wikipedia.org)

Membuat kompos, sebetulnya tidak sulit. Semua orang bisa melakukannya. Dan setiap petani atau siapapun yang ingin membuat kompos akan memiliki teknik-nya sendiri. Sebab hampir semua sampah/bahan organik dapat digunakan untuk membuat pupuk kompos. Proses pengomposan sendiri adalah proses alami yang dilakukan oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi.

Agar proses alami tersebut tidak memakan waktu yang lama, membuat kompos perlu pengaturan dan kontrol. Misalnya mengatur campuran bahan organik, mengatur aerasi, mengontrol pengadukan/pencampuran, serta penambahan aktivator (mikroba) pengomposan.

Pembuatan kompos yang selama ini dilakukan di pertanian organik Merden, memanfaatkan jerami bekas padi, kotoran hewan (sapi dan kambing), rumput bekas pakan ternak, serta abu sekam. Terkadang juga ditambahkan serbuk gergaji limbah media jamur. Selain bahan-bahan organik tersebut, pengomposan sangat terbantu oleh aktivator buatan sendiri.

Banyak produk-produk aktivator pengomposan atau biasa disebut starter yang dijual. Namun, seperti yang telah dijelaskan di atas, pengomposan adalah proses alami. Karena itu kita dapat membuat sendiri atau lebih tepatnya membiakkan sendiri mikroba-mikroba dari alam yang dapat mempercepat pengomposan.

Aktivator/starter kompos buatan sendiri
Aktivator yang kami gunakan dibuat dari rumen hewan (rumen adalah feses hewan yang didapat dari limbah tukang potong hewan). Rumen difermentasi menggunakan gula dan nanas. Aktivator alami ini kemudian disemprotkan di tumpukan kompos kemudian diaduk. Pengadukan dilakukan secara berkala. Yakni seminggu tiga kali. Lama pengomposan jika menggunakan aktivator tersebut, berlangsung selama 15 hari. Hasilnya adalah kompos yang berkualitas.

Kompos yang baik memiliki beberapa ciri sebagai berikut (id.wikipedia.org) :

Berwarna coklat tua hingga hitam mirip dengan warna tanah,
Tidak larut dalam air, meski sebagian kompos dapat membentuk suspensi,
Nisbah C/N sebesar 10 – 20, tergantung dari bahan baku dan derajat humifikasinya,
Berefek baik jika diaplikasikan pada tanah,
Suhunya kurang lebih sama dengan suhu lingkungan, dan
Tidak berbau.

Sumber: http://berasorganikmerden.wordpress.com

Cara Membuat Bakteri Pemacu Pertumbuhan (PGPR)

PGPR (Plant growth-promoting rhizobacteria) adalah bakteri pemacu pertumbuhan tanaman.

Bakteri yang terdapat dalam PGPR adalah sejenis bakteri yang biasa hidup di akar tanaman. Mikroorganisme ini hidup berkoloni di sekitar akar tanaman dan membantu memacu pertumbuhan tanaman.

Setelah membaca wikipedia, PGPR ini pertama kali diteliti oleh Kloepper dan Schroth tahun 1978. Mereka menemukan bahwa keberadaan bakteri yang hidup di sekitar akar ini mampu memacu pertumbuhan tanaman jika diaplikasikan pada bibit/benih. Tidak hanya itu, tanaman nantinya akan beradaptasi terhadap hama dan penyakit.

Bagaimana bakteri PGPR dapt memacu pertumbuhan?
Bakteri PGPR mampu mengikat nitrogen bebas dari alam atau istilahnya fikasi nitrogen bebas. Nitrogen bebas diubah menjadi amonia kemudian disalurkan ke tanaman. Bakteri akar ini juga mampu menyediakan beragam mineral yang dibutuhkan tanaman seperti besi, fosfor, atau belerang. PGPR juga memacu peningkatan hormon tanaman. Peningkatan hormon tanaman inilah yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Cara Membuat PGPR
Biang PGPR
Biang PGPR dibuat dari akar bambu sekira 250 gram yang direndam dalam air selama tiga tiga malam.

Bahan:
20 liter air
1/2 kg dedak/bekatul
Terasi
1 sdm air kapur sirih

Cara membuat:
Campur semua bahan, kemudian didihkan.
Setelah dingin, campurkan 1 liter “biang PGPR”. Tutup rapat. Diamkan satu hingga dua mingggu.

PGPR kelapa
Selain cara di atas, biang PGPR juga dapat dikembangkan menggunakan air kelapa segar ditambah gula merah (tetes tebu lebih baik) dan kemudian difermentasi selama seminggu.

Aplikasi PGPR
PGPR dan PGPR kelapa yang telah jadi dapat diaplikasikan ke tanah sekitar tanaman dengan perbandingan; 200 cc PGPR untuk 14 Liter air.
Benih yang direndam PGPR dapat merangsang pertumbuhan akar.

Catatan:
Bakteri PGPR adalah bakteri tanah yang masa hidupnya tidak panjang. Karena itu perlu mengembalikan populasinya setiap akan menebar benih.

Sumber: http://berasorganikmerden.wordpress.com

Jumat, 15 April 2011

Pohon Darah Naga


Orang biasa menyebut tanaman ini pohon darah naga. Nama aslinya adalah Dracaena Cinnabari. Ia berasal dari kepulauan Socotra.


Bentuknya unik sekaligus cantik. Menyerupai payung yang sedang dikembangkan. Tentu saja bukan itu sebabnya ia disebut pohon darah naga.

Nama itu diambil dari warna getahnya yang berwarna merah, seperti darah. Soal 'naga'-nya tidak ada yang tahu dari mana. Mungkin julukan itu dilekatkan karena struktur pohon dan rantingnya yang mirip kaki naga dengan cakarnya yang mengembang.

Oleh masyarakat Socotra, getah dari pohon ini digunakan untuk pengobatan. Selain sebagai pewarna alami.

Dionaea Muscipula


Dionaea Muscipula dikenal dengan sebutan tanaman carnivora alias pemakan daging. Keahliannya memerangkap mangsa sungguh luar biasa.


Dionaea Muscipula memiliki senjata ampuh berupa sepasang daun yang dilengkapi rambut ultra sensitif. Saking sensitifnya, sekecil apapun serangga yang hingga disana bisa ia rasakan. Begitu serangga atau hewan hingga, daun ini akan langsung menutup. Tamatlah riwayat hewan atau serangga itu dan menjadi santapan lezat bagi Dionaea Muscipula.

Welwitschia Mirabilis


Welwitschia Mirabilis, merupakan satu dari sepuluh tanaman paling unik di dunia. Welwitschia Mirabilis adalah tumbuhan asli Namibia.


Welwitschia Mirabilis bisa jadi merupakan tanaman paling sederhana. Ia hanya memiliki dua daun, satu batang, dan akar. Nah, uniknya, dua daun ini terus tumbuh dan selintas bentuknya menyerupai alien.

Batang Welwitschia Mirabilis juga terus tumbuh. Tetapi bukan semakin tinggi, melainkan menebal. Tinggi paling maksimal tanaman ini hanya 2 meter. Dengan lebar mencapai 8 meter.

Soal umur, Welwitschia Mirabilis mungkin merupakan nomor satu. Tanaman ini bisa berumur hingga 400 tahun sampai 15 abad. Bisa hidup terus tanpa hujan selama 5 tahun.

Tanaman yang dalam bahasa Namibia disebut Onyanga yang berarti bawang padang pasir ini ternyata enak untuk dimakan. Baik dimakan dalam keadaan mentah maupun dimasak di dalam bara.

Hama dan Penyakit Penting Tanaman Mangga

September - Desember setiap tahun, buah mangga banyak kita jumpai di gerai buah hampir di semua pusat perbelanjaan yang mewah maupun di pasar tradisional.


Sentra-sentra produsen mangga seperti Probolinggo dan Indramayu, pada bulan-bulan tersebut terjadi panen raya. Tetapi perlu diingat bahwa buah mangga varietas Arumanis yang mempunyai aroma khas dan rasanya manis itu, bisa melengkapi sebagai buah hidangan maupun jus di meja makan kita, tidak terlepas dari perjuangan para petani dalam mengendalikan hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman buah mangga. Bagaimana pengendaliannya?

Sebagai negara yang beriklim tropis dan keanekaragaman agroklimat, Indonesia mampu menghasilkan hampir semua jenis buah tropika dan sub tropika termasuk mangga. Diluar sentra-sentra produsen mangga seperti Probolinggo dan Indramayu, tanaman mangga dapat dijumpai di hampir setiap pekarangan rumah tangga.

Kabupaten Probolinggo misalnya, mangga dijadikan sebagai komoditas unggulan, usahatani mangga di wilayah tersebut dapat menghidupi 348 kelompok tani dan keluarganya. Varietas mangga yang dikembangkan adalah Arumanis, Manalagi, dan lain-lain. Mangga Probolinggo terutama varietas Arumanis sangat populer bahkan sudah dipasarkan sampai ke luar negeri seperti ke Singapura.

Hama yang sering mengganggu tanaman buah mangga antara lain penggerek pucuk yang disebabkan oleh larva Sternochetus geniocnemis. Hama ini menyebabkan ranting tanaman mati kering karena jaringan pembuluh kayu rusak akibat gerekan larvanya.

Sedangkan pengendaliannya dapat dilakukan penyemprotan dengan menggunakan insektisida kontak pada bagian ranting. Masih banyak hama dan penyakit lain yang dapat menimbulkan kerugian bagi petani mangga. Informasi ini dapat menambah pengetahuan anda dan mengetahui bagaimana cara pengendaliannya.
Sumber : Puslitbang Hortikultura

Rabu, 13 April 2011

Pembibitan Mangga

Melanjutkan bincang-bincang soal mangga….
Setelah kemarin berkenalan sedikit, sekarang tiba waktunya untuk lebih serius.. halaaah…


Untuk mulai membudidayakan mangga, langkah penting yang perlu disiapkan selain lahan adalah bibit. Ada tiga cara untuk menyiapkannya. Yakni, menggunakan biji, okulasi (menempelkan tunas dari batang atas yang buahnya berkualitas ke batang bawah yang struktur akar dan tanamannya kuat), dan pencangkokan.

Untuk pembibitan dengan biji, anda bisa memulainya dengan memilih biji dari mangga berkualitas baik. Setelah dapat, keringkan biji itu. Tapi, tidak perlu dijemur di bawah panas matahari langsung, cukup diangin-anginkan saja.

Sebagai media tanam, siapkan kotak persemaian. Ukurannya kira-kira 100x50x20 cm persegi. Isi kotak itu dengan tanah yang telah dicampur pupuk kandang. Tanam biji tadi disana dengan bagian perut menghadap ke arah bawah, supaya akar tidak bengkok. Jarak antara satu dengan yang lain kira-kira 10-20 cm.

Agar persemaian itu tumbuh dengan baik, taruh naungan dibagian atasnya. Bisa menggunakan plastik atau sisa-sisa tanaman. Kebanyakan yang dipakai adalah batang padi. Tetapi, harus diupayakan agar udara di dalam persemaian menjadi terlalu lembab. Satu lagi, selama persemaian bibit tidak boleh kekurangan air.

Dalam kondisi normal, biji akan mulai berubah menjadi kecambah pada usia tanam kurang lebih 2 minggu. Jika dari satu biji muncul dua tunas, matikan salah satu.

Setelah ketinggian bibit tumbuh kurang lebih 25-30 cm, anda bisa memindahkannya ke polybag. Setelah berusia kurang lebih 4 bulan, lakukan seleksi ulang. Bibit yang lemah dan tumbuh kurang bagus dibuang saja. Anda dapat memindahkan bibit itu ke kebun setelah usianya menginjak 6 bulan.

Selain menggunakan biji, pembibitan juga dapat dilakukan dengan cara okulasi. Tetapi, cara ini hanya dianjurkan bagi yang sudah terlatih. Karena kesulitannya lumayan tinggi.

Caranya, siapkan bibit dari pohon mangga yang berkualitas dan pohon mangga yang memiliki struktur akar dan batang yang kuat. Proses okulasi paling bagus dilakukan pada saat bibit berusia antara 9 hingga 12 bulan dan dimusik kemarau.

Cara yang ketiga adalah pencangkokan. Cara ini paling banyak dipilih, karena tergolong gampang untuk dilakukan. Agar hasil cangkokan bagus, batang yang dicangkok dianjurkan yang telah berdiameter 2,5 cm dan berasal dari tanaman yang telah berusia 1 tahun ke atas.

Caranya, kupas kulit batang yang hendak dicangkok dengan pisau. Panjang sayatan kurang lebih 5 cm. Kemudian balut sayatan itu dengan tanah yang telah dicampur pupuk kandang, dan bungkus dengan sabut kelapa. Kalau tidak ada sabut kelapa, bisa juga dengan plastik. (ibutani)

Minggu, 10 April 2011

Budidaya Mangga


Mangga, anda pasti sudah sangat akrab dengan buah satu ini. Rasanya manis, warna dagingnya orange, dan pohonnya sangat gampang ditemukan. Karena banyak dibudidayakan di pekarangan rumah.

Mangga sebetulnya bukan tanaman asli Indonesia. Mangga berasal dari India, kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara. Di Indonesia, cukup banyak jenis mangga yang dibudidayakan.

Tetapi, yang paling banyak dikenal adalah mangga arum manis, golek, gedong, manalagi, cengkir, kemang, kweni, apel, kemang, dan embacang. Masing-masing memiliki rasa yang khas.

Embacang misalnya, karena rasanya asam lebih banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat sambal. Kweni, dikenal dengan aromanya yang sangat harum. Sedang arum manis karena dagingnya yang tebal dan rasanya yang manis.

Mangga tergolong tanaman yang sangat mudah dikembangbiakan. Namun, ia paling cocok untuk dibudidayakan di daerah dengan ketinggian maksimal 500 meter diatas permukaan laut (dpl) Atau daerah yang memiliki musim kering 3 bulan. Karena, jika ditanam di daerah basah, rawan diserang hama penyakit serta mengalami gugur bunga dan buah.

Tanah yang paling baik untuk budidaya mangga adalah tanah yang gembur mengandung pasir dan lempung dalam jumlah seimbang. Dengan derajat keasaman (ph) 5,5 hingga 5,7. Jika ph dibawah kisaran tersebut, dapat disiasati dengan cara pengapuran menggunakan dolomit. (ibutani)

Senin, 04 April 2011

Memelihara Tomat

Buah tomat yang merah segar pasti amat menggoda. Apa yang harus dilakukan supaya tanaman tomat saya bisa menyala seperti itu ? Jawabannya sudah tentu harus diberi perlakuan yang tepat.


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat tomat. Pertama, tentu saja melakukan pemupukan yang tepat. Pupuk yang oleh para ahli pertanian banyak dianjurkan adalah pupuk hayati Mig-6Plus. Pemupukan sangat disarankan dilakuakn setiap 3 minggi sekali, dosisnya 2 liter per hektare.

Selain pupuk hayati, tomat juga membutuhkan zat-zat yang terkandung dalam pupuk kimia. Yakni, Nitrogen, Phospor, Kalsium yang dibuat dari campuran pupuk ZA, TSP, dan KCL. Berikan pupuk kimia ini 2 kali, yakni pada saat tanaman berusia 10 hari pascatanam dan pada saat saat tanaman berusia 35 hari. Dosisnya tergantung jenis dan tekstur tanah, setiap daerah berbeda-beda.

Selain pemupukan, perawatan lain adalah dengan memasang plastik mulsa hitam perak pada bedengan. Tujuannya untuk mengurangi fluktuasi suhu tanah, menjaga kelembaban, mengurasi erosi tanah, menekan pertumbuhan gulma, dan meningkatkan aktivitas mikrobiologi tanah.

Disamping itu, pemasangan plastik mulsa pada bedengan tomat juga dapat mengurangi serangan hama tungau dan kutu daun, serta penyakit rebah kecambang dan akar bengkak.

Setelah pohon tomat tumbuh cukup tinggi, disarankan untuk memsang turus. Tujuannya supaya pohon tomat dapat tumbuh tegak, memperbaiki pertumbuhan daun dan tunas, serta memudahkan penyemprotan pestisida dan pemupukan.

Seperti tanaman buah yang lain, agar buahnya banyak pohon tomat juga perlu dipangkas secara rutin. Dengan menghilangkan cabang lain dan menyisakan cabang utama, buah yang dihasilkan akan jauh lebih besar.

Terakhir, karena tomat memerlukan air dalam jumlah banyak selama pertumbuhan dan perkembangannya. Rajin-rajinlah menyiram, semakin sering semakin baik. (ibutani)

Menyiapkan Lahan untuk Tomat

Pada tulisan terdahulu, kita telah mengenal sedikit apa itu tanaman tomat, daerah dan iklim yang pas untuk budidaya, kondisi tanah, dan cuaca yang cocok. Sekarang, ganti topik mengenai persiapan lahan untuk membudidayakan tomat.
Lahan yang hendak dipakai untuk budidaya tomat harus disiapkan sebaik mungkin. Para ahli pertanian menyarankan, lahan yang akan digunakan sebaiknya bukan bekas tanaman yang masih satu keluarga dengan tomat, khususnya kentang.

Seperti halnya menanam cabai, lahan untuk tomat juga harus diolah terlebih dulu. Cara mengolahnya cukup mudah, tinggal ditambahkan pupuk kandang matang. Dosisnya 10 ton pupuk untuk 1 hektare lahan, campurkan dengan tanah secara merata.

 Tanah yang telah diolah tadi, kemudian dibuat bedengan-bedengan. Lebarnya 110 - 120 centimeter dengan tinggi 50-60 centimeter. Jarak antar bedengan sebaiknya 50-60 centimeter.

Semprot bedengan itu dengan larutan pupuk hayati MiG-6plus dengan dosis 2 liter per hektare. Diamkan selama tiga hari, sebelum mulai ditanami. (ibutani)

Budidaya Tomat


Tomat merupakan salah satu komoditas holtikultura yang banyak ditanam petani di Indonesia. Selain iklim yang mendukung, nilai ekonomisnya pun lumayan baik. Pasar tomat juga masih terbuka luas.

Tomat bisa dibudidayakan di daerah yang memiliki ketinggian 1.250 meter dari permukaan laut dan tumbuh optimal pada dataran tinggi dengan ketinggian 7.500 meter dari permukaan laut. Dengan suhu 24 derajat cellcius pada siang hari dan 15 hingga 20 derajat cellcius di malam hari.


Temperatur yang terlalu tinggi, diatas 32 derajat cellcius dapat mengakibatkan buah tomat cenderung berwarna kuning. Padahal, yang banyak diminati adalah buah tomat berwarna merah segar kan ?

Hasil penelitian menyebutkan, tomat dapat tumbuh dengan baik dan menghasilan buah yang menawan pada temperatur 24 - 28 derajat cellcius. Dengan curah hujan antara 750 - 125 milimeter per tahun dan memiliki irigasi yang baik.

Lahan yang baik untuk budidaya tomat adalah yang memiliki keasaman (ph) 5,5 sampai 6,5. Sehingga penyerapan unsur hara terutama, fosfat, kalium, besi dapat maksimal.

Tertarik untuk membudidayakan tomat ? (ibutani)

Sabtu, 02 April 2011

Penyediaan Bahan Tanam Kakao Menggunakan Teknologi Somatic Embryogenesis

Dalam rangka penyediaan bahan tanam kakao unggul untuk Gerakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao Nasional, Direktorat Jenderal Perkebunan bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia pada tanggal 14 Januari 2009 telah mengadakan pertemuan di Jember dengan acara Diskusi Ilmiah mengenai penyediaan bahan tanam kakao unggul klonal dengan teknologi Somatic Embryogenesis (SE).
Pertemuan dibuka oleh Direktur Jenderal Perkebunan dan dihadiri oleh anggota Komisi IV DPR-RI; anggota DPRD Jawa Timur; staf kantor Wapres; Kepala Dinas yang membidangi perkebunan provinsi pelaksana Gerakan; Dewan Kakao Indonesia; pakar ilmu pemulia tanaman dari 8 (delapan) Perguruan Tinggi (Institut Pertanian Bogor, Universitas Hassanuddin, Universitas Tadulako, Universitas Haluoleo, Universitas Gajah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Jember, dan Universitas Islam Makassar) dan pemangku kepentingan kakao lainnya.
Penyediaan bahan tanam kakao unggul klonal dengan teknologi SE merupakan metode mutakhir dari teknik kultur jaringan melalui proses embryogenesis, sementara teknik kultur jaringan yang kita kenal selama ini adalah melalui proses organogenesis.
Ciri utama dari proses SE adalah pembentukan struktur massa/struktur bipolar dari eksplan somatic yang akhirnya membentuk kecambah dengan titik tumbuh akar dan daun pada masing-masing ujungnya secara serempak, sehingga tanaman klonal yang dihasilkan morphologinya sangat mirip dengan tanaman yang dikembangkan secara generatif (biji) dan dicirikan dengan terbentuknya akar tunggang adanya struktur jorket dan sifat genetik sama dengan induknya. Perbanyakan tanaman kakao klonal dengan teknik SE sangat menguntungkan karena sifat-sifat unggul dari induk tanaman diturunkan sama persis kapada hasil perbanyakannya. Sedangkan proses organogenesis ditandai dengan pembentukan struktur unipolar yaitu pembentukan titik tumbuh daun atau akar terbentuk secara terpisah, sehingga tanaman klonal yang dihasilkan morphologinya mirip dengan tanaman yang dikembangkan secara vegetatif (setek).
Teknologi SE yang diadop oleh Puslit Koka adalah merupakan teknologi yang telah dikembangkan oleh Nestle Research Centre-Tours-Perancis dan sudah dikaji mendalam sehingga layak untuk diterapkan secara massal. Perbanyakan tanaman dengan teknik SE di Puslit Koka akan menggunakan klon-klon kakao unggul yang telah direkomendasi oleh Puslit memiliki dayahasil tinggi dan tahan atau toleran terhadap penyakit utama kakao khususnya Vascular Streak Dieback (VSD).
Pertemuan dan kerjasama dimaksudkan untuk mempersiapkan bahan tanam kakao program Gernas yang jumlahnya tidak sedikit dengan sebaik-baiknya. Kesiapan bahan tanam merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan gerakan yang telah dicanangkan. Dalam pertemuan tersebut sekaligus dilakukan sosialisasi dan diskusi tentang Gerakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao Nasional.
Program Gernas akan dilaksanakan selama 3 tahun (2009-2011) yang antara lain bertujuan meningkatkan citra kakao Indonesia di pasar dunia sekaligus dapat meningkatkan pendapatan petani dan devisa negara. Oleh karena itu Dirjenbun mengharapkan kepada semua instansi terkait dan pemangku kepentingan kakao untuk mendukung gerakan dimaksud.

Menyelamatkan Perkakaoan Nasional


Oleh : Ir.Rizki Muis,
Direktur Budidaya Tanaman Rempah dan Penyegar,Direktorat Jenderal Perkebunan

Siapakah yang tidak mengenal coklat? Hampir semua orang dari kalangan masyarakat yang paling rendah hingga masyarakat kelas atas pasti mengenalnya. Coklat merupakan salah satu produk dari tanaman kakao yang banyak diproduksi di Indonesia.Total areal tanaman kakao di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 1.563.423 yang didominasi oleh perkebunan rakyat (93,11%) dengan jumlah petani yang terlibat secara langsung sebanyak 1.526.271 KK.

Perkebunan kakao secara merata menyebar hampir di semua pulau besar di Indonesia. Penyebaran sentra kakao Indonesia di Pulau Sulawesi sebesar 62,3%, di Sumatera sebesar 17,3%, di Jawa sebesar 5,6%, di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Bali sebesar 4,1%, di Kalimantan sebesar 3,7%, sedangkan di Maluku dan Papua sebesar 7,0%.

Sebaran perkebunan kakao nasional tersebut menghasilkan produksi total sebesar 795.581 ton sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara produsen terbesar kedua dunia setelah Pantai Gading (1.380.000 ton). Ekspor kakao Indonesia pada tahun 2007 mencapai 655.429 ton dengan nilai US$ 950,6 juta, menempatkan kakao sebagai penghasil devisa terbesar ketiga sub sektor perkebunan setelah kelapa sawit dan karet.

Pada umumnya tanaman kakao mulai dikembangkan di Indonesia sekitar tahun 1980-an, sehingga produktivitasnya sudah menurun dan sudah saatnya dilakukan perbaikan budidaya melalui peremajaan, rehabilitasi dan intensifikasi. Data tahun 2008 menunjukkan kakao berada dalam kondisi tanaman tua, rusak, tidak produktif, dan terkena serangan hama dan penyakit dengan tingkat serangan berat. Sehingga diperlukan upaya penyelamatan terhadap komoditas ini yaitu melalui peremajaan seluas 235.000, rehabilitasi seluas 145.000 ha sera intensifikasi seluas kebun kakao dengan tanaman tidak terawat dan kurang pemeliharaan sehingga perlu dilakukan intensifikasi.

Serangan hama dan penyakit utama adalah Penggerek Buah Kakao (PBK) dan penyakit Vascular Streak Dieback (VSD), mengakibatkan menurunnya produktivitas menjadi 690 kg/ha/tahun atau sebesar 37% dari produktivitas yang pernah dicapai (1.100 kg/ha/thn). Hal ini mengakibatkan kehilangan hasil sebesar 184.500 ton/thn atau setara dengan Rp 3,69 triliun per tahun.

Selama ini telah dilakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut seperti pemberdayaan petani melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) dan Sistem Kebersamaan Ekonomi (SKE), serta penerapan teknologi pengendalian dengan metode PSPsP (pemupukan, sanitasi, panen sering dan pemangkasan) untuk pengendalian Penggerek Buah Kakao (PBK) dan Vascular Streak Dieback (VSD) serta penyediaan bibit unggul. Mengingat pelaksanaannya masih parsial dalam skala kecil, maka hasilnya belum optimal. Oleh karena itu kegiatan-kegiatan tersebut perlu dilakukan secara serentak, terpadu dan menyeluruh melalui suatu gerakan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan maupun sumberdaya yang ada. Gerakan ini dicanangkan oleh Wakil Presiden RI pada tanggal 10 Agutus 2008 di Mamuju, Sulawesi Barat.

Pengembangan kakao di Indonesia memiliki prospek yang cukup baik karena permintaan kakao dunia akan terus meningkat, masih terbukanya peluang untuk pengembangan industri kakao menjadi produk jadi dan produk setengah jadi, serta pengembangan pasar dalam negeri, tersedianya teknologi budidaya untuk mempercepat peningkatan produktivitas (dengan tehnologi Somatic Embriogenesies), tersedianya peneliti dan tenaga-tenaga ahli di bidang kakao, animo masyarakat untuk menanam kakao cukup tinggi, masih tersedianya lahan untuk pengembagan tanaman kakao serta kakao Indonesia memiliki karakteristik khusus yang tidak dimiliki negara lain yaitu tidak mudah meleleh, setelah kakao tersebut diolah menjadi bahan yang dapat dikonsumsi.

Gerakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao Nasional direncanakan dilaksanakan selama 3 (tiga) tahun, dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2011 dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan produksi, produktivitas dan mutu hasil.


Lokasi Gerakan meliputi 9 provinsi pada 40 Kabupaten yaitu :

• Sulawesi Barat di 5 Kabupaten, yaitu : Mamasa, Polewali Mandar, Majene, Mamuju dan Mamuju Utara;

• Sulawesi Selatan di 10 Kabupaten, yaitu : Bantaeng, Bone, Soppeng, Wajo, Sidenreng Rappang, Pinrang, Enrekang, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

• Sulawesi Tenggara di 5 Kabupaten, yaitu : Konawe, Kolaka, Kolaka Utara, Konawe Selatan dan Muna;

• Sulawesi Tengah di 8 Kabupaten, yaitu : Donggala, Parigi Moutong, Poso, Morowali, Banggai, Toli Toli, Buol dan Tojo Una-Una;

• Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Sikka dan Ende;

• Bali di Kabupaten Tabanan dan Jembrana;

• Maluku di Kabupaten Seram Bagian Barat dan Buru;

• Papua Barat di Kabupaten Manokwari dan Sorong;

• Papua di Kabupaten Kepulauan Yapen, Sarmi, Keerom dan Jayapura.


Kegiatan yang akan dilakukan dalam Gerakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao Nasional selama 3 tahun adalah sebagai berikut :

• Kegiatan utama meliputi peremajaan seluas 70.000 ha, rehabilitasi seluas 235.000 ha, intensifikasi seluas 145.000 ha, pelatihan petani 450.000 orang, serta perbaikan mutu.

• Kegiatan pendukung meliputi penyediaan dan pelatihan tenaga pendamping 360 orang, pembangunan sub-stasiun penelitian dan kebun percobaan 4 unit, pembangunan dan penguatan Laboratorium Lapangan 7 unit, pembuatan sistem database teknologi budidaya kakao, rehabilitasi UPP 90 unit, analisis tanah dan daun untuk rekomendasi pemupukan, monitoring dan evaluasi oleh Perguruan Tinggi serta biaya operasional.


Perkembangan pelaksanaan gerakan ini pada posisi Juni 2009 secara garis besar menunjukkan arah yang positif meskipun terjadi ”kerikil-kerikil penghambat” yang cenderung dapat diselesaikan. Diharapkan pada akhir tahun gerakan ini dapat mencapai target yang ditetapkan sehingga secara nyata akan mempengaruhi kehidupan petani kakao khususnya petani peserta gerakan.

Program Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao Nasional dilakukan melalui gerakan dengan melibatkan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) dan memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia. Stakeholder yang bertanggung jawab sesuai dengan fungsi dan kewenangannya dalam hal ini adalah pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, swasta, perbankan serta petani.


Tugas dan tanggung jawab masing-masing adalah sebagai berikut:

a. Pemerintah Pusat: Menyediakan pembiayaan untuk bahan tanam, pupuk pertama pada peremajaan, rehabilitasi, dan intensifikasi, bantuan upah tenaga kerja petani, alat dan bahan pengendalian OPT, tenaga pendamping, pemberdayaan petani, pembangunan sub-station penelitian, penguatan dan pembangunan laboratorium lapangan, dan penerapan mutu/sosialisasi penerapan standar mutu;

b. Pemerintah Provinsi: menyediakan anggaran APBD untuk mendukung pelaksanaan gerakan, pensertifikatan lahan kakao dan menyediakan lahan untuk pembangunan sub-station

c. Pemerintah Kabupaten: Menyediakan anggaran APBD untuk mendukung Gerakan dan melaksanakan seleksi maupun penetapan Calon Petani/Calon Lahan (CP/CL)

d. Perbankan: menyediakan kredit revitalisasi perkebunan untuk pembiayaan pupuk, pestisida, alat pertanian, dan sertifikasi lahan.

e. Swasta: menyediakan pembiayaan untuk pelaksanaan sosialisasi penerapan SNI

f. Petani: menyediakan pohon pelindung dan tenaga kerja


Pelaksanaan Gerakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao Nasional diharapkan akan memberikan manfaat antara lain:

• Meningkatnya produktivitas kakao di lokasi gerakan

• Meningkatnya produksi kakao di lokasi gerakan

• Meningkatnya pendapatan petani di lokasi gerakan

• Meningkatnya uang yang beredar di pedesaan lokasi gerakan

• Meningkatnya penerimaan devisa di lokasi gerakan

• Meningkatnya mutu kakao sesuai SNI

• Terpenuhinya kebutuhan bahan baku industri dalam negeri.
(sumber: http://ditjenbun.deptan.go.id)

Budidaya Kopi Arabika


Kopi arabika merupakan salah satu jenis kopi yang paling banyak dibudidayakan. Selain produksi buahnya tinggi, rasanya yang mantap, juga karena nilai ekonomisnya yang relatif tinggi.

Kopi arabika dapat tumbuh baik pada daerah yang memiliki ketinggiah 700-2.000 meter dari permukaan laut (dpl). Dengan curah hujan 1.500-2.500 milimeter per tahun dan suhu udara 15 hingga 25 derajat celcius.

Agar kopi arabika yang dibudidayakan dapat tumbuh baik dan memberikan hasil maksimal, penentuan lahan merupakan salah satu faktor penting. Kopi arabika akan tumbuh secara baik pada tanah yang memiliki kemiringan kurang dari 45 derajat dengan kedalaman efektif lebih dari 100 cm. Tekstur tanah berlempung dengan struktur lapisan atas remah.

Penyiapan Lahan
Lahan yang akan digunakan untuk menanam kopi arabika harus betul-betul bersih. Baik dari bekas pohon atau tunggul beserta akarnya, tanaman perdu, dan gulma. Khusus untuk lahan yang memiliki kemiringan lebih dari 15 derajat, perlu dibuat teras-teras.

Setelah lahan siap, tahap selanjutnya adalah membuat ajir. Ajir merupakan garis pedoman untuk membuat lubang tanam. Jarak antar bakal lubang 1,5 meter x 2 meter.

Setelah ajir siap, selanjutnya adalah membuat lubang tanam. Ukuran lubang sangat tergantung tekstur tanah. Makin berat tanah, ukurannya semakin besar. Namun, lazimnya lubang dibuat dengan ukuran 60 X 60 X 60 cm.

Pembuatan lubang ini dilakukan 6 bulan sebelum tanam. Untuk tanaman yang kurang subur dan kadar bahan organiknya rendah, ditambahkan pupuk hijau dan pupuk kandang.

Tutup lubang tanam, 1 – 3 bulan sebelum ditanam kopi dan di jaga agar batu-batu, cadas dan sisa-sisa akar tidak masuk kedalam lubang tanam.

Selama persiapan lahan, pada areal yang kosong dapat ditanami beberapa jenis tanaman semusim, misalnya kedelai, ubi jalar, jagung, kacang-kacangan. Jenisnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan petani, peluang pasar dan iklim mikro yang ada. (ibutani)

Memelihara Rambutan

Rambutan termasuk jenis tanaman yang tidak rewel, alias cukup gampang dirawat. Anda hanya harus rajin membersihkan tanaman dari gulma dan memangkas tunas-tunas liar atau tunas air yang muncul.

Demikian pula dengan hama dan penyakit. Rambutan termasuk jenis tanaman yang memiliki daya tahan relatif kuat. Namun, bukan berarti ia bebas sama sekali. Berikut hama dan penyakit yang biasa menyerang rambutan.

Pertama, lalat daun. Lalat daun (tarsolepis sommeri) dapat mengakibatkan bunga dan daun rambutan yang baru tumbuh rusak. Serangan lalat daun pada rambutan banyak terjadi pada masa peralihan pada saat peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

Kedua, kutu putih (pseudococcus lilacinus). Hama ini sering menyelinap di antara bulu buah rambutan sehingga buah tampak kotor hitam. Untuk mengatasinya dengan menyemprotkan Insektisida. Namun, penyemprotan itu tidak boleh dilakukan jika buah sudah hampir matang. Karena dapat meninggalkan residu yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Ketiga, cendawan putih (armilaria sp), busuk akar (phytophthora parasitica), dan busuk cokelat leher batang (fusarium sp). Penyakit ini dapat diatasi dengan di siram Benlate 0,3% atau mengolesi bagian batang yang sakit dengan lisol. (ibutani)

Rambutan Binjai

Salah satu rambutan yang paling banyak penggemarnya adalah rambutan binjai. Rasanya yang manis dan segar, daging buah yang tebal dan kering, ngelotok dengan kulit ari biji melekat pada biji, menjadikan rambutan ini banyak dicari.

Rambutan merupakan tumbuhan dataran rendah. Ia sangat cocok untuk dibudidayakan di daerah dengan ketinggian 500 meter dari permukaan laut. Rambutan dikenal sebagai tanaman daerah iklim basah, dengan curah hujan 1.500-3.000 milimeter per tahun.

Budidaya rambutan biasanya dilakukan dengan teknik okulasi. Batang bagian bawah (bibit semai) biasanya diambil dari rambutan sinyonya. Umur batang bawah disarankan antara 6-8 bulan.

Mata tempel diambil dari cabang tanaman rambutan varietas unggul yang daunnya mulai menua. Dengan mata tempel yang masih tidur. Untuk mempercepat mata tempel mulai bangun dilakukan perompesan daun dari cabang entres yang akan digunakan sebagai sumber mata tempel antara 2-3 minggu sebelum cabang dipotong.

Cara menanamnya sangat terbilang mudah. Lahan yang sebelumnya telah diolah dibuat lubang ukuran 60cm x 60 cm dengan kedalaman 50 cm. Jarak antar lubang disarankan 10 meter x 12 meter.

Selanjutnya, isi lubang itu dengan pupuk kandang, dosisnya 40 kilogram  per lubang tanam. Jika lahan memiliki tingkat keasaman (ph) kurang dari 5, anda perlu menambahkan kapur mati atau abu dapur.

Bibit ditanam di lahan setelah tingginya lebih dari 75 cm, atau berumur lebih dari delapan bulan. Pupuk buatan berupa campuran urea, TSP atau SP-36, dan KCI, dengan perbandingan 2 : 2: 1 diberikan sebanyak 50-250 gram per tanaman. Pupuk diberikan tiga kali dengan selang empat bulan sekali. Sesudah tanaman berumur lebih dari sepuluh tahun, dapat diberi pupuk NPK hingga 500-1.000 g per pohon. (ibutani)

Asal Usul Rambutan


Rambutan merupakan tanaman asli Indonesia. Nama latinnya nephelium sp, termasuk dalam kelompok tanaman holtikultura. Tanaman ini sangat pas untuk daerah beriklim tropis. Selain Indonesia, rambutan kini juga telah banyak dibudidayakan di Piliphina dan negara-negara Amerika latin.

Rambutan merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak jenis. Dari survey yang dilakukan, saat ini terdapat 22 jenis rambutan. Baik yang berasal dari galur murni, hasil okulasi, maupun penggabungan dari dua jenis galur berbeda.

Tetapi masing-masing memiliki ciri tersendiri. Namun, dari 22 jenis tersebut terdapat lima jenis rambutan yang paling banyak dibudidayakan. Pertimbangannya karena memiliki nilai ekonomis relatif tinggi.
Kelima jenis rambutan itu adalah ;

1. Rambutan Rapiah
Rambutan ini memiliki ciri kulit berwarna hijau, kuning, dan merah tidak merata. Rambut agak jarang, rasanya manis dan agak kering, kenyal, daging buah tebal dan mudah dipisahkan dari biji, dan memiliki daya tahan yang baik. Dalam kondisi cuaca normal, rambutan ini bisa bertahan hingga 6 hari setelah dipetik. Hanya saja, dari sisi jumlah buah, rambutan ini tergolong miskin. Namun, kualitas buahnya sangat tinggi.

2. Rambutan Aceh Lebak
Rambutan ini memiliki ciri khas pohonnya yang tinggi dan buahnya yang lebat. Kulit buah bewarna merah dan kuning, rasanya manis sedikit asam, kadar air tinggi, dan daging buah mudah dipisahkan dari biji.
Daya tahan rambutan ini juga cukup baik, dapat bertahan hingga 4 hari setelah dipetik.

3. Rambutan Cimacan
Rambutan ini memiliki ciri kulit yang berwarna merah kekuningan sampai merah tua, memiliki rambut kasar dan agak jarang. Daging buah manis, sedikit berair, tapi daya tahannya kurang lama. Produksi buahnya juga terbilang sedikit.

4. Rambutan Binjai
Rambutan ini merupakan salah satu rambutan yang terbaik di Indonesia. Buahnya memiliki kulit berwarna merah darah sampai merah tua dengan rambut agak kasar dan jarang. Daging buahnya besar dan manis sedikit asam. Produksi buah sedang, tetapi kualitasnya bagus.

5. Rambutan Sinyonya
Soal produksi, rambutan sinyonya merupakan yang terbaik. Buahnya sangat lebat dengan batang yang kokoh. Buah berwarna merah tua sampai merah anggur, rambut halus dan rapa. Daging buah manis asam, kadar air tinggi sehingga daging terasa lembek, dan sulit dipisahkan dari biji. (ibutani)

Cara Memilih Durian

Memilih durian susah-susah gampang. Apalagi sekarang banyak durian yang dipaksa matang. Karena itu, harus pintar-pintar untuk memilihnya. Berikut ada beberapa tips untuk memilih durian yang saya sarikan dari berbagai sumber.

Pertama, lihat tangkainya. Durian pada prinsipnya adalah buah yang matang di pohon. Buah ini akan jatuh dengan sendirinya jika telah matang. Tanda itu, dapat dengan mudah mudah dilihat dari bagian tangkainya.

Durian yang masak sempurna di pohon, memiliki bagian atas tangkai yang utuh. Kalau terpotong atau sengaja dihilangkan oleh pedagangnya, anda patut curiga.
Bisa jadi durian itu dipaksa matang atau sudah tidak segar lagi.

Kedua, goncang buahnya. Durian yang kering dan matang sempurna akan mengeluarkan getaran digoncang-goncang. Karena isi durian yang kering akan berpisah dari dinding buah.

Ketiga, hindari memilih buah durian yang berlubang pada bagian kulitnya. Karena bisa jadi itu merupakan pertanda ada ulat di dalamnya. Tidak lucu kan kalau beli durian dapat bonus ulat... hehehehe (ibutani).

Jenis-Jenis Durian

Tapi sebelumnya, tentu tidak ada salahnya jika anda mengenal lebih dulu jenis-jenis durian dan rasanya. Supaya bisa menentukan durian jenis apa yang hendak ditanam.

1. Durian Ajimah
Durian ini, konon sangat digemari oleh Presiden Pertama RI, Soekarno. Durian ini dapat ditemukan di daerah Ciomas, Bogor. Bentuk buahnya bulat dengan duri yang besar dan jarang. Kulit buahnya tipis dan berwarna hijau keabuan. Daging buah tebal, berwarna kuning muda, kering, dan teksturnya agak berserat. Rasanya manis agak pahit karena mengandung alkohol.


Ponggenya besar, tetapi bijinya kecil. Kebanyakan buahnya tumbuh sempurna. Meskipun berukuran kecil, tetapi jika dibelah berisi daging buah yang padat. Ukuran buahnya tergolong sedang, ratarata beratnya 1,5-3 kg/buah.

2. Durian Bokor
Durian ini berasal dari Sukahaji, Majalengka, Jawa Barat. Buahnya besar, berat per buahnya dapat mencapai 3,9 kg. Buahnya bulat panjang berwarna hijau kekuning-kuningan. Tebal kulit buah sedang, antara 3-5 mm. Durinya besar, berbentuk kerucut, serta tersusun jarang. Daging buah lumayan tebal, berwarna kuning muda, bertekstur halus, dan tidak berserat.
Rasanya manis dan aromanya harum. Jumlah pongge per buah antara 15-20 dengan jumlah biji sempurna 10-20. Produktivitas tanaman cukup baik, dapat menghasilkan 150-200 buah/pohon/ tahun. Tahan penyakit busuk akar, tetapi agak peka hama penggerek buah.

3. Durian Bubur
Durian ini berasal dari Semarang, tepatnya di daerah Brongkol. Bentuk buahnya bulat memanjang dengan duri runcing dan tersusun rapat. Kulit buah berwarna kuning kehijauan dan berjuring lima.
Daging buah tebal, padat, dan pada tiap jurin g tampak penuh dengan pongge yang berjumlah 1-5. Teksturnya kesat dan kering, rasanya manis, dan aromanYa harum. Ukuran buahnya cukup besar, rata-rata berat per buah antara 4-5 kg, sedangkan bijinya kecil. Produktivitas tanaman yang dewasa cukup tinggi, per pohonnya dapat menghasilkan antara 300-400 buah/tahun.

4. Durian Chanee
Durian ini berasal dari Thailand. Mampu berbuah pada umur 4-5 tahun dengan menggunakan bibit sambung pucuk atau okulasi. Produksinya banyak. Mampu beradaptasi dengan berbagai lingkungan, tetapi tidak tahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh phytophthora sp.
Buahnya berbentuk bulat panjang dengan duri besar yang tersusun jarang. Beratnya mencapai 4 kg dengan warna kulit hijau. Dagingnya tebal dengan warna kuning keemasan. Rasanya manis, bertekstur lembut, dan beraroma harum sedang.

5. Durian Hepe
Durian ini antara lain dapat ditemukan di daerah Jonggol, Bogor. Buahnya berbentuk bulat telur clan berwarna hijau kecokelatan. Kulit buah agak tebal dengan duri runcing dan tersusun rapat.
Keistimewaannya antara lain terdapat pada daging buahnya yang tebal dan rasanya yang manis pahit. Daging buahnya berwarna krem, agak berserat dan kering. Ukuran buahnya sedang, bobotnya antara 1-2 kg/buah. Produksi per pohonnya antara 300-400 buah/ tahun.

6. Durian Kamun
Durian ini populer di daerah Banjarnegara. Salah satu keistimewaan durian ini yaitu biji buahnya banyak yang kempes. Bentuk buahnya bulat lonjong dengan duri berbentuk kerucut dan agak rapat.
Daging buahnya kering, berlemak, dan berwarna kuning tembaga. Rasanya manis agak legit dengan aroma harum yang tidak tajam. Berat rata-rata per buah antara 22,5 kg. Produktivitas cukup baik, per pohon dapat menghasilkan 300-400 buah/tahun.

7. Durian Kan Yao
Durian ini berasal dari Thailand ini. Bentuknya bulat dengan warna kulit hijau, berduri besar agak jarang. Bobot buahnya 2–5 kg. Dagingnya tebal, berwarna kuning sampai krem, berasa manis, bertekstur agak lembek, dan beraroma harum.

8. Durian Kani
Durian ini merupakan sebagai salah satu verietas unggul Thailand. Bentuk buahnya bulat dengan kulit kuning kecokelatan. Durinya berbentuk kerucut, tajam, dan tersusun agak rapat. Kulit buahnya tipis, antara 3-5 mm, dan agak sukar dibelah.
Daging buahnya cukup tebal, kering, berlemak, dan berwarna kuning. Rasanya tidak terlalu manis dan tekstur buahnya tidak terlalu lembut. Aromanya sedang. Jumlah pongge per buah antara 5-18 dengan biji sempurna 5-12. Bijinya kecil, lonjong. Ukuran buahnya termasuk besar, berat rata-rata 2-4 kg per buah. Durian ini bersifat genjah. Produktivitasnya sekitar 20-50 buah/pohon/tahun. Durian kani agak peka penyakit busuk akar dan hama penggerek buah.

9. Durian Kendil
Durian ini berasal dari Semarang. Bentuknya yang bulat seperti kendil (periuk). Karena bulatnya, durian ini dapat diletakkan dalam posisi berdiri tanpa terguling. Kulit buahnya mudah dibelah. Buahnya terdiri dari lima juring clan setiap juring berisi daging buah yang menyatu sehingga tampak penuh dan padat. Daging buah berwarna kuning, rasanya manis legit, dan aromanya sedang (tidak tajam). Ukuran dan berat buahnya relatif seragam, rata-rata berat per buah antara 33,5 kg. Produktivitas rata-rata per pohon hanya sekitar 5070 buah/tahun.

10. Durian Kradhum Thong
Durian ini berasal dari Thailand. Bentuk buahya bulat. Durinya jarang. Kulitnya berwarna hijau. Bobot buahnya sekitar 1,5-3 kg. Dagingnya tebal, berwarna kuning, berasa manis, bertekstur lembut, dan beraroma harum.

11. Durian Lambau
Durian ini berasal dari Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah. Buahnya berbentuk bulat clan kebanyakan terdiri dari lima juring. Kulit buahnya agak tebal dan berwarna kuning kecokelatan. Durinya berukuran sedang, berbentuk kerucut, dan tersusun rapat.
Ponggenya besar, daging buahnya tebal, kering, berserat agak kasar, dan berwarna kuning. Rasanya manis clan aromanya tajam menyengat. Biji buahnya kecil. Produktivitasnya rendah, setiap pohon dapat menghasilkan 30 buah per musim.

12. Durian Lutung
Durian ini dapat ditemukan antara lain di daerah Kendal. Bentuk buahnya tak beraturan, dari lonjong sampai agak bulat. Ku1it buah berwarna keabu-abuan dengan duri besar, tersusun agak rapat, dan kokoh. Buah durian ini biasanya berjuring lima.
Pada masing-masing juring terdapat 1-4 pongge yang berukuran besar. Daging buahnya tebal, cukup kesat, dan berwarna kuning agak krem. Rasanya manis alkoholik dengan aroma yang tajam. Kelebihan durian ini antara lain bijinya kebanyakan kempes. Produksi per pohon kira-kira 100 buah/tahun.

13. Durian Monthong
Durian ini berasal dari Thailand. Tanaman Durian monthong merupakan tanaman genjah. Mampu berproduksi pada umur 4-5 tahun sejak ditanam dengan bibit asal sambung pucuk. Produksi buahnya cukup banyak. Mampu beradaptasi pada berbagai tempat.
Sayangnya, tanaman ini tidak mempunyai ketahanan terhadap penyakit Phytophthora .sp. Bentuk buah bervariasi, dari bulat panjang sampai hampir persegi. Durinya besar dan tersusun jarang. Bobot buahnya mampu mencapai 6 kg. Kulitnya tebal dengan warna hij au. juringnya ada 5. Warna daging buah ada yang kuning emas, ada pula yang krem. Dagingnya sangat tebal dengan rasa manis legit dan aroma harum sedang.

14. Durian Otong
Durian ini merupakan varietas introduksi dari Thailand. Durian ini secara resmi telah dilepas oleh Menteri Pertanian sebagai varietas unggul nasional. Bentuk buahnya bulat panjang dengan kedua ujung agak meruncing. Warna kulit buah hijau kekuningan dengan duri-duri kecil berbentuk kerucut serta tersusun agak rapat. Daging buah berwarna kuning menarik seperti kunyit, agak tebal, kering, dan kurang berlemak. Keistimewaannya, daging buahnya sangat manis clan teksturnya sangat halus. Aromanya sedang dan tidak begitu tajam. Jumlah pongge per buahnya antara 5-15 huah dengan jumlah biji sempurna 5-10. Berat buah dapat men capai 4 kg. Produktivitas tidak begitu tinggi, antara 20-50 buah/pohon/tahun.

15. Durian Parung
Durian parung dapat ditemukan di daerah Darmaga, Bogor, dan Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Buahnya berbentuk bulat memanjang dan berwarna hijau keabuan. Daging buahnya tebal, berwarna kuning, sedikit berserat, dan tidak begitu kering. Rasanya manis dan bijinya berukuran kecil. (ibutani)

Ayo ! Menanam Durian....


Siapa yang tak kenal durian. Buah berduri dengan aroma sangat kuat ini begitu digemari. Teksturnya dagingnya yang lembut, rasanya yang manis, dan tentu saja harganya yang mahal.

Kalau kebetulan anda penggemar durian, tetapi seringkali harus bersabar karena tidak bisa membelinya. Mengapa tidak coba saja untuk menanamnya sendiri. Selain bisa makan sampai puas, anda pun bisa menambah penghasilan.

Dulu sekali, durian dikenal sebagai buah warisan untuk anak cucu. Itu karena masa tanam hingga panennya yang sangat lama, hingga puluhan tahun. Tetapi, sekarang tidak lagi. Teknologi pertanian yang semakin maju berhasil menemukan varietas durian bisa berbuah dalam usia muda.

Jadi, mengapa tidak segera dicoba. Apalagi kalau kebetulan anda memiliki lahan kosong yang cukup luas. Kan lumayan sebagai investasi atau mungkin bisa jadi sumber penghasilan utama di hari tua.

Apalagi durian tergolong tanaman buah yang bisa tumbuh dimana saja. Terutama pada daerah yang memiliki ketinggian 50-600 meter dari permukaan laut (dpl) dengan suhu 22-33 derajat cellcius. Lebih detailnya dilanjut lain kali ya, ibu tani mau istirahat, kecapekan habis panen jagung... (ibutani)

Hama dan Penyakit Cabai

Mencegah selalu lebih baik dari pada mengobati. Tak terkecuali dalam hal budi daya cabai. Mendeteksi dini hama dan penyakit sejak awal, jauh lebih baik dari pada mengatasinya dengan menyemprotkan pestisida. Selain boros, juga tidak sehat.

Pengamatan penyakit dan hama ini dapat dilakukan sejak benih cabai masih dalam persemaian. Ada beberapa penyakit cabai yang harus anda waspadai.

a. Penyakit

Pertama, rebah semai. Gejalanya tanaman terkulai karena batangnya busuk. Penyakit ini disebabkan cendawan Phytium sp & Rhizoctonia sp. Cara pengendaliannya, tanaman yang terserang dibuang bersama dengan tanahnya. Kemudian mengatur kelembaban dengan mengurangi atap dan jumlah penyiraman.

Kedua, embun bulu. Tandanya, terdapat bercak klorosis dengan permbukaan berbulu pada daun atau kotil. Penyebabnya adalah cendawan Peronospora parasitica. Cara mengatasi penyakit ini sama seperti menanggulangi penyakit rebah semai.

Ketiga, penyakit yang diakibatkan virus. Gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun pucat. Biasanya, gejala ini akan semakin jelas terlihat ketika tanaman berumur lebih dari 2 minggu. Cara mengatasinya, cabut bibit yang terserang dan bakar.

b. H a m a
Selain penyakit, benih cabai juga rawan terserang hama. Jenisnya beragam, mulai dari kutu daun, daun berkerut, hingga tungau (Polyphagotarsonemus latus).

Pertama, kutu daun persik (Aphid sp.) Hama ini biasanya bersembunyi di bawah permukaan daun bagian bawah atau lipatan pucuk daun. Cara mengatasinya sangat mudah, pijit dengan jari koloni kutu yg ditemukan.

Kedua, hama thrip parvispinus. Gejalanya, daun berkerut dan muncul bercak klorosis. Lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga. Biasanya, koloni hama ini berkeliaran di bawah daun dan keluar saat cuaca teduh. Kebanyakan pada pagi atau sore hari.

Ketiga, tungau (Polyphagotarsonemus latus). Ciri-cirinya, daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun. Pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang. Cara mengatasinya sama seperti pada Aphis dan Thrip. (ibutani)

Cara Menyiapkan Benih Cabai

Benih yang bagus merupakan salah satu faktor penting dalam pembudiyaan tanaman apa saja. Untuk mendapatkan hasil cabai yang melimpah, tentu anda harus menyiapkan benih cabai yang baik pula.

Untuk mendapatkan benih cabai yang baik, anda dapat mengunjungi toko pertanian. Pilihlah benih yang sesuai dengan kondisi lahan anda. Jangan sungkan untuk meminta pendapat pedagang atau petugas penyuluh lapangan mengenai benih yang tepat.

Sekedar patokan, kebutuhan benih per 1.000 meter persegi antara 1-1,5 sachet. Ini supaya anda bisa menentukan berapa sachet benih yang harus dibeli. Ya, supaya jangan sampai ada pengeluaran sia-sia.

Setelah benih didapat, selanjutnya siram benih itu dengan air hangat. Diamkan selama semalam. Tujuannya agar ketika disemai cepat tumbuh, sekaligus untuk menyeleksi benih yang kurang baik.

Tahap selanjutnya adalah menyemai. Semai benih tadi pada media persemaian yang terdiri campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring. Perbandingannya 3 bagian tanah dan 1 bagian pupuk kandang atau kompos.

Media persemaian itu bisa anda masukkan dalam polybag khusus bibit atau bisa juga menggunakan kotak. Taruh menghadap ke arah Timur. Jangan lupa beri atap plastik atau rumbia diatasnya.

Agar benih yang disemai tumbuh dengan baik, anda harus rutin menyiramnya. Setiap pagi dan sore hari, supaya media persemaian tetap dalam kondisi lembab. (ibu tani)

Asal Usul Cabai

Cabai sangat akrab dengan masyarakat Indonesia. Hingga ada istilah 'kapok lombok (cabai-Bahasa Jawa). Kapok karena pedasnya, namun ketagihan untuk kembali mengulangnya.

Tetapi, tahukah anda jika sebenarnya cabai bukan tanaman asli Indonesia ?
Menurut sejumlah referensi yang ada, cabai sebetulnya berasal dari Benua Amerika. Ia merupakan salah rempah yang digunakan oleh Suku Indian, pribumi asli benua itu.
Christopher Colombus, orang yang pertama kali menemukan benua itu pada 1492, kemudian membawanya ke Eropa sebagai oleh-oleh. Ternyata, rasanya yang pedas tapi membuat ketagihan itu banyak digemari masyarakat disana.

Cabai pun berkembang pesat di Eropa. Bahkan menjadi salah satu komoditas favorit disana. Penyebaranya meluas dengan sangat pesat. Hanya Dalam kurun waktu setengah abad, cabai telah merambah Afrika , India, Timur Tengah, Balkan, China, Asia dan termasuk Indonesia.

Penyebaran itu seiring dengan pengembaraan para pedagang Portugis. Karena cita rasanya yang khas, cabai pun langsung mendapatkan tempat di hati.

Walau berasal dari Benua Amerika  dan dikembangkan secara luas untuk pertama kali di Eropa, cabai ternyata justru berkembang pesat di India. Negara ini mampu mengembangkan beragam jenis species cabai dalam waktu singkat.

India kini menjadi produsen cabai dunia. Produksinya lebih dari satu juta ton per tahun. Pusat produksinya di Pantai Malabar yang telah beroperasi sejak cabai pertama kali dikenalkan oleh Columbus. (ibutani)