Kamis, 16 Agustus 2012

Budidaya Sayuran Organik di Rumah



Pertanian Organik (PO) bukan sekedar teknik atau metode bertani, melainkan juga cara pandang, sistem nilai, sikap dan keyakinan hidup. PO memandang alam secara menyeluruh, komponennya saling tergantung dan menghidupi, dimana manusia juga adalah bagian di dalamnya. Sistem nilai PO mendasarkan pada prinsip-prinsip hukum alam. 

PO juga mengajak petani dan manusia umumnya untuk arif dan kreatif dalam mengelola alam yang tercermin dalam sikap dan keyakinannya. PO juga tidak menolak penggunaan teknologi modern di dalam praktek budidayanya, sejauh teknologi modern tersebut selaras dengan prinsip PO, yaitu keberlanjutan, penghargaan pada alam, keseimbangan ekosistem, keanekaragaman varietas, kemandirian dan kekhasan lokal. Maka, baik kearifan tradisional dan teknologi modern yang tunduk pada prinsip alam, keduanya mendapat tempat dalam PO.

Saya juga tertarik ingin pada PO, tapi untuk bertanam tidak punya lahan. Alangkah senangnya kalau bisa punya beberapa jenis sayur saja di rumah.  Lagipula menurut saya asyik, kalau di halaman kita ada tumbuhan buncis, tomat. Pasti enggak kalah menarik dari menanam bunga dan anturium. Kebayang senangnya kalau memetik sayur dari kebun sendiri. Lahan terbatas di perumahan BTN pun bisa kok. Kita toh bukan mau buka kebun besar-besaran, he he he. Cukup untuk konsumsi sendiri.

Waktu rumah BTN saya di Bekasi belum ditempati, Om saya malah sempat menanami halaman depan rumah yang luasnya cuma dua kali tujuh meter dengan singkong dan jagung.
Pertengahan 2008 takdir membawa saya bertemu dengan dua wanita tangguh yang telah berkecimpung di pendidikan lingkungan hidup dan fasilitator pertanian organik. Namanya Novita dan Isni. Mereka sarjana pertanian pula :) Tulisan saya yang belum sempurna di sini hasil bincang-bincang dengan cewek-cewek petualang nan ramah ini.

Anda juga tertarik menanam sayur organik di pekarangan rumah? Menurut Novi &  Isni Wahyuningsih, ada beberapa jenis sayuran yang bisa Anda coba tanam sendiri di rumah. Artinya tidak rewel dan tidak perlu udara dingin. Namun agar sayur organik Anda lebih terasa manis, sehat dan subur, satu hal perlu Anda luangkan. Yaitu waktu dan perhatian Anda. Rawatlah dengan penuh cinta, sayang dan kesabaran. Organik itu tidak instan, organik itu memahami pihak lain, organik itu penuh kasih. 

Tanaman yang dirawat dengan kasih sayang akan berbeda hasilnya dengan tanaman yang dibiarkan tumbuh begitu saja. Coba, yuk! Pertama, buat bedengan sebagai ‘rumah’ tanaman kita. Ukuran misalnya satu meter kali sepuluh meter, tinggi 20 sentimeter.  Campur/aduk tanah dengan pupuk kandang dan kompos sampai rata. Beri sekam, (Pupuk & tanah kompos organik bisa dibeli di pedagang tanaman kaki lima/toko pertanian). Kalau kurang unsur N beri air seni (Misal air kencing kelinci). Katanya, dengan pupuk dari kotoran kambing, rasa tanaman akan lebih manis.
Jenis tanaman yang bisa Anda coba antara lain:
  1. Buncis: Buat lubang-lubang untuk menaruh biji buncis. Jarak tanam 20 cm. Siapkan ajir (Bambu) 1,5 meter untuk rambatannya. Perbanyakan kacang buncis adalah dengan benih yang langsung di tanam dalam lubang-lubang bedengan. Sebelumnya, tanah digemburkan dulu sambil dicampur dengan pupuk kandang atau kompos (Bisa dibeli di penjual tanaman kaki lima terdekat) . Minggu ke empat setelah ditanam, buncis mulai berbunga. Seterusnya tiap meninggi, harap rajin diikat dengan tali rafia. Untuk membuat benih yang berkualitas baik, buncis diseleksi dan kemudian dibiarkan sampai matang di pohon.
Pemeliharaan lain adalah menjaga tanah tetap subur dan agar buncis tidak dimakan ulat. Jangan disemprot ya, ambil hama dengan tangan (Berani enggak, hayo).
  1. Bayam: Ini coba saja dengan menanam bayam yang Anda beli di pasar. Atau bisa beli bibitnya di toko pertanian.  Benih tebar langsung.
  2. Tomat (Kini sudah ada varietas unggul khusus dataran rendah dan tahan penyakit, cari di toko pertanian terdekat). Jangan lupa beri ajir/lanjaran tempat merambat. Tunas samping rajin dibuang. Bunga yang telah mekar diketuk perlahan menjelang sing hari untuk membantu penyerbukan (Jika jarang serangga/kupu). Kekurangan air dan unsur Ca bis amenyebabkan buah busuk.
  3. Cabe. Ini juga mudah, tinggal sebar saja namun sebaiknya diberi jarak juga. Suhu terlalu tinggi/curah hujan tinggi bunga & buah rontok. Perlu tanah subur dan drainase yang baik.
  4. Kacang Panjang. Perlu cahaya matahari penuh, tanah subur. Tiga minggu setelah tanam, pasang ajir antara 2 tanaman. Empaty lanjaran diikat jadi satu dengan tali. Selama pertumbuhan lakukan pemotongan pucuk tanaman untuk merangsang tunas.  Penulis: Eka Alam Sari

Rabu, 15 Agustus 2012

Budidaya Cabai Berah di Polybag

Salah satu upaya pemanfaatan lahan pekarangan adalah dengan menanam sayuran dalam pot/polybag asalkan kondisi agroklimatnya terpenuhi. Bertanam cabe dalam polybag diupayakan dalam rangka pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan-lahan sempit terutama di wilayah perkotaan sehingga dapat menunjang kebutuhan keluarga. Bertanam cabe dalam polybag relatif mudah dilaksanakan, namun demikian teknis budidaya yang dilaksanakan tetap mengacu pada budidaya cabe secara umum dengan memperhatikan : pemilihan jenis dan varietas benih, persemaian, penyiapan media tanam dan lokasi penanaman.

Pelaksanaan budidaya cabe dalam polybag telah dilaksanakan di BPP Setu dan di Gapoktan Karyajaya Desa Cibening Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi.
Kecamatan Setu berada pada ketinggian 17-41 m dpl dan beriklim hangat dan kering dengan kisaran suhu antara 15-32 0C sehingga cocok untuk budidaya cabe merah.

Urutan budidaya cabe dalam polybag adalah sebagai berikut : Pemilihan benih : Ada jenis cabe yang tumbuh baik saat musim hujan namun kurang optimal saat musim kemarau, demikian pula sebaliknya. Dengan demikian, pengetahuan mengenai deskripsi dan sifat-sifat jenis dan varietas cabe mutlak diperlukan sebelum kita memutuskan untuk menanamnya. Namun secara umum, tanaman cabe menghendaki kondisi agroklimat seperti yang dijelaskan diatas.

Persemaian : dimaksudkan untuk menyiapkan bibit yang sehat dan kuat sebagai bahan tanam di dalam polybag. Media persemaian terdiri dari pupuk kandang halus dan sekam bakar dengan perbandingan 1 : 1. Media semai dimasukkan  ke dalam koker yang terbuat dari daun pisang dengan diameter 3-4 cm kemudian benih yang telah diperam dimasukkan satu per satu ke dalam koker lalu disiram setiap hari selama 21 hari.

Penyiapan media tanam : Komposisi media tanam terdiri dari tanah : pupuk kandang : sekam dengan perbandingan 1:1:1. Penggunaan sekam bertujuan untuk memperbaiki drainase sehingga air tidak tergenang dalam polybag. Polybag yang dipakai berukuran 35 cm x 35 cm yang telah diberi lubang kemudian media diisi sebanyak ¾ dari volume polybag lalu disiram dan dibiarkan selama 5-7 hari agar media tanam lebih siap.
Penanaman : Bibit yang telah berumur 21 hari sudah siap ditanam dalam polybag. Waktu penanaman pada pagi/sore hari untuk mengurangi penguapan. Bibit ditanam sebatas pangkal batang dengan posisi tegak lurus, tanah disekitar batang dipadatkan agar perakaran lebih kuat kemudian dilakukan penyiraman.

Pemeliharaan : Kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan antara lain : pewiwilan, pengajiran, pengikatan, penyiraman, penyiangan serta pengendalian hama dan penyakit. Pewiwilan dilakukan terhadap tunas samping yang muncul sebelum pembungaan agar tanaman tumbuh besar terlebih dahulu. Apabila tidak ada hujan, penyiraman dilakukan setiap hari sampai umur 2 minggu, setelah itu penyiraman cukup dilakukan 2-3 kali seminggu atau sesuai dengan kondisi kelembaban tanah. Ajir ditancapkan dalam polybag disamping tanaman pada jarak 10 cm dari pangkal batang. Pengikatan dilakukan pada ajir membentuk huruf “ 8 “ sehingga tidak menghambat pertumbuhan batang. Pengikatan dilakukan pada ajir sebanyak tiga simpul setiap tanaman yaitu : dibawah cabang Y pada umur 10-15 hst, diatas cabang Y umur 30-40 hst dan pada waktu pembesaran buah umur pada umur 10 – 15 hari hst, di atas cabang Y umur 30 – 40 hst dan pada waktu pembesaran buah 50 – 60 hst.

Kegiatan yang lain yaitu : Penyiangan, pemupukan dan PHT. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan pemupukan yaitu setiap 2 minggu sekali dengan mencabut rumput/gulma di sekitar tanaman cabe. Pemupukan diberikan setiap 2 minggu sekali dengan NPK sebanyak 5 gr/tanaman s/d umur 2,5 bulan. Selain menggunakan NPK, diberikan pupuk daun “growmore” untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah yang diberikan menjelang masa generatif.
Hama yang dominan menyerang adalah kutu daun, thrips dan lalat buah sedangkan penyakit yang timbul diantaranya layu bakteri dan virus mozaik yang menyebabkan stagnasi dan kematian tanaman. Untuk mengendalikan hama lalat buah dapat digunakan perangkap yang telah diolesi oleh lem yang mengandung “ eugenol “ untuk menarik lalat buah yang ditempatkan setiap sudut lokasi pertanaman cabe dalam polybag.

Panen : Pada umur 60 hari setelah tanam, cabe dalam polybag sudah masuk fase generatif yaitu mulai berbunga dan pematangan buah sampai umur 70 hari setelah tanam. Panen pertama dilakukan pada umur 75 hari kemudian panen berikutnya setiap 3 hari sekali.
Kesimpulan :
Menanam cabe dalam polybag cukup mudah dilaksanakan dan tidak memerlukan biaya yang besar. Hal ini merupakan salah satu upaya pemanfaatan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus untuk memperindah halaman rumah. Apabila dilakukan secara luas, menanam cabe dalam polybag juga menjanjikan peluang bisnis yang cukup baik, selain menjual cabe kita juga bisa menjual tanaman cabe yang sudah berbuah dengan harga yang pantas. (Materi ditulis oleh : Nani Maryani, SST / THL TBPP Kec. Setu)

Sabtu, 11 Agustus 2012

Budidaya Jamur Kuping

Jamur kuping pada umumnya bisa di budidayakan segala iklim, baik itu musim panas maupun musim dingin. Namun idealnya jamur konsumsi ini akan tumbuh subur pada suhu antara 20-30°C, dengan tingkat kelembapan sekitar 80-90%.

Jenis-jenis jamur kuping yang banyak dibudidayakan oleh petani jamur adalah :
* Jamur kuping hitam (Auricularia polytricha).
* Jamur kuping merah (Auricularia yudae).
* Jamur kuping agar (Tremella fuciformis).

Jamur kuping sangat baik untuk di konsumsi sebab banyak mengandung nutrisi, lemak, dan vitamin yang manfaatnya sangat baik untuk kesehatan tubuh. Jamur kuping dapat di olah dengan bebagai masakan yang lezat dan nikmat sesuai dengan selera. Disamping itu jamur kuping hitam juga bermanfaat untuk obat sakit jantung, menurunkan kolesterol, juga sebagai anti-pendarahan.

Jamur kuping ada yang dipasarkan dalam bentuk masih segar atau kering namun keduanya sangat laku keras dipasaran. Potensi inilah yang mendorong sebagian besar masyarakat untuk mulai tertarik menekuni bisnis budidaya jamur kuping sebagai alternatif peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Langkah pertama untuk budidaya kamur kuping adalah persiapan media yang akan digunakan untuk menanam jamur kuping. Media yang baik untuk menanam jamur kuping adaka serbuk gergaji kayu yang biasanya bisa didapatkan di tempat-tempat penggergajian kayu. Media serbuk gergaji kayu menjadi pilihan sebab disamping untuk memudahakn proses menanam dan pemupukan juga manfaatnya sangat baik untuk tanaman jamur kuping itu sendiri.

Manfaat lain dari media serbuk gergaji kayu adalah harga jual jamur kuping yang di tanam di media serbuk gergaji kayu jauh lebih tingi dibandingkan dengan yang di tanam di media kayu sebab biasanya jamur kuping yang ditanam di media serbuk gergaji kayu hasilnya jauh lebih baik.

Namun begitu tidak berarti media yang digunakan adalah serbuk gergaji kayu 100% tapi harus di beri campuran media yang lain seperti bekatul, kapur dan air dengan takaran sebagai berikut :

- Serbuk gergaji kayu (85-90%),
- Bekatul (10-15%), kapur (1-2%),
- Dan Air (50-70%).

Untuk mendapatkan media tanam yang ideal, lakukan fermentasi selama 3-5 hari hingga suhu media mengalami pengingkatan sampai 70ºC. Selama proses fermentasi, lakukan pembalikan setiap 2-3 kali sehari. Pastikan media yang siap digunakan berubah warna menjadi cokelat atau kehitaman.

Mempersiapkan Media Tanam
Masukkan serbuk kayu yang sudah di sadur tadidalam kantong plastik atau polybag. Sebaiknya anda memilih polybag yang baik yang tahan panas. Setelah itu padatkan menggunakan alat pengepres atau dipukul-pukul menggunakan botol bekas hingga plastik menyerupai baglog. Selanjutnya pada bagian atas plastik dipasang ring (cincin), dan ditutup dengan kapas agar media tidak kemasukan air saat proses sterilisasi.

Tahapan berikutnya yaitu sterilisasi media, proses ini dilakukan dengan cara menguapi baglog yang telah ditutupi kapas. Sterilisasi dilakukan pada suhu 95-120º selama 6 sampai 8 jam. Bila proses sterilisasi telah selesai, selanjutnya proses penanaman (inokulasi) dapat anda lakukan jika suhu baglog telah kembali normal.

Persiapan Bibit Jamur Kuping
Untuk mendapatkan hasil panen yang lebih optimal maka anda harus memilih bibit jamur yang berkualitas. Bagi anda yang berniat menjalankan usaha budidaya jamur kuping skala rumah tangga, sebaiknya membeli bibit jamur yang sudah siap pakai (bibit F4). Tetapi jika anda yang berencana membuka perusahaan jamur skala industri (besar), bisa membiakkan bibit murni untuk mendapatkan bibit jamur F1.

Sebelum menanamkan bibit jamur ke dalam baglog, perlu dilakukan sterilisasi bibit jamur agar terhindari dari organisme lain yang mengganggu pertumbuhan miselium. Caranya sebelum menamam semprotkan terlebih dahulu alkohol 70% pada kedua telapak tangan. Kemudian panaskan stik besi diatas api spritus, lalu semprotkan botol bibit dengan alkohol agar steril, buka tutup kapas baglog diatas api spritus dan masukan bibit jamur ke dalam baglog dengan bantuan stik besi yang telah disterilkan. Tutup kembali baglog dengan kapas, setelah bibit jamur selesai ditanamkan.

Setelah bibit jamur ditanam, lakukan inkubasi selama 4-8 minggu dengan suhu 28-35ºC, tingkat kelembapan 80% dan bantuan cahaya lampu TL 60 watt. Jika lebih dari 5 minggu masa inkubasi dan belum ada tanda-tanda pertumbuhan miselium, maka dimungkinkan proses inokulasi gagal sehingga terkontaminasi. Bila proses inkubasi telah selesai, proses selanjutnya adalah memindahkan baglog jamur kuping ke dalam ruang kumbung jamur yang telah disiapkan. Lakukan pelubangan baglog menggunakan silet yang telah disterilisasikan. Kemudian atur baglog dengan rapi, dan lakukan penyiraman secara rutin setiap 2-4 kali per hari.

Panen
Pemanenan jamur dapat dilakukan dengan cara mencabut jamur kuping beserta akarnya. Bila ada akar yang tertinggal, maka bersihkan lubang agar tidak mengganggu pertumbuhan jamur kuping generasi berikutnya.