Jumat, 17 Februari 2012

Sejarah dan Manfaat Mentimun

Mentimun berasal dari Cina bagian tengah dan barat. Mentimun juga ditemukan juga di India timur laut dan Myanmar.

Mentimun atau biasa disingkat dengan sebutan timun itu dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Oleh karena itu didataran rendah orang masih banyak bertanam timun, misalnya di Dramaga, dan ciomas (Bogor). Luas penanaman timun di Indonesia berkisar 13.500-17.500 ha.

Mentimun alias timun dikenal memiliki banyak manfaat lain selain sebagai lalapan dan bahan acar. Karena mentimun banyak mengandung vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Karenanya, bisa pula digunakan sebagai obat sariawan, merawat kulit dan wajah, melancarkan buang air seni, menurunkan tekanan darah tinggi, obat jerawat, dan obat demam. Jadi, tidak salah kalau banyak orang yang menyukainya.

Senin, 13 Februari 2012

Hama dan Penyakit Kunyit

Setiap tanaman tidak pernah luput dari yang namanya serangan hama dan penyakit. Begitu pula kunyit. Berikut ini hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kunyit sekaligus cara mengatasinya;

Ulat penggerek akar (Dichcrosis puntifera.)
Gejala:
pada pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu dan lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk.

Pengendalian:

Tanaman disemprot/ditaburkan insektisida furadan G-3.

Busuk bakteri rimpang
Penyebab:
oleh kurang baik sistem pengairan (drainase) atau disebabkan oleh rimpang yang terluka akibat alat-alat pertanian, sehingga luka rimpang kemasukan cendawan.

Gejala:
kulit akar tanaman menjadi keriput dan mengelupas, kemudian rimpang lama kelamaan membusuk dan keropos.

Pengendalian:
a. mencegah terjadi genangan air pada lahan, mencegah terlukanya rimpang;
b. penyemprotanfungisida dithane M-45.
2) Karat daun kunyit

Penyebab:
Taphrina macullans Bult dan Colletothrium capisici atau oleh kutu daun yang disebut Panchaetothrips.

Gejala:
Timbulnya warna coklat (karat) pada helaian daun; bila penyakit ini menyerang tanaman dewasa/daun yang tua maka tidak akan mempengaruhi produksinya sebaliknya jika menyerang tanaman/daun muda, menyebabkan tanaman tersebut menjadi mati.

Pengendalian:
a. Dilakukan dengan mengurangi kelembaban;
b. Penyemprotan insektisida, seperti dengan agrotion 2 cc/liter atau dengan fungisida dithane M-45 secara teratur selama seminggu sekali.

Kamis, 09 Februari 2012

Pemupukan Kunyit

Pemupukan kunyit dapat dilakukan dengan dua cara. Yakni, pemupukan dengan pupuk organik dan pupuk kimia.

Pemupukan Organik
Penggunaan pupuk kandang dapat meningkatkan jumlah anakan, jumlah daun, dan luas area daun kunyit secara nyata. Kombinasi pupuk kandang sebanyak 45 ton/ha dengan populasi kunyit 160.000/ha menghasilkan produksi sebanyak 29,93 ton/ha.

b. Pemupukan Konvensional
Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman kunyit perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan
(urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; dan ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan. Dengan pemberian pupuk ini diperoleh peningkatan hasil sebanyak 38% atau 7,5 ton rimpang segar/ha. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), dan K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. Pupuk diberikan dengan ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur dan ditanam
di sela-sela tanaman.

Pengairan dan Penyiraman
Tanaman kunyit termasuk tanaman tidak tahan air. Oleh sebab itu drainase dan pengaturan pengairan perlu dilakukan secermat mungkin, agar tanaman terbebas dari genangan air sehingga rimpang tidak membusuk. Perbaikan drainase baik untuk melancarkan dan mengatur aliran air serta sebagai penyimpan air di saat musim kemarau.

Waktu Penyemprotan Pestisida
Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit.

Pemulsaan
Sedapat mungkin pemulsaan dengan jerami dilakukan diawal tanam untuk menghindari kekeringan tanah, kerusakan struktur tanah (menjadi tidak gembur/padat) dan mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan. Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman.

Rabu, 08 Februari 2012

Media Tanam Anggur

Tanah yang baik untuk tanaman anggur adalah mengandung pasir, lempung berpasir, subur dan gembur, banyak mengandung humus dan hara yang dibutuhkan.

Derajat keasaman atau pH tanah yang cocok untuk budidaya anggur adalah 7. Tanaman anggur sangat cocok dibudidayakan di dataran rendah, yakni 5-1.000 meter dari permukaan laut.

Perbedaan ketinggian akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Jenis Vitis vinifera menghendaki ketinggian 1-300 m dpl. Jenis Vitis labrusca menghendaki ketinggian 1-800 m dpl.

Jumat, 03 Februari 2012

Pemupukan dan Pengairan Tanaman Buncis

Pemupukan memegang peranan penting dalam budidaya buncis. Pemupukan yang baik adalah yang mempertimbangkan kondisi lahan dan dosis yang dibutuhkan. Dosis pupuk makro buncis sebagai berikut:
Waktu Urea (kg) SP – 36 ( kg ) KCl ( kg)
Dasar 50 75 25
Umur 45 hari 50 25 75
Total 100 100 100

Pengairan
Pengairan pada fase awal pertumbuhan benih buncis hingga tanaman muda, penyiraman dilakukan Rutin tiap hari. Pengairan berikutnya tergantung musim. Yang perlu diperhatikan mengenai pengairan pada tanaman :

- Air yang digunakan untuk penyiraman sebaiknya tidak mengandung bahan-bahan busuk yang dapat mengakibatkan kekurangan zat asam di dalam tanah yang sangat merugikan bagi
tanaman buncis.
- Penyiraman sebaiknya dilakukan tidak dengan sembarangan karena hal ini dapat memadatkan tanah.
- Penyiraman sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, artinya mengenai semua bagian
tanaman.
- Alat penyiram yang digunakan sebaiknya menggunakan alat khusus misalnya gembor, dimana mulutnya bisa diganti dengan lubang yang halus, sedang, dan kasar. Gembor bermulut halus untuk menyiram tanaman buncis yang masih kecil atau baru tumbuh sedangkan gembor bermulut sedang atau besar digunakan untuk menyiram tanaman buncis yang sudah cukup dewasa.

Mengendalikan Serangan Tikus

Tikus merupakan salah satu hama yang menjadi musuh terbesar petani padi saat ini. Selain perkembangbiakannya yang sangat cepat, mengatasi serangannya juga terbilang sulit. Bahkan, tidak jarang petani hanya bisa menyerah pasrah ketika hewan pengerat ini sudah menyambangi lahannya.

Tikus menyerang hampir semua jenis dan usia tanaman padi. Mulai dari yang baru saja disemai hingga mulai membentuk biji. Bagian yang diserang adalah daun, batang, dan biji padi.

Menurut para ahli pertanian, ada beberapa cara yang sebenarnya cukup efektif untuk mengatasi serangan hama tikus. Berikut beberapa cara yang berhasil kami kumpulkan dari berbagai sumber, khusus hanya untuk anda.


Teknik Budidaya
Caranya dengan melakukan penanaman secara serentak, sehingga ketika terjadi serangan tidak terpusat pada satu lahan saja. Luas ideal untuk penanaman serentak ini paling tidak 20 hektare.

Biologis
Pengendalian cara ini menitikberatkan pada penggunakan musuh atau predator alami tikus. Salah satunya adalah dengan membiarkan ular sawah dan burung hantu hidup di sekitar lahan. Makanya, kalau melihat ular sawah jangan buru-buru dibunuh atau ditangkap untuk dijual, biarkan saja karena mereka membantu petani.

Fisik
Nah, cara satu ini pasti banyak yang sudah paham. Apalagi kalau bukan dengan memasang perangkap atau melakukan gropyokan sarang tikus beramai-ramai. Cukup efektif juga, asal dilakukan serentak dan terus-menerus.

Kamis, 02 Februari 2012

Cara membuat Pupuk Kandang

Pembuatan pupuk kandang dapat dilakukan dengan dua macam teknik. Teknik terbuka dan
teknik tertutup. Agar lebih jelas bagaimana tekniknya, silahkan baca artikel dibawah ini.


1. Teknik Pembuatan  Pupuk Kandang Secara Terbuka
•Tentukan suatu lokasi di dekat kandang sebagai tempat pembuatan pupuk kandang kemudian tempat tersebut dibersihkan.
•Tempat kotoran sapi dibuat berbentuk segi empat atau persegi panjang dengan ukuran 2,5 m x 2.0 m atau sesuai dengan kebutuhan.
•Buat galangan dari tanah di sekeliling tempat pembuatan pupuk kandang untuk mencegah masuknya air atau rembesan air ke dalam tumpukan kotoran sapi.
•Buat naungan sederhana berupa atap dari bahan yang murah seperti daun rumbia atau dedaunan kering lainnya untuk mencegah masuknya air dari atas pada waktu hujan.
•Kotoran sapi dan sisa pakan ditimbun ke dalam tempat kompos yang telah disediakan.
•Pupuk kandang dibiarkan selama sekitar 3 bulan dan setelah itu barulah digunakan untuk memupuk tanaman.

2. Teknik Pembuatan Pupuk Kandang Secara Tertutup
•Tentukan suatu lokasi di sekitar kandang yang dapat dijadikan sebagai tempat pembuatan pupuk kandang.
•Pada tempat yang telah ditentukan tersebut digali sebuah lubang dengan ukuran sesuai kebutuhan, tetapi dalamnya tidak boleh lebih dari 1,0 m. Lubang yang terlalu sempit dan terlalu dalam akan menyulitkan pengambilan pupuk kandang dari lubang yang dibuat.
•Dinding lubang tempat penampungan pupuk kandang sebaiknya terbuat dari bahan yang dapat mencegah terjadinya rembesan air dari bagian luar lubang. Misalnya palstik.
•Lantai lubang tempat penampungan pupuk kandang jangan disemen, tetapi dibiarkan saja tetap dari tanah agar air dari kotoran sapi dapat merembes kebawah tanah.
•Kotoran sapi dan sisa-sisa pakan ditimbun kedalam lubang dan setelah penuh (jangan terlalu penuh keatas) lubang ditutup dengan tanah bekas galian setebal 30 cm.
•Buat naungan sederhana berupa atap dari daun rumbia ataupun dari dedaunan kering lainnya.
•Dibiarkan selama sekitar 3 bulan dan setelah itu barulah dapat digunakan sebagai pupuk tanaman. Sumber: ternak.blogdrive.com